Advertorial

250 Keluarga Serentak Akad KPR Bersubsidi, Developer LIP House Jambi Gelar Acara Meriah di Grand Citra Asri Pudak

Kompas.com - 01/09/2026, 16:54 WIB

KOMPAS.com – Sebanyak 250 keluarga mengikuti akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi di Perumahan Grand Citra Asri Pudak, Kasang Pudak, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (29/8/2026).

Akad tersebut digelar developer LIP House Jambi dan bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Chief Executive Officer (CEO) LIP House Jambi Raymond Tanoto mengatakan, sebagai pengembang, pihaknya tidak hanya menyediakan rumah dengan harga terjangkau, tetapi juga berupaya menjaga kualitas bangunan dan kenyamanan penghuni.

Upaya tersebut dilakukan lantaran masyarakat kini tidak hanya mempertimbangkan harga dalam memilih hunian, tetapi juga kualitas dan prospek kawasan dalam jangka panjang.

“Kami tidak hanya menjual rumah, tetapi juga memberikan hunian berkualitas yang baik. Kami bantu tidak hanya murah, tetapi kualitasnya kreatif. (Selain itu), tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tapi untuk memulai hidup baru,” ujar Raymond dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (31/8/2026).

LIP House Jambi sendiri tengah mengembangkan sejumlah proyek perumahan, antara lain Nava Village 4 di Mendalo, Nava Village 5 di Simpang Rimbo Kota Jambi, Nava Town 3 di Kenali Kota Baru, serta Grand Citra Asri Pudak di Kasang Pudak.

Selain seremonial akad massal KPR bersubsidi bagi 250 keluarga, kegiatan di Perumahan Grand Citra Asri Pudak turut diisi pembagian grand prize berupa satu unit mobil kepada nasabah yang beruntung.Dok. LIP House Jambi Selain seremonial akad massal KPR bersubsidi bagi 250 keluarga, kegiatan di Perumahan Grand Citra Asri Pudak turut diisi pembagian grand prize berupa satu unit mobil kepada nasabah yang beruntung.

Siapkan sekitar 2.000 rumah subsidi

Untuk menjawab peningkatan permintaan hunian subsidi berkualitas, LIP House Jambi pun melakukan ekspansi ke kawasan Posos yang berbatasan dengan Grand Citra Asri Pudak.

Di kawasan tersebut, pengembang berencana membangun sekitar 2.000 unit rumah subsidi baru.

Sementara itu, dari sekitar 800 unit yang dikembangkan di kawasan Kasang Pudak, jumlah rumah yang tersisa kurang dari 150 unit.

“Kami hadir agar masyarakat tidak berpikir bahwa mengambil rumah itu susah. Semoga masyarakat bisa menikmati hunian yang berkualitas,” kata Raymond.

Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengapresiasi penyediaan hunian bagi masyarakat melalui program tersebut.

Menurut dia, kebutuhan rumah yang masih tinggi di Indonesia menjadi tantangan serta peluang bagi pengembang dan perbankan untuk menghadirkan hunian yang tidak hanya layak ditempati, tetapi juga mendukung kesejahteraan keluarga.

“(Hal ini menjadi) kesempatan untuk membangun rumah yang tidak hanya layak huni, tetapi berkualitas. Fungsi rumah tidak hanya hunian, tetapi juga ikhtiar pembentukan budaya dan kecerdasan, sesuai Asta Cita Bapak Presiden. Tidak hanya menghuni rumah, tetapi juga menyejahterakan,” ujar Hirwandi.

Ia juga mengimbau 250 nasabah BTN yang telah menjalani akad untuk segera menempati dan merawat rumah mereka.

“(Sebab) jiwa rumah ada pada penghuninya,” tuturnya.

Jajaran manajemen LIP House Jambi, pimpinan BTN, serta perwakilan pemerintah daerah meninjau unit perumahan dalam rangkaian acara akad massal KPR bersubsidi di Kabupaten Muaro Jambi.Dok. LIP House Jambi Jajaran manajemen LIP House Jambi, pimpinan BTN, serta perwakilan pemerintah daerah meninjau unit perumahan dalam rangkaian acara akad massal KPR bersubsidi di Kabupaten Muaro Jambi.

Pemda soroti kebutuhan infrastruktur pendukung

Pembangunan kawasan perumahan di perbatasan Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi turut mendapat perhatian pemerintah daerah.

Wali Kota Jambi Maulana menilai, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas daerah, terutama dalam penyediaan layanan dasar, seperti air bersih yang tidak selalu mengikuti batas administratif.

Senada, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno mengatakan, pertumbuhan kawasan perumahan juga perlu diikuti dengan perencanaan infrastruktur dan layanan publik.

Menurutnya, penambahan permukiman turut meningkatkan kebutuhan terhadap akses pendidikan, kesehatan, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Dari sisi pengembang, penambahan kawasan perumahan tentu akan diikuti kebutuhan infrastruktur serta akses pendidikan dan kesehatan. Karena itu, setiap rencana pengembangan perlu dibahas melalui focus group discussion (FGD) untuk melihat kebutuhan kawasan dalam satu tahun, lima tahun, hingga 10 tahun ke depan,” ujar Bambang.

Ia juga menyampaikan selamat kepada 250 keluarga yang mengikuti akad KPR bersubsidi. Bambang pun menilai, pengembangan kawasan tersebut memberikan warna baru bagi pembangunan permukiman di Muaro Jambi.

Selain prosesi akad, kegiatan di Grand Citra Asri Pudak juga diisi pembagian hadiah kepada nasabah, antara lain satu unit mobil sebagai grand prize, empat unit pendingin ruangan, empat kulkas dua pintu, serta sejumlah hadiah lainnya.

Melalui pembangunan kawasan baru dan rencana penambahan sekitar 2.000 unit rumah subsidi, LIP House Jambi, BTN, dan pemerintah daerah berharap, penyediaan hunian dapat berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur serta layanan publik di kawasan tersebut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau