KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) merevitalisasi 32 hektare (ha) Kebun Karet Jalupang di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.
Pada tahap awal, sekitar 7 ha lahan telah ditanami 4.200 bibit karet dan kini memasuki proses pemeliharaan.
Sebelumnya, sebagian area kebun tersebut sempat beralih fungsi menjadi kebun singkong yang digarap masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yidniarsa mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, bibit karet yang telah ditanam mampu beradaptasi dengan lingkungan.
“Sudah tumbuh tunas-tunas baru dengan tingkat kematian kurang dari 1 persen atau kurang dari 10 pohon,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (2/9/2026).
Seiring pertumbuhan tanaman, kawasan Kebun Karet Jalupang mulai kembali menghijau. Revitalisasi juga disebut berdampak pada kondisi tanah yang kini memiliki unsur hara lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Tak hanya dari sisi lingkungan, program revitalisasi tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar.
Area di pinggiran kebun dimanfaatkan warga sebagai sumber penghasilan tambahan dengan menanam komoditas lain, seperti kelapa dan serai wangi.
Selain itu, mantan penggarap kebun singkong yang sebelumnya mengelola lahan di kawasan tersebut turut dilibatkan dalam proses revitalisasi sehingga program tersebut juga memberikan manfaat dari sisi penyerapan tenaga kerja.
Target selesai akhir 2026
Untuk diketahui, revitalisasi Kebun Karet Jalupang merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan akan dilanjutkan hingga target seluas 32 ha tercapai.
Pada Oktober 2026, penanaman pohon karet akan diintensifkan agar target revitalisasi dapat selesai pada akhir 2026.
Saat ini, petugas lapangan telah menyiapkan lubang tanam untuk tahap penanaman berikutnya.