KOMPAS.com – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) memperpanjang batas akhir pendaftaran Annual International Conference on Islam, Science and Society (AICIS+) 2026.
Pendaftaran yang sebelumnya ditutup pada Minggu (30/8/2026), kini diperpanjang hingga Rabu (9/9/2026).
Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemenag Nur Kafid mengatakan, perpanjangan jadwal dilakukan seiring peningkatan antusiasme peserta dari berbagai daerah.
Kebijakan itu sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi periset, akademisi, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam AICIS+ 2026.
AICIS+ 2026 dijadwalkan berlangsung di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat, mulai Selasa (17/11/2026) hingga Jumat (20/11/2026).
Tahun ini, konferensi mengusung tema “Revitalizing Islamic Civilization for Sustainable Life: Local Heritage, Technological Innovation, and Human Flourishing”.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof, Dr, Phil, Sahiron mengatakan, AICIS+ 2026 tidak hanya menjadi ruang pertemuan akademisi, tetapi juga forum untuk merumuskan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan global kontemporer.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof, Dr, Phil, Sahiron.“Peradaban Islam memiliki kekayaan warisan lokal yang sarat nilai transformatif. Melalui AICIS+ 2026, kami ingin menjembatani antara kearifan lokal tersebut dengan inovasi teknologi modern guna mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan dan bermartabat bagi kemanusiaan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (2/9/2026).
Fokus tersebut kemudian diterjemahkan melalui pembahasan mengenai integrasi antara khazanah warisan lokal (local heritage), perkembangan teknologi mutakhir (technological innovation), serta pencapaian kesejahteraan manusia (human flourishing) dalam kerangka paradigma keislaman yang berkelanjutan.
Melalui diskusi akademis tersebut, peserta diharapkan dapat melahirkan terobosan pemikiran dan rekomendasi strategis bagi pembangunan peradaban global.
Dorong partisipasi perguruan tinggi
Ketua Steering Committee AICIS+ 2026 Faqiuddin Abdul Qodir mengajak dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang penguatan tradisi riset ilmiah.
Ruang partisipasi itu terbuka bagi sivitas akademika, baik dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), maupun perguruan tinggi umum di dalam dan luar negeri.
Selain periset, dosen, dan mahasiswa, forum tersebut juga terbuka bagi akademisi, praktisi, serta tenaga kependidikan.
Kemenag juga mendorong pimpinan perguruan tinggi serta tim hubungan masyarakat (Humas) di lingkungan PTKIN dan PTKIS untuk aktif menginformasikan rangkaian AICIS+ 2026 melalui kanal resmi masing-masing.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai registrasi, panduan, subtema riset, alur pengiriman abstract dan full paper, persyaratan administratif, serta lini masa kegiatan AICIS+ 2026, dapat diakses melalui laman resmi AICIS+ 2026 di aicis.uinssc.ac.id.