Advertorial

Transformasi Manajemen Baru Mulai Berbuah Manis, BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026

Kompas.com - 03/09/2026, 09:43 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melanjutkan agenda transformasi perseroan sebagai fondasi untuk membangun pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Transformasi yang dijalankan secara konsisten tersebut kini mulai tecermin pada penguatan kinerja BRI, termasuk laba bersih yang mencapai Rp 31,2 triliun pada triwulan II 2026, atau tumbuh 17,5 persen secara year-on-year (yoy).

Capaian tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam agenda konferensi pers “Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026” di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R K, Direktur Finance and Strategy BRI Achmad Royadi, Direktur Network and Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti turut hadir dalam acara tersebut.

Hery mengatakan, di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sehat, memperbaiki kualitas aset, serta memperkuat profitabilitas.

“Transformasi yang BRI jalankan secara konsisten sejak manajemen baru, mulai menunjukkan hasil yang positif. BRI melakukan penguatan dari sisi bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko yang tetap kuat,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (2/9/2026).

Bagi BRI, lanjut Hary, transformasi tersebut membuat BRI semakin produktif dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat.

Hery menambahkan, BRI memandang pertumbuhan yang berkelanjutan tidak semata-mata diukur dari besarnya laba yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas pertumbuhan itu sendiri.

“Karena itu, perseroan terus mendorong ekspansi bisnis secara selektif dan prudent, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis,” imbuhnya.

Perkuat pendanaan

Melalui BRIVolution Reignite, BRI melanjutkan transformasi dengan dua agenda besar yang berjalan secara simultan, yakni memperkuat pendanaan serta memperbaiki bisnis inti yang sudah ada sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, BRI berfokus memperbesar basis dana murah dan transaksional melalui pendekatan berbasis ekosistem.

Strategi tersebut dijalankan dengan memaksimalkan kapabilitas digital channel, mulai dari akuisisi merchant, peningkatan transaksi BRImo dan QRIS, hingga BRILink Agen.

Pada saat yang sama, BRI terus memperdalam penetrasi pada klaster bisnis, mengintegrasikan value chain, serta mengoptimalkan One BRI Solution.

Pada bisnis inti, BRI melakukan revamp terhadap segmen mikro yang selama ini menjadi kekuatan utama perseroan.

BRI juga memulai bangun sumber pertumbuhan baru yang fokusnya mencakup optimalisasi potensi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting untuk mengakuisisi nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank melalui sinergi BRI Group.

Lebih lanjut, Hery menuturkan, dengan fundamental yang semakin kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat terus melanjutkan momentum positif ke depan.

Penguatan tersebut dapat memberikan ruang bagi BRI untuk terus menjalankan perannya dalam mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah dan menggerakkan perekonomian nasional, dengan tetap menjaga kualitas aset serta menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Bagi BRI, mendukung program pemerintah dan menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar pertumbuhan yang BRI hasilkan dapat menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Mitra pemerintah dalam inklusi ekonomi

Dalam mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan perekonomian Indonesia secara berkelanjutan, BRI secara aktif menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan dan inklusi ekonomi.

Peran tersebut dijalankan antara lain melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Fasilitas Likuidatas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis, dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta penyaluran berbagai bantuan sosial seperti PKH, Sembako Stimulus, dan BLT Kesra.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk memperluas dampak ekonomi kerakyatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan terhadap berbagai agenda pembangunan nasional berjalan beriringan dengan upaya perseroan untuk terus memperkuat fundamental dan menjaga kualitas pertumbuhan bisnis.

Hal tersebut tecermin dari kinerja BRI hingga triwulan II 2026 yang tetap solid, baik dari sisi pertumbuhan bisnis, profitabilitas, efisiensi, maupun kualitas aset.

Aset tumbuh, kualitas kredit membaik

Hingga triwulan II 2026, total aset BRI mencapai Rp 2.352 triliun, atau tumbuh 11,7 persen secara yoy.

Penyaluran kredit tumbuh lebih tinggi sebesar 16,2 persen menjadi Rp 1.646 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen yoy.

BRI pun tidak hanya berfokus pada peningkatan volume DPK, tetapi juga terus memperkuat kualitas pendanaan melalui peningkatan rasio CASA.

Peningkatan profitabilitas tersebut juga diikuti oleh perbaikan efisiensi dan kualitas aset. Cost of fund (CoF) secara bank only turun dari 3,0 persen menjadi 2,4 persen, sementara cost to income ratio (CIR) membaik dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen.

Dari sisi kualitas aset, rasio non-performing loan (NPL) turun dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen, sedangkan cost of credit (CoC) membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Penguatan fundamental tersebut turut menopang kemampuan perseroan dalam menghasilkan imbal hasil yang kuat.

Return on assets (ROA) BRI tetap terjaga pada kisaran 2,7 persen, sementara return on equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen pada triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada triwulan II 2026.

Meski terus bertransformasi, Hery menegaskan bahwa DNA BRI tetap sama, yakni tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia. UMKM akan tetap menjadi core business BRI.

Oleh karena itu, keberhasilan transformasi tidak hanya dilihat dari kemampuan BRI meningkatkan kinerja, tetapi juga dari seberapa besar pertumbuhan tersebut dapat menciptakan nilai dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau