KOMPAS.com – PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty) sebagai pengelola aset Telkom terus mendukung langkah transformasi TelkomGroup dalam melakukan optimalisasi dan leveraging asset.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, menciptakan efisiensi operasional, serta memberikan kontribusi yang lebih optimal dari setiap anak perusahaan.
Direktur Utama TelkomProperty Didit Sulistyo mengatakan, pihaknya tengah melakukan leveraging terhadap 3.010 aset yang dikelola di berbagai lokasi. Saat ini, sekitar 50 persen di antaranya telah berhasil dioptimalkan.
Dalam pelaksanaannya, TelkomProperty terbuka terhadap peluang pemanfaatan aset dari berbagai pihak, termasuk calon mitra eksternal.
Pembukaan peluang itu dilakukan melalui mekanisme bisnis yang wajar dan proporsional secara business-to-business (B2B), dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola dan peraturan yang berlaku.
Sejalan dengan langkah tersebut, PT Telkom Landmark Tower (TLT), anak usaha TelkomProperty selaku pengelola gedung Graha Merah Putih (GMP), terus mendorong leveraging asset dengan membuka peluang untuk para mitra eksternal yang akan menyewa aset gedung milik TelkomGroup.
Direktur Utama TLT Suratman menyampaikan, sebagai salah satu entitas pengelola aset properti di lingkungan TelkomGroup, optimalisasi aset merupakan bagian dari langkah leveraging asset yang sudah berjalan dalam proses bisnis perusahaan.
“Tentunya, kami akan selalu berupaya memastikan produktivitas aset untuk dapat melayani kebutuhan TelkomGroup ataupun mitra dan tenant eksternal lainnya secara maksimal,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (5/9/2026).
Gedung Graha Merah Putih (GMP) yang dikelola TelkomProperty. Suratman mengatakan, Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu calon mitra yang berencana memanfaatkan dan menyewa ruang di Graha Merah Putih.
Saat ini, rencana tersebut telah memasuki proses negosiasi dan pembahasan lebih lanjut serta dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Kami berkomitmen menjaga kepastian dan keberlangsungan operasional para tenant yang berada di gedung tersebut. Setiap proses juga akan dilakukan secara tertib dan terukur,” tutur Suratman.