KOMPAS.com – Sebanyak 1.000 pelari mengikuti Bank Jateng Friendship Run Boyolali pada Minggu (30/8/2026) sebagai bagian dari rangkaian menuju satu dekade Bank Jateng Borobudur Marathon 2026.
Ajang fun run sejauh 5 km tersebut digelar bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun Ke-81 Provinsi Jawa Tengah dengan titik start dan finis di Alun-Alun Kidul Boyolali.
Mengusung semangat “Decade of Legacy”, Bank Jateng Friendship Run Boyolali membawa pesan “Merayakan yang Telah Dilalui, Menyambut Perjalanan yang Akan Datang”.
Melalui kegiatan tersebut, pelari, komunitas, dan masyarakat dipertemukan dalam satu pengalaman berlari bersama serta menjadi bagian dari perjalanan Bank Jateng Borobudur Marathon menuju penyelenggaraan satu dekade.
Rangkaian kegiatan dimulai satu hari sebelumnya dengan race pack collection di Pendopo Gedhe Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (29/8/2026).
Pada hari pelaksanaan, sejumlah peserta turut meramaikan acara dengan mengenakan kostum unik sebagai bagian dari kemeriahan Bank Jateng Friendship Run.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan, kegiatan di Boyolali merupakan bagian dari rangkaian menuju Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 yang akan digelar pada Minggu (15/11/2026).
Setelah Boyolali, Bank Jateng Friendship Run juga akan diselenggarakan di Kota Semarang pada Minggu (20/9/2026).
“Kegiatan ini adalah upaya kami untuk mengenalkan ajang Bank Jateng Borobudur Marathon kepada masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari cara kami, Pemerintah Provinsi Jateng, untuk memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 Jateng,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (7/9/2026).
Dorong gaya hidup sehat dan ekonomi daerah
Sumarno melanjutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas olahraga.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani, olahraga juga dapat mendukung kesehatan mental masyarakat.
Ajang lari seperti Bank Jateng Borobudur Marathon juga bisa memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 diperkirakan akan diikuti sekitar 12.500 pelari dari dalam dan luar negeri.
Sumarno mengatakan, penyelenggaraan tahun lalu mencatat nilai transaksi sekitar Rp 76 miliar. Nilai ini ditargetkan meningkat pada 2026 seiring pertambahan jumlah peserta sekitar 1.000 orang.
Pertumbuhan ekonomi Jateng, lanjutnya, sebagian besar ditopang sektor konsumsi. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan pariwisata olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong perputaran ekonomi.
“Ini harus dioptimalkan karena kalau hasilnya bagus bisa berkontribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah. Mungkin sekarang juga berbicara masalah keterbatasan fiskal. Mudah-mudahan upaya ini bisa membantu pembangunan di Jateng,” ujarnya.
Libatkan UMKM lokal
Dampak ekonomi tersebut juga diarahkan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita mengatakan, Bank Jateng mendukung penyelenggaraan pariwisata olahraga, termasuk Bank Jateng Borobudur Marathon, karena dapat membantu menggerakkan perekonomian daerah dan UMKM.
Dalam Friendship Run Boyolali, sebanyak 10 UMKM binaan Bank Jateng dilibatkan setelah melalui proses kurasi, terutama untuk menjamin kualitas dan kebersihannya.
“Mereka terpilih untuk kami berikan dan sediakan booth secara gratis. Mereka bisa langsung mengakses pasar, bertemu dengan ribuan warga yang hadir pada ajang hari ini,” kata Anna.
Pelaku UMKM binaan Bank Jateng juga dilibatkan dalam Bank Jateng Friendship Run di Semarang.
Sementara itu, pada Bank Jateng Borobudur Marathon pada November mendatang, jumlah UMKM yang terlibat akan diperluas dan tidak hanya berasal dari Magelang, tetapi juga sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.
Siapkan kejutan untuk satu dekade Borobudur Marathon
Direktur Bisnis Harian Kompas Lukminto Wibowo mengatakan, perayaan satu dekade Bank Jateng Borobudur Marathon akan menghadirkan sejumlah hal baru.
Tidak hanya penambahan jumlah peserta, penyelenggara juga menyiapkan medali khusus bagi pelari yang telah beberapa kali mengikuti Bank Jateng Borobudur Marathon.
“Selain medali finisher, akan diberikan pula medali khusus bagi pelari yang sudah beberapa kali mengikuti Borobudur Marathon. Itu merupakan salah satu wujud penghargaan kami terhadap para pelari yang setia mengikuti ajang ini,” ujar Lukminto.
Selepas berlari, peserta dan masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan di area race village, mulai dari senam sehat, menikmati kuliner lokal, hingga menyaksikan pertunjukan hiburan.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Best Costume, lucky draw, dan door prize dalam rangka perayaan HUT Ke-81 Jateng.
Identitas lokal Boyolali turut dihadirkan melalui keterlibatan UMKM dan kuliner khas daerah.
Peserta juga mendapatkan collectible jersey hasil kolaborasi dengan seniman lokal yang mengangkat berbagai ikon Boyolali serta finisher item khusus yang hanya tersedia dalam Bank Jateng Friendship Run Boyolali.
Nuansa kebersamaan turut diperkuat melalui kegiatan makan soto bersama yang mempertemukan pelari, komunitas, dan masyarakat setempat di luar lintasan.
Melalui rangkaian tersebut, Bank Jateng Friendship Run Boyolali menjadi bagian dari perayaan perjalanan Jawa Tengah di usia ke-81 serta menyambut satu dekade Bank Jateng Borobudur Marathon.
Dari Boyolali, rangkaian Decade of Legacy akan berlanjut menuju Bank Jateng Friendship Run Semarang hingga puncaknya pada Bank Jateng Borobudur Marathon 2026.
Sebagai informasi, Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 diselenggarakan oleh Harian Kompas dengan dukungan Bank Jateng, Yayasan Borobudur Marathon, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah mitra penyelenggara.