KOMPAS.com – Wahana Visi Indonesia (WVI) kembali mengadakan Seoul Guarantee Insurance (SGI) Dream Class yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui dukungan perangkat digital di sekolah.
Bekerja sama dengan SGI, program tersebut dilaksanakan di Jakarta Utara, kawasan padat penduduk dengan tingkat kerentanan sosial ekonomi yang tinggi.
National Director WVI Angelina Theodora menjelaskan, sebagai organisasi kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak, pihaknya senantiasa berkomitmen memastikan anak-anak Indonesia dapat bertumbuh dengan baik, salah satunya melalui peningkatan fasilitas pendidikan.
Untuk itu, WVI telah bekerja sama dengan SGI sejak 2022 untuk meningkatkan akses terhadap teknologi di sekolah.
Dukungan dari SGI dan WVI melalui program SGI Dream Class.“Dukungan yang kami berikan pada 2026 telah memberikan manfaat bagi tiga sekolah di Jakarta Utara. Secara total, terdapat 677 siswa dan 61 guru yang menerima manfaat melalui donasi ini. Perangkat digital ini akan dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan membangun kemampuan literasi digital yang baik untuk anak-anak,” ujar Angelina dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (4/9/2026).
Dukungan perangkat digital
Program tersebut melibatkan pemerintah melalui kepala pelaksana pendidikan tingkat kecamatan. Mereka turut merekomendasikan sekolah yang membutuhkan dukungan perangkat digital.
Pihak sekolah sebagai partisipan memiliki kewajiban merawat perangkat digital yang telah diberikan oleh SGI.
Peserta didik dalam program tersebut juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memanfaatkan semaksimal mungkin bantuan yang telah diberikan.
SGI Dream Class ditujukan sebagai tindak lanjut dalam mengatasi masalah implementasi teknologi dalam pendidikan di Indonesia yang masih tertinggal.
Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara Heni Nurhayani menjelaskan, bantuan perangkat pendukung pembelajaran digital yang diberikan kepada sekolah di wilayah tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.
“Kami berharap, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sekolah penerima manfaat, tidak hanya untuk mendukung proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ucap Heni.
Dukungan dari SGI dan WVI melalui program SGI Dream Class.Sementara itu, Chief Representative of Jakarta Representative Office Seoul Guarantee Insurance Lee Jong Yeong menyampaikan harapannya agar para siswa memiliki rasa ingin tahu, terus belajar, dan memanfaatkan perangkat baru tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Teknologi dapat membuka banyak peluang baru. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kalian menggunakannya untuk belajar, berkreasi, dan terus berkembang,” ujar Lee.
Salah satu siswa yang menjadi penerima manfaat dalam program tersebut, Nathan, menyampaikan rasa syukur dan harapannya setelah sekolahnya menerima bantuan perangkat digital.
“Terima kasih untuk SGI dan WVI yang sudah membantu sekolah kami dengan mendonasikan laptop dan perangkat digital lainnya. Perangkat ini akan saya gunakan untuk mengakses internet lebih luas dan membantu pembelajaran seperti IPA, Matematika, dan lain-lain. Fasilitas yang memadai ini akan membuat kami sebagai siswa bisa lebih semangat belajar dengan menggunakan perangkat digital,” ucap Nathan.
Tidak hanya siswa, guru juga merasakan manfaat dari donasi yang diberikan. Salah satu guru SD penerima manfaat, Achmad, SPd, berharap agar bantuan tersebut dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi para siswa dalam mengenal dan mempelajari teknologi sejak dini.
”Dengan adanya laptop ini, pembelajaran komputer tidak hanya sebatas teori. Siswa dapat langsung belajar dan praktik menggunakan perangkat komputer, mulai dari mengetik, mengoperasikan aplikasi seperti Word dan PowerPoint, belajar mencari informasi secara bijak di internet, hingga pengenalan dasar-dasar teknologi dan informatika sesuai dengan tingkat kelas masing-masing,” tutur Achmad.