Advertorial

Wahana Visi Indonesia dan Seoul Guarantee Insurance Hibahkan Perangkat Digital untuk 3 Sekolah di Jakarta Utara

Kompas.com - 08/09/2026, 08:00 WIB

KOMPAS.com – Wahana Visi Indonesia (WVI) kembali mengadakan Seoul Guarantee Insurance (SGI) Dream Class yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui dukungan perangkat digital di sekolah.

Bekerja sama dengan SGI, program tersebut dilaksanakan di Jakarta Utara, kawasan padat penduduk dengan tingkat kerentanan sosial ekonomi yang tinggi.

National Director WVI Angelina Theodora menjelaskan, sebagai organisasi kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak, pihaknya senantiasa berkomitmen memastikan anak-anak Indonesia dapat bertumbuh dengan baik, salah satunya melalui peningkatan fasilitas pendidikan.

Untuk itu, WVI telah bekerja sama dengan SGI sejak 2022 untuk meningkatkan akses terhadap teknologi di sekolah.

Dukungan dari SGI dan WVI melalui program SGI Dream Class.Dok. WVI Dukungan dari SGI dan WVI melalui program SGI Dream Class.

“Dukungan yang kami berikan pada 2026 telah memberikan manfaat bagi tiga sekolah di Jakarta Utara. Secara total, terdapat 677 siswa dan 61 guru yang menerima manfaat melalui donasi ini. Perangkat digital ini akan dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan membangun kemampuan literasi digital yang baik untuk anak-anak,” ujar Angelina dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (4/9/2026).

Dukungan perangkat digital

Program tersebut melibatkan pemerintah melalui kepala pelaksana pendidikan tingkat kecamatan. Mereka turut merekomendasikan sekolah yang membutuhkan dukungan perangkat digital.

Pihak sekolah sebagai partisipan memiliki kewajiban merawat perangkat digital yang telah diberikan oleh SGI.

Peserta didik dalam program tersebut juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memanfaatkan semaksimal mungkin bantuan yang telah diberikan.

SGI Dream Class ditujukan sebagai tindak lanjut dalam mengatasi masalah implementasi teknologi dalam pendidikan di Indonesia yang masih tertinggal.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara Heni Nurhayani menjelaskan, bantuan perangkat pendukung pembelajaran digital yang diberikan kepada sekolah di wilayah tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.

“Kami berharap, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sekolah penerima manfaat, tidak hanya untuk mendukung proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ucap Heni.

Dukungan dari SGI dan WVI melalui program SGI Dream Class.Dok. WVI Dukungan dari SGI dan WVI melalui program SGI Dream Class.

Sementara itu, Chief Representative of Jakarta Representative Office Seoul Guarantee Insurance Lee Jong Yeong menyampaikan harapannya agar para siswa memiliki rasa ingin tahu, terus belajar, dan memanfaatkan perangkat baru tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Teknologi dapat membuka banyak peluang baru. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kalian menggunakannya untuk belajar, berkreasi, dan terus berkembang,” ujar Lee.

Salah satu siswa yang menjadi penerima manfaat dalam program tersebut, Nathan, menyampaikan rasa syukur dan harapannya setelah sekolahnya menerima bantuan perangkat digital.

“Terima kasih untuk SGI dan WVI yang sudah membantu sekolah kami dengan mendonasikan laptop dan perangkat digital lainnya. Perangkat ini akan saya gunakan untuk mengakses internet lebih luas dan membantu pembelajaran seperti IPA, Matematika, dan lain-lain. Fasilitas yang memadai ini akan membuat kami sebagai siswa bisa lebih semangat belajar dengan menggunakan perangkat digital,” ucap Nathan.

Tidak hanya siswa, guru juga merasakan manfaat dari donasi yang diberikan. Salah satu guru SD penerima manfaat, Achmad, SPd, berharap agar bantuan tersebut dapat menjadi sarana yang bermanfaat bagi para siswa dalam mengenal dan mempelajari teknologi sejak dini.

”Dengan adanya laptop ini, pembelajaran komputer tidak hanya sebatas teori. Siswa dapat langsung belajar dan praktik menggunakan perangkat komputer, mulai dari mengetik, mengoperasikan aplikasi seperti Word dan PowerPoint, belajar mencari informasi secara bijak di internet, hingga pengenalan dasar-dasar teknologi dan informatika sesuai dengan tingkat kelas masing-masing,” tutur Achmad.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau