KOMPAS.com – Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan Phillip Sekuritas Indonesia Kembali menghadirkan Indonesia Stock Trading Competition (ISTC) 2026.
Kompetisi perdagangan saham tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan siswa SMA di seluruh Indonesia untuk mengembangkan kemampuan dalam memahami pasar modal serta mengambil Keputusan investasi.
Mengusung tema “Decode The Market: Navigating Volatility Through Calculated Precision”, ISTC 2026 dirancang untuk membekali peserta dalam menghadapi dinamika dan volatilitas pasar melalui pengambilan keputusan yang terukur dan strategis.
Rangkaian ISTC 2026 akan diawali dengan sesi Trading 101 pada Sabtu, 5 September 2026 yang wajib diikuti oleh seluruh peserta.
Pembekalan peserta ISTC 2026
Melalui sesi tersebut, peserta akan mendapatkan pembekalan untuk mengasah kemampuan trading dan memahami pentingnya diversifikasi portofolio.
Peserta juga akan dibekali pemahaman mengenai disiplin dalam manajemen risiko serta pengambilan keputusan strategis yang didasarkan pada analisis pasar secara mendalam.
Sesi pembekalan ini akan menghadirkan perwakilan dari Phillip Sekuritas Indonesia sebagai narasumber.
Selain memperoleh pembekalan dari praktisi pasar modal, peserta juga akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dari pengalaman kompetitif pemenang ISTC sebelumnya.
Sesi tersebut akan ditutup dengan sharing dari peraih juara pertama ISTC 2025 dari Trisakti School of Management (TSM), Rafif Mahsa Baihaqi, yang akan membagikan pengalaman dan strategi sebagai bekal peserta menghadapi kompetisi.
Kompetisi perdagangan saham
Kompetisi utama ISTC 2026 akan berlangsung pada 21 September hingga 8 Oktober 2026 melalui platform Phillip’s Online Electronic Mart System (POEMS) by Phillip Sekuritas Indonesia.
Pada tahap awal, peserta akan berkompetisi dalam perdagangan saham yang tergabung dalam indeks KOMPAS100 menggunakan akun virtual dengan modal awal sebesar Rp 100 juta.
Dalam 14 hari kerja, peserta ditantang untuk menentukan strategi perdagangan dan mengelola portofolio secara optimal di tengah dinamika pasar.
Penilaian pada tahap awal memiliki bobot sebesar 60 persen dari keseluruhan penilaian. Peringkat peserta ditentukan berdasarkan total asset balance yang berhasil dicapai selama periode perdagangan.
Tujuh peserta atau tim dengan asset balance tertinggi pada akhir tahap awal akan melanjutkan kompetisi ke tahap final untuk memperebutkan posisi terbaik dalam ISTC 2026.
Tahap final ISTC 2026
Memasuki tahap final, ketujuh finalis akan menyampaikan presentasi secara luring yang dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian pemberian penghargaan pada Jumat, 6 November 2026.
Materi pitch deck yang disampaikan akan berisi akumulasi analisis yang digunakan peserta selama proses pemilihan saham pada tahap awal.
Melalui tahap tersebut, peserta tidak hanya dituntut untuk menunjukkan hasil trading, tetapi juga menjelaskan strategi, pertimbangan analitis, serta proses pengambilan keputusan yang mendasari kinerja portofolio mereka.
Final stage memiliki bobot sebesar 40 persen dengan penilaian yang mencakup strategy and analysis sebesar 40 persen, risk management sebesar 20 persen, macroeconomics sebesar 10 persen, dan presentation sebesar 30 persen.
Dengan demikian, ISTC 2026 menempatkan kemampuan analisis dan pengambilan keputusan sebagai bagian penting dalam menentukan keberhasilan peserta, di samping performa trading pada tahap awal.
Pengalaman dan hadian kompetisi
Melalui rangkaian kompetisi dan pembekalan tersebut, ISTC 2026 diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif dalam memahami pasar modal.
Kompetisi tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian return, tetapi juga mendorong peserta untuk memahami proses di balik setiap keputusan investasi, mulai dari analisis pasar, penyusunan strategi, hingga penerapan manajemen risiko.
Pengalaman tersebut turut tercermin dari perjalanan Rafif. Menurutnya, ISTC menjadi salah satu pengalaman yang berharga dalam proses mempelajari pasar modal.
”Lebih dari sekadar mengasah kemampuan teknis, ISTC benar-benar menguji proses berpikir, kedisiplinan, dan konsistensi peserta,” ujar Rafif dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (9/9/2026).
ISTC 2026 menawarkan total hadiah hingga Rp 20 juta bagi para peserta terbaik. Juara pertama akan memperoleh hadiah Rp 7 juta, juara kedua Rp 5 juta, dan juara ketiga Rp 3 juta.
Selain itu, seluruh finalis yang berhasil mencapai tahap akhir juga akan memperoleh hadiah Rp 500 ribu.
Melalui penyelenggaraan ISTC 2026, KSPM FEB UI bersama Phillip Sekuritas Indonesia berharap kompetisi ini dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengalaman praktis bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika pasar modal.
Dengan kemampuan membaca kondisi pasar, menyusun strategi secara terukur, serta menerapkan manajemen risiko secara disiplin, peserta diharapkan mampu menghadapi volatilitas melalui keputusan investasi yang lebih terencana dan penuh perhitungan.