KOMPAS.com - Melalui Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, Aparatur Sipil Negara (ASN) Jawa Barat sukses merenovasi 18 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Seluruh biaya renovasi rumah berasal dari para ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang dikumpulkan setiap hari sebesar Rp 1.000 per orang.
Hasil renovasi rumah tersebut sempat ditinjau langsung oleh inisiator gerakan Poe Ibu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Senin (7/9/2026).
Dari 18 unit rumah yang direnovasi, perbaikan tidak hanya menyasar struktur bangunan, tetapi juga diperluas dan ditambah fasilitas yang representatif.
Pria yang akrab disapa KDM itu mengatakan bahwa beberapa rumah yang direnovasi sebelumnya tidak memiliki sarana mandi, cuci, kakus (MCK). Bahkan ada pula yang belum memiliki jaringan listrik secara mandiri.
“Jadi ini tidak hanya renovasi, tapi memperluas juga, lalu sebelumnya tidak ada MCK, sekarang ada, listrik sekarang mandiri, septiktang juga kita bikin,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (10/9/2026).
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan bahwa selain pembuatan kamar mandi, perbaikan rutilahu tersebut juga mencakup perbaikan lantai dan dinding, penggantian genting, pemasangan plafon, serta kaca.
“Kini, 18 unit rumah tersebut sudah layak untuk ditinggali,” tuturnya.
Perubahan signifikan terhadap hunian yang direnovasi turut dirasakan salah satu penerima bantuan, Enung.
“Alhamdulillah, senang sekali sampai enggak bisa berkata apa-apa. Hatur nuhun kepada bapak dan ibu yang sudah menyumbangkan rezekinnya untuk saya. Hatur nuhun juga untuk Bapak KDM,” ujarnya.
Sebagai informasi, Poe Ibu merupakan gerakan partisipatif berbasis gotong royong dari Pemprov Jabar yang mengusung nilai kearifan lokal “silih asih, silih asah, silih asuh”.