KOMPAS.com - Lahirnya musisi dan band independen baru terus mewarnai perkembangan skena musik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Pada era ketika sebuah lagu bisa dirilis hanya dalam hitungan menit dan didistribusikan ke berbagai platform secara bersamaan, tantangan terbesar musisi independen bukan lagi soal menciptakan karya, melainkan bagaimana karya tersebut dapat menemukan pendengarnya.
Berangkat dari semangat untuk menjembatani talenta-talenta baru dengan audiens yang lebih luas, Authenticity Soundroom konsisten hadir selama empat tahun terakhir sebagai ruang temu bagi musisi independen dari berbagai penjuru Indonesia.
Tahun ini, antusiasme tersebut kembali terlihat melalui ribuan submission yang masuk, menghadirkan spektrum musik yang semakin beragam, mulai dari rock, pop alternatif, folk, hingga berbagai eksplorasi genre yang sulit didefinisikan dalam satu kategori.
Untuk menyaring ribuan karya tersebut, Authenticity Soundroom melibatkan tiga figur dengan karakter dan perspektif yang berbeda dalam memandang musik, yakni Basboi, Lale, dan Soleh Solihun.
Melalui sesi kurasi yang disiarkan secara langsung bersama ClasFM di TikTok, ketiganya menyeleksi sekaligus mengulas karya para peserta hingga akhirnya terpilih 15 band terbaik yang berhak melaju ke fase berikutnya.
Soleh Solihun, Lale, dan Basboi berperan sebagai kurator yang menyeleksi dan mengulas ribuan karya musisi independen dalam ajang Authenticity Soundroom 2026.Perjalanan Soundroom tidak berhenti pada proses seleksi atau penentuan pemenang semata.
Authenticity Brand Representative, Herard Drachman, mengatakan bahwa antusiasme yang terus hadir setiap tahunnya menunjukkan bahwa semakin banyak musisi independen yang berani memperkenalkan karya dan identitas musik mereka.
“Setiap tahun kami selalu menemukan cerita yang berbeda. Bukan hanya soal musiknya, tetapi juga tentang keberanian para band untuk terus berkarya dan mencari jalannya sendiri,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (11/9/2026).
Bagi Authenticity Soundroom, lanjut Herard, antusiasme tahun ini menunjukkan bahwa skena musik independen Indonesia terus bergerak dan berkembang.
Kini, 15 band terpilih tersebut memasuki tahap berikutnya untuk memperebutkan kesempatan tampil di Hingar Bingar Stage Pestapora melalui program Soundroom Berpestapora 2026.
Satu band akan ditentukan melalui voting publik di website resmi Authenticity Soundroom, sementara dua band lainnya akan dipilih berdasarkan penilaian kurator bersama tim Pestapora.
Adapun 12 band dan musisi lainnya berkesempatan untuk tampil secara bergilir di Soundroom Stage Pestapora dan Authenticity Community Lounge.
Bagi publik, fase tersebut menjadi kesempatan untuk terlibat langsung dalam perjalanan band favorit mereka.
Sementara bagi para musisi, langkah tersebut menjadi babak baru untuk membawa karya yang selama ini tumbuh di ruang-ruang kecil menuju audiens yang lebih luas.
Panduan voting untuk publik yang ingin mendukung musisi favoritnya tampil di Hingar Bingar Stage Pestapora 2026, dibuka pada periode 8-14 September 2026.Authenticity Soundroom percaya, setiap karya otentik memiliki peluang yang sama untuk ditemukan selama karya mereka authentic dan memiliki karakter yang kuat.
Karena itu, Soundroom tidak dihadirkan sebagai program yang berhenti setelah pemenang diumumkan.
Melainkan, Soundroom ingin menjadi bagian dari perjalanan mereka, membuka lebih banyak kesempatan tampil, mempertemukan mereka dengan audiens yang lebih luas, serta membantu mereka terus berkembang sebagai musisi.
“Pada akhirnya, yang ingin kami dorong bukan hanya lahirnya talenta baru, tetapi juga tumbuhnya ekosistem musik independen Indonesia yang semakin kuat,” ujar Herard.
Perjalanan TOP-15 Authenticity Soundroom 2026 kini berlanjut ke tangan para penikmat musik.
Voting dapat dilakukan melalui https://authenticity.id/soundroom untuk menentukan satu band yang akan melaju ke Hingar Bingar Stage Pestapora 2026.