Advertorial

Jadi Tulang Punggung Keluarga, Ini Perjuangan Kaluna di “Home Sweet Loan The Musical”

Kompas.com - 16/09/2026, 18:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Cerita Kaluna dalam Home Sweet Loan akan kembali hadir dalam bentuk yang berbeda. Setelah dikenal melalui novel dan film, kisah perjuangan Kaluna dalam memiliki rumah serta sebagai tulang punggung keluarga di tengah tekanan kehidupan kota kini diadaptasi menjadi pertunjukan musikal.

Home Sweet Loan The Musical garapan Indonesia Kaya, Visinema, dan Jakarta Art House akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (30/9/2026) hingga Minggu (18/10/2026).

Menjelang pementasan, para kreator dan pemain memperlihatkan proses latihan serta cuplikan adegan Act 1 yang menampilkan dinamika Kaluna bersama keluarganya di hadapan awak media.

Sutradara Home Sweet Loan The Musical Lisa Reideka mengatakan, proses kreatif pertunjukan kini mulai diarahkan pada pendalaman karakter.

"Bedanya sama yang sebelumnya itu, aku fokus banget ke view yang besar. Namun, sekarang yang harus diperdalam adalah karakter dari masing-masing pemain," ujar Lisa dalam konferensi pers Home Sweet Loan The Musical di Studio Sepat 72, Kebagusan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

Lisa melanjutkan, proses latihan membuat tim kreatif menemukan lapisan baru dari setiap karakter. Sebelumnya, cerita lebih banyak berpusat pada Kaluna sebagai tulang punggung keluarga. Kini, hubungan Kaluna dengan keluarga dan teman-temannya turut digali.

"Kami kemarin fokusnya ke Kaluna karena ini adalah cerita dari Kaluna. Namun, semakin ke sini, layers dari keluarga, layers dari teman-teman Kaluna, ini ternyata banyak banget yang bisa kami kasih ke penonton," katanya kepada awak media, termasuk Kompas.com.

Hal tersebut terlihat dari karakter Kanendra dan Kamala yang pada awalnya dipandang sebagai sosok yang memberikan tekanan kepada Kaluna.

Namun, menurut Lisa, keduanya memiliki alasan dan persoalan masing-masing sehingga karakter mereka tidak bisa dilihat sekadar sebagai sosok baik atau buruk.

"Kami juga tidak mau ini menjadi karikatur. Maunya, karakter yang ada di panggung itu juga ada di dunia sekitar kita," ujar Lisa.

Pendalaman karakter juga menjadi tantangan bagi Kalya Islamadina dan Chintana Jo yang bergantian memerankan Kaluna. Kalya mengatakan, tiga unsur utama dalam musikal, yakni akting, bernyanyi, dan menari, harus dipadukan untuk menyampaikan cerita.

"Tujuan akhirnya untuk menyampaikan cerita. Jadi, bagaimana caranya badan kita lama-lama bisa menghafal dan jadinya tujuannya itu menyampaikan cerita," kata Kalya.

Menurut Kalya, ketiga unsur tersebut harus terasa menyatu agar emosi karakter tetap tersampaikan kepada penonton.

"Enggak cuma dengan ucapan dari dialog, enggak cuma gerakan dari koreo, dan enggak cuma suara dari lagu. Namun, semuanya disampaikan dengan hati," ujarnya.

Perluas cerita Kaluna lewat musik dan koreografi

Para pemain Home Sweet Loan The Musical saat memperlihatkan cuplikan adegan Act 1 di Studio Sepat 72, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026). Dok. KOMPAS.com/Renaldi Saputra Para pemain Home Sweet Loan The Musical saat memperlihatkan cuplikan adegan Act 1 di Studio Sepat 72, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

Selain akting, perjalanan Kaluna diterjemahkan pula melalui musik. Sebanyak 18 lagu akan hadir dalam album Home Sweet Loan The Musical Original Cast Recording yang terdiri dari 14 lagu orisinal dan empat lagu yang sebelumnya telah dirilis.

Album tersebut akan dirilis sebelum pertunjukan musikal dimulai pada Kamis (17/9/2026).

Music Director dan penulis lagu Home Sweet Loan The Musical Ivan Tangkulung mengatakan, lagu-lagu tersebut dirancang mengikuti perkembangan cerita dan emosi Kaluna.

"Sejak awal, kami menyusun musiknya sebagai satu perjalanan, bukan sebagai kumpulan lagu yang berdiri sendiri," ujar Ivan.

Beberapa lagu, seperti "Salam Satu Aspal", "Satu Nafas Lagi", dan "Riuh Jakarta", menjadi bagian dari perjalanan Kaluna. Sementara itu, "Cukup Nggak Cukup" dan "Biar Waras" membawa keresahan mengenai kebutuhan hidup dan upaya menjaga kewarasan di tengah tekanan kehidupan kota.

Tidak hanya melalui musik, kehidupan urban juga diterjemahkan lewat gerak tubuh. Koreografi yang digarap El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati digunakan untuk menggambarkan ritme kehidupan Jakarta serta tekanan yang dialami para tokoh.

Program Manager Indonesia Kaya Billy Gamaliel mengatakan, pendekatan tersebut diharapkan membuat penonton tidak sekadar mengikuti cerita Kaluna, tetapi juga mengenali kehidupan masyarakat Jakarta yang menjadi latar persoalan dalam cerita.

"Ketika menonton Home Sweet Loan The Musical, kita bisa kembali mengingat, oh iya, ini Jakarta dengan segala relevansinya," kata Billy.

Menurut Billy, koreografi dalam pertunjukan juga menjadi bagian dari cara untuk menyampaikan situasi dan kehidupan masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan alasan Indonesia Kaya dan para kreator membawa Home Sweet Loan ke panggung musikal.

Cerita tentang keluarga, tanggung jawab, tekanan hidup di tengah kota, hingga impian memiliki rumah masih dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

Didukung BSI

Dukungan BSI untuk Home Sweet Loan The Musical menjadi bagian dari upaya mendorong generasi sandwich generation mewujudkan impian memiliki rumah. Dok. KOMPAS.com/Renaldi Saputra Dukungan BSI untuk Home Sweet Loan The Musical menjadi bagian dari upaya mendorong generasi sandwich generation mewujudkan impian memiliki rumah.

Sebagai informasi, pertunjukan Home Sweet Loan The Musical mendapat dukungan dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI. Dukungan ini merupakan bagian dari Road to BSI International Expo 2026.

Dukungan diberikan lantaran kisah Kaluna sebagai tulang punggung keluarga serta perjuangannya dalam mewujudkan rumah impian juga dialami oleh sebagian generasi muda Indonesia.

Lewat dukungan tersebut, BSI hadir untuk mewujudkan mimpi para sandwich generation memiliki rumah melalui BSI Griya.

Seperti Kaluna yang perlu cermat mengatur keuangan untuk memiliki rumah, BSI Griya memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk menyesuaikan pembiayaan dengan kebutuhan dan kemampuan angsuran.

Fasilitas pembiayaan sesuai prinsip syariah tersebut dapat digunakan untuk membeli rumah, ruko, rukan, maupun apartemen, baik baru maupun bekas, dengan limit hingga Rp 10 miliar dan tenor hingga 30 tahun.

Keuntungan lainnya, BSI Griya menawarkan angsuran pasti hingga pembiayaan lunas sehingga nasabah tidak perlu khawatir dengan perubahan cicilan akibat floating rate.

Ditambah bebas biaya administrasi dan provisi, bebas biaya appraisal untuk pembiayaan hingga Rp 5 miliar, serta uang muka mulai 0 persen sesuai ketentuan yang berlaku, langkah memiliki rumah sejak muda pun dapat dijalani dengan lebih tenang.

Untuk detail informasi mengenai produk BSI Griya dapat diakses pada https://bankbsi.id/produkbsigriya.

Sementara itu, Taman Ismail Marzuki yang dikelola PT Jakarta Propertindo (Perseroda) turut hadir sebagai Official Venue Partner.

Jangan lewatkan pertunjukan Home Sweet Loan The Musical di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Tiket tersedia melalui loket.com/homesweetloanthemusical dan informasi terbaru dapat diikuti melalui akun Instagram @homesweetloanthemusical.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau