KOMPAS.com – Perdagangan dan perkebunan menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Di sejumlah wilayah, kebun karet merupakan sumber penghidupan, sedangkan aktivitas perdagangan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Karakter usaha yang beragam membuat kebutuhan setiap pelaku usaha pun berbeda. Kondisi inilah yang sehari-hari ditemui Teti Ernawati saat menjalankan tugas sebagai tenaga pemasar mikro atau Mantri BRI Unit Garuda di Branch Office Lubuklinggau.
Sejak menjadi Mantri BRI pada 2017, Teti membina ratusan debitur yang tersebar di empat kelurahan, yakni Lubuk Tanjung, Tanjung Aman, Tanjung Indah, dan Watas.
Perkebunan karet dan perdagangan menjadi dua sektor usaha yang paling banyak didampinginya. Untuk menjangkau para pelaku usaha tersebut, Teti mengatur kunjungan secara rutin berdasarkan lokasi agar pendampingan dapat dilakukan secara efektif.
Baginya, interaksi langsung dengan masyarakat membuat pekerjaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perbankan. Dari berbagai pertemuan di lapangan, ia juga mendapat pengalaman dan pengetahuan baru.
“Menjadi Mantri BRI adalah kepuasan dan kebahagiaan tersendiri karena dapat memberikan kontribusi untuk banyak kehidupan. Saya berkembang, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, melalui interaksi langsung di lapangan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (18/9/2026).
Ia mengatakan, berbagai pengalaman yang ditemui selama berinteraksi dengan masyarakat juga menjadi pembelajaran dalam menjalani pekerjaannya.
Kenali kebutuhan pelaku usaha dari dekat
Pada setiap kunjungan, Teti bertemu langsung dengan pelaku usaha untuk melihat perkembangan bisnis serta memahami kebutuhan mereka.
Bentuk pendampingannya pun menyesuaikan dengan kondisi masing-masing nasabah. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mulai berkembang dapat memperoleh dukungan melalui pembiayaan. Sementara itu, usaha perdagangan yang dinilai strategis didorong menjadi BRILink Agen.
Teti juga membantu nasabah memperoleh produk dan layanan perbankan sesuai kebutuhan.
Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun hubungan dengan nasabah. Dengan memahami kondisi mereka secara langsung, langkah yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
“Awal mula hubungan yang baik dimulai dari cara komunikasi yang baik. Memahami kebutuhan nasabah adalah kunci dalam mengambil tindakan untuk selanjutnya,” ungkap Teti.
Interaksi tersebut juga membuat Teti bisa menemukan persoalan yang tidak selalu berkaitan langsung dengan perkembangan usaha.
Di wilayah perkotaan, misalnya, ia masih menjumpai nasabah yang belum memahami pentingnya menjaga data pribadi ketika beraktivitas di ranah digital.
Oleh karena itu, selain mendampingi kebutuhan usaha, Teti turut mengedukasi nasabah agar lebih berhati-hati dalam menjaga informasi pribadi saat menggunakan layanan keuangan.
Bagi Teti, pertemuan dengan berbagai karakter dan cerita masyarakat menjadi bagian penting dari pekerjaannya. Pengalaman ini membuatnya belajar lebih bijak dalam mengambil keputusan serta mendapatkan kepuasan tersendiri ketika melihat usaha yang didampinginya berkembang.
“Ada banyak hal yang membahagiakan, salah satunya ikut tumbuh dan berperan terhadap keberhasilan pelaku usaha yang sudah dibiayai. Ada kepuasan tersendiri ketika melihat pelaku usaha yang saya dampingi terus berkembang dan sukses,” ujarnya.
Pendampingan berbasis kedekatan dengan masyarakat
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, pengalaman Teti menggambarkan bahwa kedekatan dengan masyarakat dapat membantu Mantri BRI memahami perkembangan usaha dan kebutuhan nasabah secara langsung.
Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi bagian dari upaya BRI mendampingi pelaku usaha serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan di berbagai wilayah.
“Kedekatan dengan masyarakat membuat Mantri BRI dapat memahami perkembangan usaha dan kebutuhan mereka secara langsung. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya BRI untuk terus mendampingi pelaku usaha dan memperluas akses layanan keuangan di berbagai wilayah,” kata Dhanny.