Advertorial

5 Tahun Holding Ultra Mikro, 2,3 Juta Debitur Tercatat Naik Kelas

Kompas.com - 18/09/2026, 17:53 WIB

KOMPAS.com – Lima tahun sejak dibentuk pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat, sebanyak 2,3 juta debitur telah naik kelas hingga akhir triwulan II 2026.

Pada periode yang sama, Holding UMi melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Holding UMi dibentuk untuk memperluas layanan keuangan kepada segmen usaha ultramikro yang sebelumnya belum memperoleh akses secara optimal. Integrasi ketiga entitas dikembangkan tidak hanya untuk pembiayaan, tetapi juga mencakup simpanan, transaksi, pemberdayaan dan pendampingan usaha, hingga pembentukan aset melalui ekosistem emas.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan, masing-masing entitas membawa kapabilitas berbeda ke dalam ekosistem tersebut.

“BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” ujar Hery dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (18/9/2026).

Melalui integrasi tersebut, layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan usaha nasabah. Pelaku usaha yang baru memulai, misalnya, dapat memperoleh pendampingan dan pembiayaan ultramikro sebelum beralih ke pembiayaan berkapasitas lebih besar ketika usahanya berkembang.

Dalam ekosistem sama, nasabah juga dapat mengakses layanan transaksi, simpanan, investasi, dan layanan keuangan lainnya.

Didukung lebih dari 15.100 kantor

Untuk memperluas jangkauan layanan, Holding UMi ditopang lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM hingga triwulan II 2026.

Selain jaringan fisik, terdapat lebih dari 74.000 tenaga pemasar yang menjangkau masyarakat hingga tingkat komunitas.

Mereka terdiri dari Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan Account Officer (AO) PNM. Perannya mencakup penyediaan akses pembiayaan dan layanan keuangan, edukasi, pemetaan kebutuhan nasabah, hingga pendampingan pengembangan usaha.

Menurut Hery, keberhasilan Holding UMi tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi ekonomi nasabah.

“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Atas dasar itu, peningkatan kapasitas usaha atau naik kelas menjadi salah satu agenda yang terus didorong dalam Holding UMi.

Ekosistem emas capai 153 ton

Setelah memperluas akses pembiayaan, Holding UMi juga mengembangkan layanan yang diarahkan pada peningkatan inklusi dan literasi keuangan.

Salah satunya dilakukan melalui penguatan ekosistem emas yang dikelola Pegadaian.

Hingga Agustus 2026, ekosistem emas dalam Holding UMi mencapai sekitar 153 ton. Layanannya meliputi gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas digital, dan bullion services.

Pengembangan tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen penyimpan nilai dan pembentukan aset jangka panjang.

Melalui tahapan tersebut, masyarakat yang awalnya memanfaatkan akses pembiayaan diarahkan untuk mulai membangun kebiasaan menabung, memperkuat ketahanan keuangan, hingga memiliki aset.

Hery mengatakan, lima tahun pertama menjadi fondasi bagi pengembangan Holding UMi pada fase berikutnya. Fokus selanjutnya diarahkan agar manfaat integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM dapat dirasakan lebih luas dan mendalam oleh masyarakat.

“Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro tidak sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan,” ucap Hery.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau