KOMPAS.com – Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi dan daya saing Indonesia, terutama di tengah target pemerintah mencapai swasembada energi pada tiga tahun ke depan.
Pada sesi pembekalan dalam Pelantikan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pertamina (UPER) di Auditorium MyPertamina, Simprug, Jakarta, Senin (14/9/2026), Komisaris PT Pertamina (Persero) Laode Sulaeman mengatakan, mahasiswa perlu menyiapkan kompetensi, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi agar dapat mengambil bagian dalam transformasi sektor energi nasional.
Menurutnya, ketahanan energi tidak hanya mencakup persoalan ketersediaan energi, tetapi juga berkaitan dengan daya saing bangsa.
“Indonesia saat ini berada di peringkat ke-48 dari 70 ekonomi dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026, sementara infrastruktur berada di peringkat ke-58 dan menjadi salah satu pilar terlemah,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (18/9/2026).
Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa upaya mencapai swasembada energi membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan secara lintas disiplin.
Oleh karena itu, mahasiswa UPER memiliki ruang untuk berkontribusi melalui berbagai bidang, mulai dari teknik, teknologi informasi, hingga manajemen dan bisnis.
Ia menambahkan, tantangan energi Indonesia ke depan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pasokan, tetapi juga transisi energi, pengembangan energi terbarukan, digitalisasi, efisiensi, dan keberlanjutan.
Apa yang dipelajari mahasiswa saat ini, menurutnya, akan menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan energi Indonesia di masa depan.
Butuh talenta yang adaptif dan kolaboratif
Sejalan dengan itu, Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini pun menekankan peran penting menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis.
Mahasiswa, katanya, juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, menjaga integritas, serta memiliki sustainability mindset.
Emma melanjutkan, mahasiswa merupakan calon pemimpin, inovator, dan profesional yang nantinya ikut menentukan arah sektor energi Indonesia.
Sebagai bagian dari ekosistem Pertamina, mahasiswa UPER juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan praktis serta membangun jejaring melalui kuliah lapangan, kunjungan industri, program magang, penelitian, hingga tugas akhir.
Rektor UPER Prof Ichsan Setya Putra mengatakan, perubahan yang dihadapi generasi muda tidak hanya datang dari sektor energi. Perkembangan kecerdasan buatan, perubahan dunia kerja, perubahan iklim, serta persoalan lingkungan juga akan membentuk masa depan mahasiswa.
“Pendidikan di UPER tidak hanya untuk memperoleh gelar, tetapi untuk mempersiapkan lulusan agar mampu menghadapi perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ichsan.
Dorong mahasiswa jadi inovator keberlanjutan
Pelantikan mahasiswa baru UPER tahun ini mengusung tema “Navigate The Future: Empowering Sustainability Innovators.”
Melalui tema tersebut, UPER mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi juga mampu membaca arah perubahan, beradaptasi, dan menciptakan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, UPER menerima lebih dari 1.700 mahasiswa baru dari total 6.025 pendaftar program sarjana dan magister.
Para mahasiswa tersebut kemudian dilantik sebagai bagian dari rangkaian Pekan Orientasi dan Pengenalan Universitas Pertamina (POP-UP) 2026.