KOMPAS.com – Sejumlah kreator dari berbagai daerah di Indonesia secara serentak memperkenalkan ZARFIX, platform digital karya anak bangsa yang mengusung konsep marketplace berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan blockchain.
Dengan karakter, latar belakang, dan basis audiens yang beragam, para kreator membawa pesan tentang hadirnya solusi teknologi yang ditujukan bagi pelaku usaha di tengah dinamika industri e-commerce nasional.
Kemunculan ZARFIX berlangsung ketika industri digital mulai bergerak ke arah efisiensi operasional dan model bisnis yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar pertumbuhan berbasis promosi bakar uang.
ZARFIX dikembangkan sebagai ekosistem terintegrasi dengan pendekatan asset-light dan scalable. Platform ini menempatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), jenama atau brand, serta kreator lokal sebagai bagian penting dari pasar yang dilayani.
Pengembangan super apps ZARFIX juga diarahkan untuk menghadirkan teknologi yang mudah diakses, mendukung otomasi, serta mendorong transformasi digital UMKM secara bertahap, mulai dari skala mikro hingga enterprise.
Founder and Visionary Chairman ZARFIX Muhammad Ayyash Nahdi mengatakan, perusahaan saat ini berada dalam fase strategic review dan tidak terburu-buru melakukan penggalangan dana atau fundraising.
Setelah mengikuti ajang teknologi internasional Take Off Istanbul 2025, ZARFIX menerima proposal dari sedikitnya lima perusahaan venture capital (VC) global.
Namun, Ayyash mengatakan, manajemen memilih memprioritaskan smart capital, yakni investor yang tidak hanya menyuntikkan dana, tetapi juga membawa akses pasar dan rekam jejak dalam membangun perusahaan teknologi berskala global.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan ZARFIX tetap sehat, efisien, dan berangkat dari kebutuhan pasar riil. Model bisnis kami dirancang asset-light dan scalable sehingga fokus utama kami tak sekadar mengejar valuasi, tetapi memastikan teknologi ini benar-benar memberikan dampak nyata,” ujar Ayyash dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (21/9/2026).
Menurut Ayyash, sikap selektif tersebut diambil agar kendali arah strategis perusahaan tetap solid dalam memberikan dampak sosial-ekonomi bagi Indonesia.
Founder and Visionary Chairman ZARFIX Muhammad Ayyash Nahdi menyampaikan paparan mengenai pengembangan ekosistem platform digital ZARFIX dalam ajang teknologi Take Off Istanbul 2025 di Turki. Kreator lokal jadi jembatan teknologi
General Manager and Communications Lead ZARFIX Dimas Bagus Laksono menuturkan, pengenalan serentak oleh kreator lokal menunjukkan peran mereka yang semakin penting dalam ekosistem digital.
Menurut Dimas, kreator tidak hanya menjadi kanal promosi, tetapi juga komunikator yang dapat menerjemahkan teknologi tinggi ke dalam bahasa keseharian masyarakat di daerah.
“Kreator lokal memiliki kedekatan emosional dan pemahaman karakter audiens di daerah masing-masing. Oleh karena itu, kolaborasi ini akan kami wadahi secara permanen melalui fitur Influencer Collabs di dalam ekosistem ZARFIX, agar kreator dan pelaku usaha dapat tumbuh bersama,” tutur Dimas.
Tiga fondasi utama ZARFIX
ZARFIX mengembangkan tiga fondasi utama yang membedakannya dari e-commerce konvensional.
Pertama, integrasi AI melalui fitur AI Content Generator. Fitur ini dapat membantu pelaku UMKM menyusun deskripsi produk, merancang takarir kampanye media sosial, hingga memperoleh analisis rekomendasi pasar berbasis kecerdasan buatan.
Kedua, fondasi Web3 dan blockchain yang digunakan untuk menghadirkan transparansi transaksi melalui sistem loyalty reward points berbasis blockchain. Sistem tersebut dirancang agar kepercayaan konsumen dapat diverifikasi secara digital.
Ketiga, hub kolaborasi multiaktor yang memungkinkan UMKM terhubung langsung dengan pemasok bahan baku, melakukan pencocokan atau matchmaking dengan kreator, serta mengintegrasikan data performa bisnis sebagai acuan validasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk akses permodalan.
Sebagai langkah awal untuk mendorong adopsi penjual, ZARFIX meluncurkan program “Stop Bakar Uang, Biar AI ZARFIX yang Berjuang”.
Program tersebut mencakup fasilitas nol persen platform fee selama 12 bulan, eksposur gratis untuk produk terpilih, serta pendampingan bisnis selama tiga bulan pertama.
Ke depan, ZARFIX menyatakan akan terus memperluas inisiatif tersebut untuk mengukuhkan posisi inovasi lokal yang kompetitif.
Gerakan ini juga disebut sebagai bagian dari upaya menunjukkan kapasitas talenta Indonesia dalam membangun teknologi tingkat tinggi sekaligus memperkuat kedaulatan digital di dalam negeri.