Advertorial

UKW Surabaya Usai, Proses Belajar Tanpa Henti untuk Jurnalisme Berkualitas

Kompas.com - 22/09/2026, 09:41 WIB

KOMPAS.com - Uji Kompetensi Wartawan yang digelar Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia (KG) Media dengan dukungan Google di Hotel Amaris Margorejo Surabaya, Jawa Timur, mulai Jumat (18/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026), menjadi proses belajar tanpa henti demi jurnalisme berkualitas di Indonesia.

Sebanyak 35 dari 45 peserta uji kompetensi dinyatakan kompeten, sementara 10 orang peserta masih dinyatakan belum kompeten.

Dari 45 peserta, masing-masing untuk jenjang utama sebanyak sembilan orang (kategori siber), jenjang madya delapan orang (enam siber, dua televisi) dan jejang muda 28 orang (26 siber, dua televisi).

Untuk peserta yang dinyatakan belum kompeten,s semua berasal dari kategori siber dari jenjang madya sebanyak tiga orang dan jenjang muda tujuh orang.

Ketua Dewan Kompetensi KG Media Tri Agung Kristanto dalam sambutan penutupan UKW, menyatakan masih ada kesemaptan bagi peserta yang belum kompeten untuk kembali mengikuti uji kompetensi dalam Waktu enam bulan ke depan.

"Kepada yang dinyatakan kompeten, sekali lagi selamat. Untuk yang belum dinyatakan kompeten, tetap semangat, karena UKW ini bagian dari proses belajar tanpa henti untuk menciptakan jurnalisme berkualitas. Kita masih sama-sama belajar," ujar Tri Agung dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (21/9/2026).

UKW di Surabaya melibatkan delapan orang penguji yang semuanya berasal dari Lembaga Uji Kompas. Menurut Tri Agung, Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas saat ini menjadi salah satu Lembaga uji yang paling lengkap di Indonesia.

"Lembaga Uji Kompas memiliki penguji paling lengkap untuk semua platform media, dari cetak, siber, televisi, hingga radio," ujar Tri Agung.

Para peserta mengikuti UKW di Surabaya.KG Media Para peserta mengikuti UKW di Surabaya.

Setelah dari Surabaya, UKW yang digelar Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan KG Media dengan dukungan Google, masih akan diselenggarakan di sejumlah kota-kota lain di Indonesia.

"Di Ambon nanti, kami akan bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Di Bali, kami nanti akan mengajak juga PWI, Ikatan Jurnalis Televisi indonesia (IJTI) dan Radio Republik Indonesia (RRI)," kata Tri Agung.

Sebagai informasi, Surabaya menjadi kota keempat setelah Bekasi, Semarang, dan Medan yang menjadi tuan rumah UKW dukungan Google bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan KG Media.

Sebelumnya, dalam sambutan pembukaan UKW di Surabaya, Google News Partner Manager Yos Kusuma, secara khusus mengapresiasi UKW yang digelar Lembaga Uji Kompas dan KG Media.

Menurut Yos, peran media sebagai salah satu pilar demokrasi dapat terjaga dengan memastikan kualitas para wartawannya.

"Media itu kan memang pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Sebagai salah satu pilar demokrasi, fungsi media ini terjaga kalau kualitas wartawannya juga terjaga melalui uji kompetensi ini," ujar Yos.

Saat mengumumkan hasil UKW di Surabaya, salah seorang penguji, Khaerudin menyebut bahwa peserta tidak boleh patah arang jika dinyatakan belum kompeten.

Khaerudin yang juga merupakan wakil redaktur pelaksana Harian Kompas (kompas.id) sempat mencontohkan dirinya sendiri, yang juga pernah dinyatakan belum kompeten ketika mengikuti uji kompetensi di internal Harian Kompas.

"Uji kompetensi memang jadi proses belajar seorang wartawan untuk menjadi lebih profesional dan menghasilkan karya-karya jurnalistik berkualitas. Jangan menyerah bagi yang belum kompeten, siapa tahu yang hari ini belum kompeten, suatu saat nanti malah berhasil menjadi salah satu penguji uji kompetensi wartawan," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas wartawan dalam perkembangan teknologi terkini, terutama kecerdasan buatan atau AI, UKW yang digelar Lembaga Uji Kompas dan KG Media dengan dukungan Google secara khusus memberikan materi tentang manfaat penggunaan AI bagi kerja-kerja jurnalistik

Salah satu materi pra-UKW yang diberikan kepada peserta adalah penggunaan Gemini Notebook, platform kecerdasan buatan Google yang dapat membantu kerja-kerja wartawan dalam menyarikan hingga mengolah berbagai sumber penulisan artikel maupun produk jurnalistik lainnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau