KOMPAS.com — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom, bersama tiga operating company, yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) menjalin kemitraan strategis dengan PT China Unicom Indonesia Operations (China Unicom).
Kerja sama itu diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, bersama jajaran direksi dari Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel, serta Direktur China Unicom Wu Xu Hua, dengan didampingi oleh Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji.
Kesepakatan tersebut membuka ruang bagi para pihak untuk berkolaborasi dalam pengembangan infrastruktur digital, konektivitas, serta solusi teknologi bagi pasar di Indonesia.
Prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara TelkomGroup dan China Unicom di Jakarta, Senin (21/9/2026), serta disaksikan oleh jajaran direksi dari Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel.Penandatanganan MoU tersebut memperkuat langkah TelkomGroup dalam membangun koneksi dengan mitra global serta memperluas kapabilitas ekosistem digital nasional.
Dengan menempatkan kebutuhan pelanggan dan menciptakan nilai dasar sebagai pengembangan inisiatif, TelkomGroup dan China Unicom akan terus menggali peluang kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis, memperkuat daya saing industri, serta memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.
Kesepakatan disusun menggunakan skema multilateral yang mengintegrasikan kapabilitas TelkomGroup ke dalam satu kerangka kolaborasi strategis bersama China Unicom.
Dengan menerapkan prinsip resiprokal, para pihak dapat menjajaki kerja sama di lima bidang utama, yaitu ekosistem data center, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), solusi dan use case 5G, konektivitas, serta Internet of Things (IoT).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengembangkan produk, layanan, dan peluang bisnis bagi pelanggan enterprise di Indonesia.
Selain itu, kemitraan juga diarahkan untuk menjajaki akses ke pasar global sesuai kapabilitas dan kesepakatan para pihak.
TelkomGroup akan mengombinasikan infrastruktur, ekosistem pelanggan, dan pemahaman pasar domestiknya dengan pengalaman internasional, kapabilitas teknologi, serta jaringan ekosistem global China Unicom.
China Unicom sendiri saat ini menjangkau lebih dari 1,2 miliar pengguna, didukung oleh hampir 5 juta base station 5G dan lebih dari 670.000 kilometer kabel laut.
Direktur Network Telkom Nanang Hendarno mengatakan, kolaborasi dengan China Unicom menjadi langkah strategis bagi TelkomGroup untuk memperkuat fondasi jaringan nasional di tengah kebutuhan akan layanan digital yang kian meningkat.
“Melalui inisiatif tersebut, kami ingin meningkatkan kapasitas dan keandalan ekosistem telekomunikasi digital yang kami miliki sehingga dapat menghadirkan pengalaman dan layanan yang semakin optimal untuk mendukung pelanggan enterprise di Indonesia,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (22/9/2026).
Nanang menambahkan, skala jaringan global China Unicom membuka peluang bagi TelkomGroup untuk saling bertukar wawasan teknis dan benchmark kelas dunia.
“Kami optimistis, kolaborasi ini akan mendorong percepatan modernisasi jaringan serta memperkuat daya saing infrastruktur digital nasional ke depannya,” tuturnya.
Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan, kemitraan tersebut merupakan bagian dari langkah TelkomGroup untuk memperluas kerja sama strategis dengan mitra global yang memiliki kapabilitas dan pengalaman komplementer.
“Melalui skema multilateral tersebut, kami ingin menggabungkan kekuatan TelkomGroup dengan kapabilitas global China Unicom untuk membuka peluang bisnis baru serta menghadirkan nilai yang semakin relevan bagi pelanggan dan industri di Indonesia,” ujarnya.
Penjajakan kolaborasi di lima bidang yang telah disepakati akan melibatkan Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel sesuai dengan kapabilitas serta portofolio bisnis masing-masing.
Dengan pendekatan tersebut, setiap inisiatif dapat melibatkan satu atau lebih entitas TelkomGroup, bergantung pada relevansi solusi dan kebutuhan pelanggan.
Kemitraan tersebut juga memungkinkan pemanfaatan kapabilitas para pihak secara dua arah. China Unicom dapat memanfaatkan infrastruktur TelkomGroup, termasuk layanan data center, cloud, serta konektivitas.
Di sisi lain, TelkomGroup dapat memanfaatkan kapabilitas teknologi serta jaringan ekosistem global China Unicom untuk mendukung pengembangan solusi serta membuka akses ke pelanggan dan pasar internasional.
Skema resiprokal tersebut juga memperluas ruang kolaborasi kedua grup, tidak hanya dalam bentuk hubungan business-to-business konvensional, tetapi juga melalui pemanfaatan kapabilitas dan ekosistem masing-masing entitas.
Tahap selanjutnya akan mencakup validasi pasar, pertukaran wawasan dan benchmark global, demonstrasi kapabilitas, pendalaman teknis, alih pengetahuan, serta penjajakan inisiatif bersama.
Setiap peluang yang teridentifikasi akan dievaluasi berdasarkan kesiapan pasar, nilai bisnis, serta peran dan kapabilitas masing-masing pihak sebelum dituangkan dalam perjanjian definitif.
Dengan kolaborasi tersebut, TelkomGroup tetap memegang peran utama dalam hubungan komersial dengan pelanggan di Indonesia.
Keterlibatan China Unicom dengan pelanggan TelkomGroup akan dilakukan bersama di bawah TelkomGroup, sementara China Unicom memberikan dukungan sesuai cakupan kerja sama berdasarkan kesepakatan para pihak.