Advertorial

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing Untuk Dukung Nasabah Flores

Kompas.com - 22/09/2026, 20:40 WIB

KOMPAS.com – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui PNM Peduli memberikan pendampingan sosial dan psikologis bagi karyawan dan nasabah yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Dukungan tersebut diberikan untuk membantu mereka menghadapi dampak pascabencana sekaligus kembali menjalankan aktivitas dan usaha.

PNM Peduli menghadirkan pendampingan bagi sekitar 250 karyawan unit terdampak di Ruteng, Reok, dan Soa. Pendampingan yang diberikan meliputi teknik pengaturan napas, latihan fokus dengan mengenali lima benda di sekitar, serta teknik butterfly hug, yaitu menyilangkan tangan di dada sambil menepuk bergantian untuk menenangkan diri sendiri.

Fitri, seorang karyawan unit yang terdampak gempa turut menuturkan kesan positif yang ia rasakan saat ikut dalam sesi trauma healing bersama PNM.

“Yang paling berkesan itu butterfly hug. Rasanya lega sekali, karena kami diajarkan cara menenangkan diri sendiri tanpa harus menunggu orang lain,” ujar Fitri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Selasa (22/9/2026).

Dukungan serupa turut menyasar lebih dari 700 nasabah PNM melalui kegiatan Trauma Healing bertajuk “Bangkit Berusaha”. Pendampingan psikologis dikemas secara interaktif dan humanis, dengan nasabah diajak berbagi cerita, mengekspresikan emosi, dan membangun kembali kepercayaan diri untuk melanjutkan usaha mereka pascabencana.

“Kami ingin nasabah tahu bahwa mereka tidak sendiri. PNM akan terus mendampingi dan berjalan bersama nasabah dalam proses pemulihan, agar tumbuh kembali semangat untuk bangkit, berkarya, dan melanjutkan usaha demi keluarga,” ujar Christin Florentin Meinarty Bebok, psikolog yang mendampingi kegiatan tersebut.

Ratusan karyawan dan nasabah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mendapatkan pendampingan sebagai bentuk dari trauma healing pasca gempa Nusa Tenggara Timur yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.Dok. PNM Ratusan karyawan dan nasabah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mendapatkan pendampingan sebagai bentuk dari trauma healing pasca gempa Nusa Tenggara Timur yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Kindaris menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran PNM bagi karyawan dan nasabah terdampak gempa NTT.

“Karyawan dan nasabah yang terdampak adalah bagian dari keluarga besar PNM. Kami tidak ingin mereka menghadapi kondisi ini sendirian. Ini yang selalu kami pegang, jaga diri, jaga kawan, jaga PNM, karena menjaga sesama insan PNM sama artinya dengan menjaga PNM itu sendiri.” ujar Kindaris.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi PNM Peduli dengan program PELITA, menjangkau karyawan dan nasabah dalam satu rangkaian pendampingan pascabencana yang sama.

Melalui PNM Peduli, dukungan bagi ratusan karyawan dan nasabah terdampak gempa di Ruteng, Reok, dan Soa menjadi bagian dari komitmen PNM mendampingi pemulihan pascabencana secara berkelanjutan, sejalan dengan nilai PELITA, yaitu Peduli, Empati, Loyalitas, Inspirasi, Tumbuh, dan Aman.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau