Advertorial

Ribuan Lowongan Kerja di Depok Ditawarkan di Bursa Kerja Online, Tinggal Klik Nyari Gawe

Kompas.com - 25/09/2026, 09:39 WIB

KOMPAS.com -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) kembali menyelenggarakan Bursa Kerja Online yang disiarkan langsung melalui akun Tiktok Kang Dedi Mulyadi @dedimulyadiofficial.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memantau langsung kegiatan bursa kerja yang berlangsung di PT YKK Zipper Kota Depok itu, Rabu (23/9/2026).

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi mengajak masyarakat pencari kerja, terutama warga Depok, untuk bergabung dan melamar kerja sesuai posisi.

"Untuk warga Depok dan sekitarnya, silakan memanfaatkan bursa kerja ini dengan melamar melalui aplikasi Nyari Gawe. Pilih (pekerjaan yang) sesuai kualifikasi dan lowongan yang ditawarkan," ujar KDM dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (23/9/2026).

Sebagai informasi, bursa kerja kali ini menyediakan 1.057 lowongan kerja dengan berbagai posisi jabatan. Lowongan berasal dari 16 perusahaan yang berlokasi di Depok dan sekitarnya.


Contohnya, lowongan kerja yang ditawarkan oleh Alfamart terbuka untuk 600 pelamar dengan berbagai posisi. Dari jumlah itu, 100 orang di antaranya ditawarkan bagi disabilitas.

Adapun syarat pelamar adalah usia minimal 18 tahun hingga maksimal usia produktif dengan minimal lulusan sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK). Kondisi terkini, sudah ada 1.700 orang yang melamar lowongan kerja tersebut melalui aplikasi Nyari Gawe.

"Saya menyarankan agar tidak ada pembatasan usia. Jika usianya sudah tua, tetapi masih produktif maka seharusnya masih diperbolehkan kerja, bahkan bisa menjadi daya tarik tersendiri," ucap KDM.

Selanjutnya, ada pula PT XL Axiata yang menawarkan lowongan untuk warga Depok usia 18 hingga 40 tahun. Sebanyak 200 posisi ditawarkan. Pada saat live, 206 orang terlihat melamar melalui aplikasi Nyari Gawe.

Kemudian, PT Ebara Indonesia juga menawarkan banyak lowongan kerja, seperti sopir, untuk manajemen perusahaan hingga posisi sopir forklift (kendaraan pengangkat barang). Total, ada puluhan lowongan ditawarkan.

Selanjutnya, KDM mempromosikan lowongan kerja di toko ritel Indomaret. Khusus untuk Depok tersedia lowongan sebanyak 50 orang.

Data saat live menunjukkan, lebih dari 2.000 orang di Nyari Gawe melmar kerja. Menurut pihak Indomaret, kebanyakan pelamar datang dari luar Depok, seperti Bandung hingga Sukabumi.

KDM terus mempromosikan lowongan kerja dalam giat bursa kerja tersebut selama sekitar satu jam live di Tiktok didampingi Wali Kota Depok Supian Suri.

"Warga Depok beruntung. Kami bikin bursa kerja, jadi (warga Depok) bisa tahu banyak lowongan. Jangan tunda, ayo segera melamar kerja," ujar KDM.

Wali Kota Depok Supian Suri menambahkan, kegiatan bursa kerja mempermudah masyarakat Depok untuk mengetahui adanya lowongan kerja, apalagi bisa melamar melalui aplikasi Nyari Gawe.

"Ayo semangat, lamar segera karena lokasinya dekat, masih di Depok. (Dengan begitu, lokasi kerja) bisa dekat dengan keluarga. (Ada) banyak lowongan bisa dicek," ujarnya.

Diikuti Kota/Kabupaten lain di Jabar

KDM menuturkan, kegiatan bursa kerja yang telah dilaksanakan di Bekasi dan Depok akan terus dilaksanakan di kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat.

Dari kegiatan di dua daerah tersebut, ia menilai bahwa antusiasme masyarakat pencari kerja terlihat sehingga kegiatan perlu dilaksanakan kembali.

"Bupati dan wali kota (ayo) segera adopsi (pendekatan seperti) ini, segera laksanakan, agar perusahaan terbuka dengan lowongan kerja. Saya hanya mendorong saja," ujar KDM.

Menurut KDM, kepala daerah adalah orang yang lebih tahu kondisi industri dan lapangan kerja. Karenanya, kepala daerah harus semakin kreatif dalam membuka informasi lowongan kerja bagi masyarakat. Penggunaan aplikasi Nyari Gawe juga terbukti efektif sehingga dapat diaplikasikan di setiap daerah.

Menurutnya, Bekasi sudah berkomitmen akan menggelar bursa kerja live setiap Jumat. Apalagi, di Kota dan Kabupaten Bekasi cukup banyak industri.

"Kemarin hanya 15 perusahaan dan 300 kesempatan kerja. Padahal, industri dan perusahaannya mencapai sekitar 9.000. Kalau 9.000 mengumumkan (lowongan ekrja, maka) bisa ada 30.000 lowongan kerja," tambahnya.

Ia berpesan kepada kepala daerah dan polisi untuk mencegah adanya caloa tenaga kerja. Selain itu, keamanan investor juga harus dijaga sehingga investasi di Jawa Barat terus meningkat. Dengan begitu, peluang lowongan pekerjaan terus bertambah.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau