Advertorial

5 Cara Menggunakan AC agar Hemat Listrik Saat Musim Kemarau

Kompas.com - 25/09/2026, 11:29 WIB

KOMPAS.com – Suhu yang lebih tinggi saat musim kemarau membuat AC lebih sering digunakan. Jika durasi pemakaian bertambah, konsumsi listrik pun berpotensi ikut meningkat.

Meski begitu, menghemat listrik tidak selalu berarti harus mengurangi penggunaan AC. Pengaturan suhu, kondisi ruangan, perawatan unit, hingga pemilihan teknologi AC dapat membuat penggunaannya lebih efisien.

Berikut adalah lima cara menggunakan AC agar tetap nyaman sekaligus lebih hemat listrik selama musim kemarau.

1. Sesuaikan kapasitas AC dengan ruangan

Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan AC adalah memastikan kapasitas pendinginannya sesuai dengan ukuran dan kondisi ruangan.

AC dengan kapasitas yang terlalu kecil dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan. Kondisi tersebut berpotensi membuat unit bekerja lebih keras dan penggunaan listrik meningkat.

Penentuan kapasitas AC juga tidak hanya bergantung pada luas ruangan. Jumlah orang, aktivitas di dalam ruangan, paparan sinar matahari, hingga panas dari perangkat elektronik turut memengaruhi kebutuhan pendinginan.

Untuk membantu menentukan kapasitas AC yang sesuai, Anda dapat melakukan simulasi melalui kalkulator pemilihan AC yang disediakan Daikin di situs resminya.

2. Kurangi masuknya udara panas

Ketika AC menyala, kondisi ruangan juga perlu diperhatikan agar udara dingin tidak mudah keluar dan udara panas dari luar tidak terus masuk.

Pintu dan jendela sebaiknya tetap tertutup selama AC digunakan. Celah yang terbuka dapat membuat udara dari luar masuk sehingga AC membutuhkan waktu lebih lama untuk mempertahankan suhu ruangan.

Paparan sinar matahari juga dapat meningkatkan suhu di dalam ruangan. Penggunaan tirai atau gorden, terutama pada bagian yang terkena sinar matahari langsung, dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu AC bekerja lebih efisien dalam mendinginkan ruangan.

3. Atur suhu AC secara bijak

Pengaturan suhu turut menentukan seberapa lama AC bekerja untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Ketika suhu target dibuat terlalu rendah, AC dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapainya, terutama saat suhu udara di luar ruangan sedang tinggi.

Untuk penggunaan sehari-hari, suhu sekitar 24–26 derajat Celsius dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan penggunaan energi.

Pengaturan suhu yang sesuai juga membantu AC tidak bekerja berlebihan hanya untuk mengejar suhu yang terlalu rendah.

4. Bersihkan dan rawat AC secara berkala

Efisiensi AC tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan. Kebersihan dan kondisi unit juga berperan dalam menjaga kinerja pendinginan.

Filter yang kotor, misalnya, dapat menghambat aliran udara. Akibatnya, proses pendinginan menjadi kurang optimal dan AC dapat bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Karena itu, filter dan komponen AC, baik pada unit indoor maupun outdoor, perlu dibersihkan secara berkala.

Perawatan rutin juga membantu menjaga performa pendinginan sekaligus mendukung umur pakai perangkat. Daikin merekomendasikan perawatan AC setiap tiga bulan sekali untuk penggunaan rutin.

5. Pertimbangkan AC inverter dan label hemat energi

Jika sedang berencana membeli atau mengganti AC, teknologi inverter dapat menjadi salah satu pertimbangan.

AC inverter bekerja dengan menyesuaikan laju kerja kompresor berdasarkan kebutuhan pendinginan. Cara kerja tersebut berbeda dari AC konvensional yang kompresornya bekerja dengan pola menyala dan mati untuk mempertahankan suhu ruangan.

Selain teknologi inverter, konsumen juga dapat memperhatikan label Tanda Hemat Energi pada unit AC. Label resmi pemerintah tersebut menggunakan simbol bintang untuk menunjukkan tingkat efisiensi energi perangkat.

Dengan memperhatikan teknologi inverter dan label tersebut, konsumen memiliki informasi tambahan ketika membandingkan beberapa pilihan AC untuk rumah.

Pilihan AC inverter untuk kebutuhan rumah di Indonesia

Memilih AC inverter tidak hanya soal teknologi yang digunakan. Efisiensi energi, ketahanan perangkat terhadap kondisi lingkungan, serta fitur yang mendukung kebutuhan sehari-hari juga dapat menjadi pertimbangan.

Salah satu pilihan AC yang menjawab kebutuhan tersebut adalah lini DAIKIN Nusantara Prestige yang terdiri atas ALPHA Inverter dan BETA Inverter.

Keduanya memiliki pilihan tingkat efisiensi energi Bintang 4 dan Bintang 5, bergantung pada model dan kapasitas pendinginannya.

Dirancang untuk kondisi lingkungan Indonesia

Penggunaan AC di Indonesia menghadapi kondisi lingkungan yang beragam, mulai dari kelembapan tinggi hingga paparan debu. Untuk wilayah pesisir, paparan garam juga dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Daikin merancang ALPHA Inverter dan BETA Inverter dengan sejumlah fitur yang disesuaikan dengan kondisi tersebut. Salah satunya, melalui penggunaan lapisan khusus pada evaporator dan kondensor untuk membantu meningkatkan ketahanan komponen.

Kedua model tersebut juga dilengkapi Super PCB pada unit outdoor untuk membantu meningkatkan ketahanan terhadap tegangan listrik yang tidak stabil.

Fitur disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan

Selain efisiensi energi dan ketahanan perangkat, fitur yang tersedia dapat menjadi pertimbangan sesuai kebutuhan pengguna.

ALPHA Inverter, yang berada di posisi teratas dalam lini Nusantara Prestige, dilengkapi sejumlah teknologi pemurnian udara Daikin, seperti STREAMER, Enzyme Blue, dan Gin-Ion Filter.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu menangkap dan menguraikan berbagai partikel di udara sehingga mendukung kualitas udara di dalam ruangan.

Sementara itu, BETA Inverter menawarkan fitur Low Watt yang memungkinkan AC beroperasi dengan konsumsi daya lebih rendah dari kebutuhan normal. Pengguna dapat mengaturnya untuk beroperasi pada daya 50 persen dari kebutuhan normal ketika kebutuhan pendinginan tidak terlalu tinggi, misalnya pada malam hari atau menjelang tidur.

Kedua model tersebut juga dapat dikendalikan melalui smartphone ketika terhubung dengan Wi-Fi. Pada ALPHA Inverter, fitur tersebut sudah terintegrasi dalam unit, sedangkan BETA Inverter memerlukan perangkat tambahan yang tersedia secara terpisah.

Hemat listrik dimulai dari kebiasaan menggunakan AC

Menghemat listrik saat menggunakan AC tidak hanya bergantung pada teknologi yang terdapat di dalam perangkat.

Kebiasaan sehari-hari, mulai dari memilih kapasitas AC sesuai ruangan, mengurangi masuknya udara panas, mengatur suhu secara bijak, hingga menjaga kebersihan unit, turut menentukan efisiensi penggunaannya.

Bagi masyarakat yang sedang mencari AC baru untuk menghadapi musim kemarau, teknologi inverter dan label hemat energi juga dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan.

Informasi lebih lengkap mengenai DAIKIN ALPHA Inverter dan BETA Inverter dapat diperoleh melalui kanal resmi DAIKIN.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau