KOMPAS.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat sinergi antara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan di Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, kolaborasi tersebut akan memperkuat pengelolaan dan operasionalisasi KNMP. Hal itu ia sampaikan dalam acara Penandatanganan MoU dan SKB Pengelolaan dan Operasionalisasi KNMP di Tongke-Tongke, Sinjai, Sulsel, Jumat (25/9/2026).
Upaya itu pun sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang mengatur hubungan antara KNMP dan KDKMP.
Ferry menjelaskan, keberadaan KDKMP di kawasan KNMP Tongke-Tongke, Sinjai, Sulsel, perlu diintegrasikan agar tidak terjadi duplikasi pembangunan fasilitas.
“Infrastruktur yang telah tersedia di kawasan kampung nelayan dapat dioptimalkan sebagai pusat kegiatan koperasi dengan tambahan fasilitas pendukung yang diperlukan,” kata Ferry dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat.
Ferry memastikan nelayan di KNMP Tongke-Tongke yang tergabung dalam koperasi akan mendapat kemudahan dalam mengakses pembiayaan dan modal kerja untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh nelayan di Tongke-Tongke untuk menjadi anggota atau pengurus KDKMP.
Sinergi antara KDKMP dan KNMP dinilai dapat memberikan manfaat lebih optimal bagi nelayan. Hasil tangkapan mereka akan diserap melalui KDKMP untuk selanjutnya dipasarkan melalui jaringan KDKMP ataupun diolah menjadi produk turunan yang memberikan nilai tambah.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan pada akhirnya mendorong kesejahteraan mereka.
“Hasil tangkapan para nelayan disini akan kita perbaiki, akan kita tingkatkan kualitasnya bahkan kemudian bisa kita kembangkan permodalan yang dibutuhkan oleh nelayan,” ucapnya.
Diharapkan dorong ekonomi daerah
Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menjadi pembicara dalam acara Penandatanganan MoU dan SKB Pengelolaan dan Operasionalisasi KNMP di Tongke-Tongke, Sinjai, Sulawesi Selatan.Ferry menegaskan, perbaikan ekosistem bisnis serta peningkatan sarana dan prasarana di KNMP diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah.
Ia mencatat, pertumbuhan ekonomi di Sinjai yang mencapai 11 persen sebagian besar dikontribusikan dari sektor perikanan.
“Kita akan menjadikan lokasi ini sebagai percontohan ketika sinergi antara KDKMP dan KNMP bisa benar-benar mampu melaksanakan berbagai kegiatan seperti pemberian dukungan pada peningkatan sarana prasarananya bagi para nelayan,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyatakan KNMP di Kampung Nelayan Tongke-Tongke, Sinjai, akan menjadi salah satu unit usaha yang dikelola oleh KDKMP.
Menurut dia, manajemen yang baik dan skema pengelolaan koperasi yang profesional dapat membantu mengurai berbagai kendala yang dihadapi nelayan setelah bersinergi dengan KDKMP.
“Kami datang ke sini untuk mengetahui apa kendalanya, ternyata salah satunya adalah (ketersediaan) bahan bakar yang masih kurang. Maka ini akan menjadi perhatian dari kita semua untuk bisa segera diatasi secara jangka panjang,” katanya.
Sebagai informasi, agenda penandatanganan MoU dan SKB tersebut turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bakti, Bupati Sinjai Ratnawati Arif, Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, serta Forkopimda Kabupaten Sinjai.