KOMPAS.com – Layanan klinik digital pengelolaan berat badan Halofit mencatat pertumbuhan jumlah konsultasi hingga 37 kali lipat dalam satu tahun terakhir.
Selama periode tersebut, Halofit mencatat lebih dari 68.000 sesi konsultasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah konsultasi tertinggi tercatat di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.
“Selama satu tahun hadir mendampingi pengguna, kami melihat beberapa di antaranya berhasil menurunkan berat badan hingga yang tertinggi 19,5 kg dan tercatat hingga 20% dari berat badan awal dalam tiga bulan setelah menggunakan Halofit,” ujar VP Consultation & Diagnostics Halodoc Ignasius Hasim dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan berat badan tidak hanya dilihat dari perubahan angka di timbangan. Edukasi mengenai kondisi tubuh dan pembentukan kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang juga menjadi bagian penting dari program.
“Bagi kami, keberhasilan program tidak hanya diukur dari angka yang terlihat di timbangan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana mereka mulai memahami kebutuhan dan kondisi tubuhnya, mendapatkan edukasi yang tepat, dan secara bertahap membangun kebiasaan yang lebih sehat,” katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan berat badan perlu dipandang sebagai proses jangka panjang, bukan perubahan yang dilakukan secara instan.
Pengalaman Adit Insomnia menjalani program Halofit
Salah satu pengguna yang membagikan pengalaman menjalani pengelolaan berat badan Halofit adalah figur publik Adit Insomnia.
Dalam tujuh tahun terakhir, berat badan Adit sempat meningkat hingga 18 kilogram. Setelah menjalani program pengelolaan berat badan bersama Halofit, ia mengaku berhasil menurunkan berat badan sekitar 10–12 kilogram.
Adit mengatakan, pendampingan dari tim medis membuat proses pengelolaan berat badannya menjadi lebih terarah. Ia juga mendapatkan meal plan yang disesuaikan dengan kondisi tubuhnya.
“Pendampingan dari tim medis Halofit membuat proses pengelolaan berat badan saya terasa lebih terarah dan membantu saya melihat perubahan sebagai bagian dari perjalanan kesehatan, bukan sekadar mengejar target penurunan berat badan,” ujar Adit.
“Selain itu, solusinya sangat efektif karena tidak hanya didampingi, tetapi saya juga mendapatkan meal plan yang dipersonalisasi sesuai dengan berat badan dan kondisi tubuh saya,” lanjutnya.
Menurut Adit, perubahan yang dirasakan tidak hanya berkaitan dengan berat badan. Ia mengaku menjadi lebih mudah beraktivitas, percaya diri, serta memperhatikan makanan yang dikonsumsi setelah mendapatkan edukasi dari tim medis.
Dokter tekankan target yang realistis
dr Karina Marcella Widjaja, SpGK memberikan tips pengelolaan berat badan dalam sesi gelar wicara satu tahun Halofit by Halodoc. Mitra dokter spesialis Halodoc, dr Karina Marcella Widjaja, SpGK, mengatakan bahwa pengelolaan berat badan dalam jangka panjang perlu dilakukan dengan memahami kondisi tubuh secara menyeluruh.
Menurutnya, beberapa hal yang perlu diperhatikan mencakup berat badan, body mass index (BMI), lingkar pinggang, hingga komposisi tubuh.
Ia menyebut, persentase massa lemak tubuh sebaiknya tidak melebihi 25 persen pada laki-laki dan 30 persen pada perempuan.
Selain memahami kondisi tubuh, dr Karina menyarankan masyarakat menetapkan target yang realistis, menerapkan pola makan seimbang, menjaga aktivitas fisik, serta mencukupi kebutuhan tidur.
“Dalam menjalani program weight management, penting untuk memahami kondisi tubuh secara menyeluruh dengan memperhatikan berat badan, BMI, lingkar pinggang, serta komposisi tubuh yang mana persentase massa lemak tubuh sebaiknya tidak melebihi 25 persen pada laki-laki dan 30 persen pada perempuan,” ujar dr Karina.
Ia juga mengingatkan bahwa berat badan dapat kembali meningkat dalam proses pengelolaan berat badan. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak selalu berarti seseorang mengalami kegagalan.
“Perlu diingat bahwa kenaikan kembali berat badan dapat terjadi dan bukan berarti seseorang gagal. Bila diperlukan, jangan ragu mencari pendampingan tenaga medis khususnya dokter spesialis gizi untuk mendapatkan pendekatan yang sesuai,” jelasnya.
Halofit siapkan sejumlah fitur baru
Halofit by Halodoc menghadirkan program diet klinis dan personal yang didampingi dokter spesialis gizi. Program ini ditujukan untuk membantu pengguna mengelola berat badan secara terarah. Memasuki tahun kedua, Halofit menyiapkan sejumlah fitur untuk mendukung pengguna dalam menjalani program pengelolaan berat badan.
Salah satunya adalah Care Room yang dirancang untuk membantu pengguna memantau perkembangan penurunan berat badan.
Halofit juga menghadirkan fitur Support 24/7 yang didukung tim medis Halofit dan Halodoc Intelligent Digital Assistant (HILDA). Fitur tersebut memungkinkan pengguna memperoleh informasi mengenai program dan nutrisi makanan serta mengakses konsultasi dengan dokter Halofit pada jam operasional.
Selain itu, terdapat widget jadwal injeksi mingguan yang berfungsi sebagai pengingat jadwal terapi hormon penekan nafsu makan dari Halofit.
Informasi lebih lanjut mengenai Halofit dan program pengelolaan berat badan dari Halodoc dapat dilihat melalui situs resmi Halodoc https://www.halodoc.com/dc/halofit/weight_loss.