Advertorial

Automechanika Jakarta 2026 Hubungkan Industri Komponen Indonesia dengan Dunia

Kompas.com - 27/09/2026, 14:41 WIB

KABUPATEN TANGERANG, KOMPAS.com – Indonesia dinilai memiliki peluang untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok otomotif global, tidak hanya sebagai pasar kendaraan, tetapi juga sebagai basis produksi dan pemasok komponen.

Peluang tersebut menjadi salah satu fokus penyelenggaraan Automechanika Jakarta 2026 yang dihelat di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, dari Kamis (24/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026).

Pameran komponen dan aftermarket otomotif yang diinisiasi oleh Messe Frankfurt itu hadir pertama kali di Indonesia. Adapun Jakarta menjadi tuan rumah kedua setelah penyelenggaraan di Frankfurt, Jerman, pada awal September 2026.

Pameran tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku industri komponen nasional dengan mitra internasional, membuka peluang kemitraan bisnis, serta memperluas akses terhadap teknologi dan pengetahuan industri otomotif global.

Senior Consumer Goods, Automotive and Textile Shows and Sales Messe Frankfurt Exhibition GmbH Stephan Kurzawski mengatakan, penyelenggaraan Automechanika Jakarta 2026 merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan industri otomotif melalui platform yang telah berkembang di berbagai negara.

Sejak pertama kali digelar pada 1971, Automechanika berkembang menjadi salah satu merek pameran dagang otomotif internasional. Setelah memasuki Asia Tenggara pada 1998, jaringan tersebut terus berkembang di sejumlah pasar, termasuk Malaysia dan Vietnam.

Senior Consumer Goods, Automotive and Textile Shows and Sales Messe Frankfurt Exhibition GmbH Stephan KurzawskiDok. KOMPAS.com/ANINGTIAS JATMIKA Senior Consumer Goods, Automotive and Textile Shows and Sales Messe Frankfurt Exhibition GmbH Stephan Kurzawski

Menurut Stephan, Indonesia menjadi salah satu pasar yang memiliki potensi untuk mempertemukan pelaku industri lokal dengan peluang bisnis internasional.

“Automechanika Jakarta menjadi platform internasional bagi industri untuk melangkah lebih jauh, memperkenalkan inovasi, membangun kemitraan strategis, dan memperoleh wawasan penting mengenai perkembangan industri otomotif,” ujar Stephan.

Pameran Automechanika Jakarta 2026 mencakup area seluas 20.000 meter persegi dengan melibatkan 339 peserta dari 16 negara. Penyelenggara juga memperkirakan kehadiran pengunjung dari 50 negara.

Selain pameran produk, acara itu turut menghadirkan konferensi dan forum bisnis yang membahas perkembangan industri otomotif, penyelarasan dengan tren global, serta prospek investasi di Indonesia.

Stephan mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam rantai industri otomotif, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengembangan keterampilan bagi para profesional.

“Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan teknologi, teknik, dan solusi praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar otomotif Indonesia,” tegas dia.

Indonesia perkuat posisi dalam rantai pasok global

Peluang memperluas kemitraan internasional tersebut sejalan dengan perkembangan industri otomotif nasional yang terus menunjukkan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza mengatakan, penyelenggaraan Automechanika di Jakarta menunjukkan bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dalam industri otomotif global.

Menurut dia, posisi Indonesia tidak lagi terbatas sebagai pasar penjualan kendaraan, tetapi juga sebagai basis produksi, mitra rantai pasok, dan pusat investasi regional.

“Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi, mitra rantai pasok, dan pusat regional untuk investasi,” ujar Faisol.

Dia menjelaskan, industri manufaktur nonmigas Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,32 persen. Sektor tersebut juga menyumbang 16,83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza mengunjungi salah satu booth pada perhelatan Automechanika Jakarta 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten.Dok. KOMPAS.com/ANINGTIAS JATMIKA Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza mengunjungi salah satu booth pada perhelatan Automechanika Jakarta 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten.

Di sektor otomotif, produksi kendaraan dalam negeri tercatat mencapai 860.000 unit, tumbuh 13,4 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Kinerja ekspor juga menunjukkan perkembangan positif. Faisol menyebut, ekspor kendaraan utuh atau completely built-up (CBU), kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD), serta komponen otomotif turut memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi dan perakitan.

Ekspor komponen otomotif, misalnya, meningkat 41 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa industri nasional memiliki peluang untuk memperluas peran dalam rantai pasok otomotif internasional.

Meski demikian, Faisol menilai pengembangan industri otomotif nasional masih memiliki ruang untuk tumbuh, terutama dengan mempertimbangkan potensi pasar domestik.

Dia menyebut, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih sekitar 99 unit per 1.000 penduduk. Pemerintah menargetkan rasio tersebut meningkat menjadi 150 unit per 1.000 penduduk yang menurut Faisol setara dengan potensi penjualan sekitar 1,5 juta unit kendaraan per tahun.

“Pasar Indonesia terus berkembang. Kami meyakini, industri otomotif domestik memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan tersebut,” ucap Faisol.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan industri komponen lokal melalui kebijakan yang mendukung pengembangan kendaraan listrik dan peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.

Faisol menuturkan, pengembangan industri kendaraan listrik membutuhkan kesiapan berbagai komponen, mulai dari sel baterai, motor listrik, elektronik daya, hingga sistem manajemen baterai.

Menurut dia, kebutuhan tersebut membuka peluang bagi industri komponen nasional untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan memperluas keterlibatan dalam rantai pasok kendaraan masa depan.

Industri komponen lokal perlu tingkatkan daya saing

Di tengah peluang tersebut, industri komponen otomotif nasional juga menghadapi perubahan kebutuhan pasar, terutama seiring transisi menuju elektrifikasi dan digitalisasi.

Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Yusak Kristian Solaeman mengatakan, industri komponen Indonesia telah berkembang seiring pertumbuhan sektor otomotif domestik. Sejumlah produk komponen buatan Indonesia bahkan telah menembus pasar ekspor dan memperoleh kepercayaan dari pembeli internasional.

Namun, perubahan teknologi dan meningkatnya tuntutan terhadap kualitas serta kinerja produk membuat industri komponen perlu terus beradaptasi.

“Industri komponen otomotif Indonesia sedang memasuki perubahan besar, mulai dari transisi menuju elektrifikasi dan digitalisasi hingga tuntutan kualitas dan kinerja yang semakin tinggi. Kondisi ini menuntut kami untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan memperkuat kemampuan,” ujar Yusak.

Menurut dia, penguatan industri komponen tidak hanya bergantung pada kemampuan memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga pada kapasitas untuk menghasilkan produk yang kompetitif di pasar internasional.

Untuk itu, Yusak menilai, Automechanika Jakarta dapat menjadi ruang bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus bertukar pengetahuan dan pengalaman.

Dia berharap, pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga mendorong terbentuknya kemitraan baru yang dapat mendukung pengembangan industri komponen nasional.

“Kami berharap, semakin banyak pelaku industri Indonesia yang dapat membangun kemitraan baru dan memperoleh wawasan berharga untuk mengembangkan produk yang semakin kompetitif,” katanya.

Yusak menambahkan, Indonesia memiliki pasar otomotif yang terus berkembang dan tenaga kerja dengan kemampuan yang semakin meningkat. Potensi tersebut perlu didukung kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

GIAMM, lanjut dia, akan terus berperan sebagai penghubung antara industri serta pemerintah untuk mendukung pengembangan ekosistem industri komponen yang kompetitif, tangguh, dan berkelanjutan.

Automechanika Jakarta 2026 diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi industri komponen Indonesia.Dok. KOMPAS.com/ANINGTIAS JATMIKA Automechanika Jakarta 2026 diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi industri komponen Indonesia.

Sementara itu, Stephan mengatakan, kehadiran Automechanika Jakarta diharapkan dapat membantu pelaku industri memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar otomotif modern.

“Melalui pameran, konferensi, dan forum bisnis, para pelaku industri dapat menjajaki peluang investasi, memperluas jaringan, serta mengidentifikasi potensi kerja sama dengan mitra dari berbagai negara,” ucap dia.

Dengan mempertemukan pelaku industri lokal dan internasional, Automechanika Jakarta 2026 diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi industri komponen Indonesia untuk memperkuat daya saing dan memperluas perannya dalam rantai pasok otomotif regional maupun global.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau