Advertorial

Mahasiswa UM Raih Juara Umum Kompetisi Mobil Listrik dan Prestasi Robot Terbang Nasional

Kompas.com - 29/09/2026, 17:13 WIB

KOMPAS.com – Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Malang (UM) menorehkan prestasi dalam dua kompetisi teknologi tingkat nasional pada September 2026, yakni Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2026 dan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026.

Pada KMLI 2026 yang digelar di Politeknik Negeri Bandung mulai Minggu (20/9/2026) hingga Jumat (25/9/2026), Research Electric Vehicle (REV) Team FT UM berhasil menjadi juara umum setelah meraih tiga penghargaan. Capaian tersebut terdiri dari Juara I Kategori Desain, Juara I Kategori Percepatan, serta Juara II Kategori Daya Tanjak.

Kompetisi tersebut menguji kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan kendaraan listrik dari berbagai aspek, mulai dari rancangan kendaraan, performa, hingga kemampuan teknis saat diuji di lintasan.

Pengembangan kendaraan listrik oleh REV Team FT UM melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan, seperti teknik mesin, teknik industri, kelistrikan, desain, dan sistem kendaraan. Proses tersebut mencakup tahapan perancangan, pembuatan, hingga pengujian kendaraan.

Selain kompetisi kendaraan listrik, mahasiswa UM juga mencatatkan prestasi pada KRTI 2026 yang berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai Senin (21/9/2026) hingga Jumat (25/9/2026).

Dalam ajang tersebut, Cakrawala Team 2 UM berhasil meraih Juara Harapan II pada Divisi Fixed Wing. Tim tersebut diperkuat oleh Adryan Hidayatullah dan Firzi Yuhardian Saputra dari Program Studi S1 Teknik Mesin serta Ahmad Setyo Putra dari Program Studi S1 Teknik Industri, dengan bimbingan Andika Bagus Nur Rahmah Putra, SPd, MPd.

Sementara itu, Tim WISANGGENI UM memperoleh penghargaan Best Spirit pada Divisi Vertical Take-Off Landing (VTOL). Tim tersebut didampingi Putra Wisnu Agung Sucipto, ST, MT.

KRTI 2026 diikuti 94 tim mahasiswa dari 43 perguruan tinggi. Para peserta berkompetisi dalam lima divisi, yakni Racing Plane, Fixed Wing, Vertical Take-Off Landing (VTOL), Technology Development, serta Long Endurance Low Altitude (LELA).

Kompetisi ini menilai kemampuan mahasiswa dalam merancang, membangun, menguji, serta menjalankan misi menggunakan teknologi pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Cakrawala Team 2 Universitas Negeri Malang menerima penghargaan Juara Harapan II Divisi Fixed Wing dalam ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026.Dok. Universitas Malang Cakrawala Team 2 Universitas Negeri Malang menerima penghargaan Juara Harapan II Divisi Fixed Wing dalam ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UM Prof Dr Eng Ir Siti Sendari, ST, MT, mengapresiasi capaian mahasiswa dalam dua kompetisi tersebut. Menurutnya, prestasi itu tidak lepas dari kerja sama tim dan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan teknologi.

“Semua hasil yang diperoleh merupakan kerja cerdas dari mahasiswa untuk bekerja sama dengan tim dan mewujudkan ide yang inovatif,” ujar Prof Siti dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (29/9/2026).

Ia melanjutkan, pembuatan prototipe menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji gagasan dan teknologi yang dikembangkan melalui pengalaman langsung.

“Realisasi prototipe yang digagas dapat diuji coba kehandalannya dalam lingkungan nyata. Semoga ajang KRTI dan KMLI 2026 mampu menjadi pengalaman berharga untuk semua mahasiswa,” ucapnya.

Melalui keterlibatan dalam KMLI dan KRTI 2026, mahasiswa UM mendapatkan pengalaman dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Mereka tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis, tetapi juga belajar menyelesaikan persoalan rekayasa, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi teknologi.

Pengembangan kendaraan listrik dan teknologi UAV tersebut juga mendukung upaya penguatan kompetensi mahasiswa di bidang inovasi dan industri teknologi.

Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas serta pin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan keterampilan, riset terapan, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Capaian dalam KMLI dan KRTI 2026 menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa UM dalam mengembangkan teknologi berbasis rekayasa. Selain kemampuan teknis, kompetisi tersebut turut melatih kolaborasi, kreativitas, serta kemampuan pemecahan masalah melalui pembelajaran yang aplikatif.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau