KOMPAS.com – Suasana ramai terlihat di sejumlah area pameran Automechanika Jakarta 2026 yang digelar di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).
Pengunjung silih berganti mendatangi booth peserta untuk melihat produk, berdiskusi dengan perwakilan perusahaan, juga mencari peluang kerja sama. Sejumlah booth juga dipadati pengunjung yang datang dari berbagai daerah, bahkan berbagai negara.
Bagi para peserta, keramaian tersebut bukan sekadar menunjukkan tingginya minat terhadap pameran komponen dan aftermarket otomotif yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia itu.
Pertemuan langsung dengan toko, bengkel, distributor, produsen kendaraan, serta pelaku industri lainnya menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan sekaligus menjajaki peluang bisnis baru.
Automechanika Jakarta 2026 sukses digelar hingga Minggu (27/9/2026). Pameran yang diinisiasi Messe Frankfurt tersebut menghadirkan 339 peserta dari 16 negara di area seluas 20.000 meter persegi.
Messe Frankfurt menghadirkan jaringan Automechanika yang sebelumnya telah berkembang di berbagai pasar dunia. Setelah memasuki Asia Tenggara pada 1998, merek tersebut telah hadir di sejumlah negara di kawasan, termasuk Malaysia dan Vietnam.
Kini, Indonesia menjadi salah satu pasar yang masuk dalam jaringan tersebut.
Pameran Automechanika Jakarta 2026 menghadirkan 339 peserta dari 16 negara di area seluas 20.000 meter persegi.Selain menampilkan produk dan teknologi otomotif, penyelenggara menghadirkan konferensi serta forum bisnis yang mempertemukan pelaku industri dan membahas perkembangan sektor otomotif, tren global, hingga prospek investasi.
Bagi peserta, format pameran yang berorientasi bisnis atau business-to-business (B2B) menjadi salah satu daya tarik karena pengunjung yang datang dinilai memiliki kebutuhan yang lebih spesifik terhadap produk dan layanan otomotif.
Booth ramai, peserta temukan peluang baru
Salah satu peserta yang merasakan antusiasme pengunjung adalah PT Timur Raya Anugerah Damai (TRAD).
Sales and Marketing Manager PT Timur Raya Anugerah Damai, Jessica, mengatakan, sejak hari kedua penyelenggaraan, booth TRAD telah didatangi pengunjung.
“Antusiasmenya cukup bagus. Banyak pengunjung yang datang ke booth kami, mulai dari workshop, bengkel, sampai toko-toko dari berbagai daerah,” ujar Jessica.
Adapun TRAD hadir sebagai Gold Sponsor Automechanika Jakarta 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas jaringan bisnis, khususnya di segmen B2B.
Di pameran tersebut, TRAD membawa sejumlah merek asal Jepang yang telah dikenal di pasar Indonesia, seperti 555, Seiken, dan NSK.
Menurut Jessica, pameran juga memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk bertemu dengan pelanggan lama sekaligus memperkenalkan produk kepada calon pelanggan baru.
Targetnya bukan hanya memperluas jaringan di wilayah Jabodetabek, tetapi juga menjangkau toko grosir dan bengkel dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri.
Respons positif juga dirasakan PT SKF Automotive Indonesia yang berpartisipasi sebagai Bronze Sponsor.
Automotive Sales Engineer PT SKF Automotive Indonesia, Muhammad Fikri, mengatakan, booth SKF ramai dikunjungi selama pameran. Selain menampilkan produk, perusahaan menyiapkan sejumlah aktivitas agar pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan tim.
Pengunjung dapat berdiskusi mengenai kebutuhan produk, memperoleh informasi mengenai kapabilitas perusahaan, serta mengenal lebih jauh produk SKF yang ditawarkan untuk pasar otomotif.
“Dari sisi visitor, saya akui bagus. Karena konsepnya B2B, market yang kami butuhkan memang datang ke sini. Kami mendapatkan banyak prospect, opportunity, dan leads,” tutur Fikri.
Bagi SKF, karakter pengunjung tersebut menjadi salah satu nilai penting dari keikutsertaan dalam Automechanika Jakarta 2026.
Perusahaan tidak hanya ingin memperkenalkan mereknya, tetapi juga memperluas pemahaman pasar bahwa produk SKF tidak terbatas pada bearing.
Di segmen roda empat, misalnya, SKF juga membawa berbagai produk untuk aftermarket dan original equipment (OE), termasuk water pump, tie rod, clutch bearing, serta sejumlah produk non-bearing lain.
Menurut Fikri, pameran tersebut sekaligus menjadi momentum bagi SKF memperkuat jaringan dengan grosir, bengkel, distributor, dan pelaku usaha lain.
Dari calon customer hingga supplier
Antusiasme pengunjung juga membuka peluang bagi peserta yang lebih kecil untuk bertemu dengan calon pelanggan dan mitra bisnis yang relevan.
PT Radiator Springs Indonesia, misalnya, memanfaatkan Automechanika Jakarta 2026 untuk memperkenalkan produk dan mencari calon pembeli, partner, serta supplier.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang otomotif, khususnya spesialisasi speedometer dan sistem elektrikal kendaraan, termasuk layanan kustomisasi dan perbaikan.
Booth PT Astra Otoparts Tbk ramai disambangi pengunjung pada pameran Automechanika Jakarta 2026.
Ikhsan Badruz Zaman dari PT Radiator Springs Indonesia mengatakan, karakter pengunjung Automechanika Jakarta yang lebih spesifik menjadi keuntungan bagi pelaku usaha karena mereka dapat bertemu dengan calon customer dan partner yang relevan dengan bisnisnya.
“Automechanika Jakarta ini sangat potensial bagi produk UMKM seperti kami. Pameran ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk lokal Indonesia juga ada yang bisa bersaing secara global,” ujar Ikhsan.
Ia pun membuka peluang kerja sama dengan supplier dan distributor di Indonesia yang ditemui selama pameran.
Bagi Ikhsan, peluang tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan berencana kembali mengikuti Automechanika pada penyelenggaraan berikutnya dengan membawa inovasi dan produk terbaru.
Adapun pada gelaran kali ini, PT Radiator Springs Indonesia memperkenalkan produk baru berupa kabel relay set untuk instalasi lampu kendaraan.
Hal serupa menjadi perhatian PT Astra Otoparts Tbk yang melihat pameran tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas akses pelaku industri komponen Indonesia terhadap pasar internasional.
President Director PT Astra Otoparts Tbk yang juga merupakan Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Yusak Kristian Solaeman menilai bahwa Automechanika Jakarta lebih dari sekadar pameran produk.
Menurut dia, platform tersebut dapat mempertemukan produsen komponen lokal dengan calon pembeli dan partner dari luar negeri.
“Sebenarnya, potensi industri otomotif Indonesia masih sangat besar. Bukan hanya untuk pasar domestik, melainkan juga untuk pasar global. Banyak peserta yang ada di sini juga sudah melakukan ekspor. Jadi, produk komponen yang dibuat di Indonesia itu sudah punya kualitas dan sudah bisa diterima di pasar global,” jelas Yusak.
Dengan pasar domestik yang besar dan kemampuan industri yang terus berkembang, Yusak melihat masih terdapat ruang bagi industri komponen nasional untuk memperluas jangkauan bisnis.
Menurut dia, Automechanika Jakarta menjadi salah satu titik temu bagi pelaku industri untuk mencari peluang tersebut.
Pada pembukaan pameran, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza mengatakan, penyelenggaraan Automechanika di Jakarta menunjukkan adanya perubahan cara industri otomotif global memandang Indonesia.
Indonesia, kata dia, tidak lagi hanya menjadi pasar kendaraan, tetapi juga basis produksi, mitra rantai pasok, dan pusat investasi regional.
Produksi kendaraan dalam negeri pada 2026 tercatat sekitar 860.000 unit, tumbuh 13,4 persen secara tahunan. Sementara ekspor komponen otomotif meningkat 41 persen.
Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari perkembangan industri otomotif nasional yang juga ditopang oleh ekosistem pemasok komponen.
Konsep B2B pada pameran Automechanika Jakarta 2026 membuat peserta dapat bertemu dengan calon pembeli dan pelaku usaha yang sesuai dengan target pasar mereka.
Potensi pasar domestik juga masih besar. Faisol menyebut rasio kepemilikan mobil di Indonesia sekitar 99 unit per 1.000 penduduk. Pemerintah menargetkan rasio tersebut dapat meningkat menjadi 150 unit per 1.000 penduduk, yang menurutnya setara dengan potensi penjualan sekitar 1,5 juta unit kendaraan per tahun.
“Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi, mitra rantai pasok, dan pusat regional untuk investasi,” ujar Faisol.
Potensi tersebut turut terlihat dari beragamnya peserta yang hadir dalam Automechanika Jakarta 2026.
Keberlanjutan pameran
Antusiasme yang dirasakan para peserta pada penyelenggaraan perdana menjadi modal untuk keberlanjutan pameran.
Jessica dari TRAD berharap, Automechanika Jakarta dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya. Menurut dia, pameran tersebut telah mempertemukan perusahaan dengan pelanggan dari berbagai daerah sekaligus membuka peluang menemukan supplier baru.
“Kami berharap, event-nya bisa terus berlanjut. Semoga nantinya ada gelaran kedua, ketiga, dan seterusnya sehingga industri aftermarket dan komponen otomotif di Indonesia juga semakin berkembang,” ucapnya.
Bagi SKF, kualitas dan karakter pengunjung menjadi salah satu hal yang perlu dipertahankan pada penyelenggaraan berikutnya.
Fikri mengatakan, konsep B2B membuat peserta dapat bertemu dengan calon pembeli dan pelaku usaha yang sesuai dengan target pasar mereka.
Yusak juga melihat penyelenggaraan perdana sebagai awal dari peluang yang lebih besar.
Menurut dia, respons positif peserta menunjukkan bahwa industri komponen nasional memiliki minat untuk memanfaatkan platform yang dapat mempertemukan mereka dengan pasar global.
“Kami berharap, ke depan semakin banyak ekshibitor, semakin banyak pengunjung, dan tentunya semakin banyak peluang kerja sama yang bisa tercipta,” ujar Yusak.
Bagi pelaku industri komponen, keberlanjutan Automechanika Jakarta bukan hanya mengenai bertambahnya skala pameran, melainkan juga bagaimana pertemuan yang terjadi selama empat hari tersebut dapat berlanjut menjadi hubungan bisnis, kemitraan, dan pengembangan pasar.
Dengan antusiasme peserta dan pengunjung pada gelaran perdana, Automechanika Jakarta 2026 menjadi titik awal bagi pelaku industri untuk kembali mempertemukan kebutuhan pasar Indonesia dengan peluang dari jaringan otomotif global.