KOMPAS.com - Kecerdasan buatan (AI) semakin sering digunakan dalam aktivitas bisnis, mulai dari membuat konten, membaca data, melayani pelanggan, hingga mempercepat berbagai proses kerja.
Meski begitu, tak jarang pelaku bisnis masih kesulitan memaksimalkan perangkat AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
Persoalan itu pun menjadi salah satu fokus Indonesia Digital Meetup (IDM) 2026 yang akan digelar di SMESCO Indonesia, Jakarta, mulai Kamis (15/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026).
Dengan mengusung tema “Where Business Meets AI”, IDM 2026 menjadi ruang pertemuan bagi pelaku bisnis, brand, kreator, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), praktisi pemasaran, hingga pemain teknologi untuk membahas pemanfaatan AI dan ekosistem digital sebagai peluang bisnis.
Acara tersebut merupakan kolaborasi SMESCO dan Volare Advertising Network.
Perhelatan ini turut didukung Qlola by BRI, platform solusi finansial untuk kebutuhan bisnis. Melalui sejumlah layanan, seperti cash management, trade finance, dan supply chain management, Qlola by BRI menawarkan solusi pengelolaan keuangan dalam satu ekosistem.
Dukungan tersebut hadir di tengah upaya perusahaan mengintegrasikan teknologi dan AI untuk mendorong efisiensi serta pertumbuhan bisnis.
Digitalisasi bisnis memasuki era monetisasi
Saat ini, berbagai aktivitas bisnis telah terhubung dengan ekosistem digital. Brand memproduksi konten, UMKM berjualan melalui lokapasar dan media sosial, sementara kreator membangun audiens melalui berbagai platform.
Perusahaan juga mulai mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam aktivitas bisnis. Namun, tingginya aktivitas digital belum selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan bisnis.
Sejumlah bisnis masih menghadapi tantangan dalam mengubah lalu lintas digital menjadi transaksi. Begitu pula dengan brand yang telah memperoleh jangkauan dan interaksi tinggi, tetapi masih mencari cara untuk mengubah perhatian audiens menjadi pendapatan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian IDM 2026 melalui gagasan “The Monetization Era”. Di era sekarang, keberhasilan bisnis di ranah digital tidak hanya dilihat dari jumlah pengikut atau jangkauan, tetapi juga kemampuan menghasilkan konversi, memiliki audiens, dan membangun sistem pendapatan.
Selama dua hari, IDM 2026 akan menghadirkan Conference dan Digital Ecosystem Expo yang mempertemukan berbagai perspektif dari bidang AI, bisnis, konten, pemasaran, dan teknologi.
Acara ini tidak hanya ditujukan bagi pelaku industri teknologi, tetapi juga pemilik bisnis, UMKM, kreator, pemasar, chief marketing officer (CMO), agensi, hingga pemain teknologi dan platform.
Hadirkan praktisi AI, bisnis, dan teknologi
IDM 2026 menghadirkan sejumlah praktisi dari berbagai bidang industri.
Beberapa nama yang masuk dalam daftar pembicara antara lain adalah Senior AI Researcher dan Volare AI Advisor Adhiguna Kuncoro, DPhil; Founder & Content Creator Social Bread Edho Zell; CEO Kata.ai Irzan Raditya; CEO KLY Media Dian Gemiano; Mega Balqisz dari Meta; serta Ikrar Pradana dari TikTok.
Selain nama-nama tersebut, masih ada sejumlah nama lain yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Kehadiran para praktisi dari berbagai latar belakang tersebut mencerminkan keterhubungan antara AI, pemasaran, konten, perdagangan, dan teknologi dalam ekosistem bisnis digital.
Ruang belajar dan membuka peluang
Indonesia Digital Meetup sebelumnya menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri, mulai dari UMKM dan pemilik bisnis hingga kreator, pemasar, pemain teknologi, peserta pameran, hingga penyedia solusi.
Di IDM, peserta bisa memperoleh wawasan mengenai AI, menemukan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan, bertemu calon mitra, atau bertukar pengalaman dengan pelaku industri yang menghadapi tantangan digital serupa.
Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, IDM 2026 menjadi ruang untuk memahami teknologi dan tren yang relevan dengan kebutuhan bisnis.
Tiket Indonesia Digital Meetup 2026 dapat dibeli melalui BRImo dan Loket.com.