Advertorial

Buka Banyak Aplikasi Tetap Responsif, Begini Performa AMD Ryzen™ AI untuk Kerja

Kompas.com - 01/10/2026, 13:37 WIB

KOMPAS.com – Dalam satu hari kerja, pengguna perangkat laptop atau PC bisa mengikuti meeting sambil membuka dokumen, mengecek spreadsheet, berpindah ke banyak tab browser, membalas email, lalu melanjutkan pekerjaan di aplikasi kreatif atau software  profesional.

Tantangannya bukan sekadar apakah setiap aplikasi tersebut dapat dibuka, melainkan apakah pengguna dapat berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain tanpa harus terus menutup aplikasi atau mengganggu ritme kerja.

Untuk melihat pengalaman tersebut, Kompas.com menguji perangkat berbasis AMD Ryzen™ AI melalui sejumlah workflow dengan kebutuhan yang berbeda.

Pengujian dimulai dari Microsoft Office, meeting, email, dan browser dengan banyak tab, kemudian berlanjut ke Adobe Photoshop dan Premiere Pro, software profesional seperti AutoCAD, SketchUp, dan Blender, hingga penggunaan AI lokal melalui LM Studio.

Fokus pengujian bukan menjalankan satu aplikasi secara terpisah, melainkan melihat bagaimana AMD Ryzen™ AI menangani berbagai aplikasi yang digunakan bergantian dalam satu alur kerja.

Hasilnya, pengguna dapat berpindah dari satu kebutuhan ke kebutuhan berikutnya dengan respons yang tetap terasa cepat, tanpa harus terus menutup aplikasi yang sebelumnya digunakan.

Banyak aplikasi tetap berjalan

Pengujian dimulai dari pola kerja yang paling umum ditemui sehari-hari. Microsoft Word dan Excel digunakan bersama aplikasi meeting, email, serta browser dengan banyak tab yang tetap terbuka.

Skenario itu menggambarkan kondisi ketika pengguna harus mengikuti rapat sambil memeriksa dokumen, memperbarui spreadsheet, mencari informasi melalui browser, dan merespons komunikasi dalam waktu yang berdekatan.

Ilustrasi Ryzen? AI. Dok. Kompas.com Ilustrasi Ryzen? AI.

Dalam pengujian Kompas.com, perpindahan antar-aplikasi tetap terasa responsif. Pengguna dapat kembali ke dokumen, berpindah ke browser, lalu masuk lagi ke meeting tanpa perlu menutup aplikasi lain terlebih dahulu.

Di sinilah performa multitasking menjadi lebih terasa dalam penggunaan nyata. Produktivitas tak hanya ditentukan dari seberapa cepat satu aplikasi menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dari seberapa lancar perangkat mengikuti pengguna ketika konteks pekerjaannya terus berubah.

Pengujian dilakukan menggunakan ASUS VM640 AIO dengan AMD Ryzen™ AI 7 350 dan ASUS Zenbook S16 dengan AMD Ryzen™ AI 9 465. Keduanya digunakan untuk melihat bagaimana platform AMD Ryzen™ AI dapat mengikuti pola kerja yang sama dalam form factor desktop maupun mobile.

Menjaga ritme kerja kreatif

Setelah produktivitas harian, pengujian dilanjutkan ke aplikasi kreatif menggunakan Adobe Photoshop dan Premiere Pro. Kedua aplikasi tersebut dijalankan ketika browser dan beberapa aplikasi lain masih tetap aktif.

Ilustrasi Ryzen? AI. Dok. Kompas.com Ilustrasi Ryzen? AI.

Pengguna kemudian mengolah aset visual di Photoshop serta mengedit video melalui Premiere Pro tanpa harus menutup aplikasi yang sebelumnya digunakan.

Pengguna dapat berpindah dari timeline video ke Photoshop untuk mengolah aset, membuka referensi melalui browser, kemudian kembali ke Premiere Pro untuk melanjutkan pekerjaan.

Skenario tersebut lebih mendekati cara aplikasi kreatif digunakan sehari-hari. Pekerjaan desain dan video biasanya tidak berlangsung hanya dalam satu software. Referensi, aset visual, dokumen, browser, dan alat komunikasi sering kali tetap digunakan secara bersamaan.

Oleh karena itu, kemampuan mempertahankan aplikasi yang sudah terbuka serta berpindah di antaranya secara responsif membantu menjaga ritme kerja tetap berjalan.

Kelancaran berbagai aktivitas tersebut didukung oleh kombinasi Central Processing Unit (CPU), Graphics Processing Unit (GPU), dan Neural Processing Unit (NPU) dalam AMD Ryzen™ AI.

CPU menangani komputasi utama dan multitasking, GPU membantu workload visual, sementara NPU dirancang untuk menjalankan workload AI yang kompatibel.

Pada perangkat yang diuji, AMD Ryzen™ AI 7 350 memiliki CPU 8 core dan 16 thread, grafis terintegrasi AMD Radeon™ 860M, serta NPU hingga 50 TOPS. Sementara AMD Ryzen™ AI 9 465 membawa CPU 10 core dan 20 thread, grafis AMD Radeon™ 880M, serta NPU hingga 50 TOPS.

Bagi pengguna, pembagian tersebut membantu berbagai jenis pekerjaan, mulai dari multitasking dan pengolahan visual hingga penggunaan AI, berjalan dalam perangkat yang sama.

Menjalankan software profesional

Rangkaian pengujian kemudian dilanjutkan ke software profesional. AutoCAD digunakan untuk drafting dan pengolahan obyek, SketchUp untuk membuka sekaligus menavigasi model tiga dimensi, sementara Blender digunakan untuk memeriksa model dan menjalankan proses rendering.

Ilustrasi Ryzen? AI dalam penggunaan Blender. Dok. Kompas.com Ilustrasi Ryzen? AI dalam penggunaan Blender.

Ketiga aplikasi tersebut menggambarkan alur kerja yang dapat saling berkaitan. Sebuah pekerjaan dapat dimulai dari drawing dua dimensi di AutoCAD, dilanjutkan menjadi visualisasi tiga dimensi di SketchUp, kemudian diperiksa atau dirender lebih detail melalui Blender.

Dalam pengujian Kompas.com, perpindahan di antara software tersebut tetap terasa responsif tanpa kendala yang menghambat alur kerja.

Artinya, AMD Ryzen™ AI tidak hanya relevan untuk skenario produktivitas seperti Office, browsing, dan meeting.

Platform yang sama juga dapat digunakan untuk aktivitas kreatif maupun menjalankan software profesional dengan karakter workload yang berbeda.

Tentu, kebutuhan hardware tetap bergantung pada kompleksitas proyek. Drawing sederhana memiliki tuntutan berbeda dibandingkan model tiga dimensi dengan banyak obyek, polygon, dan tekstur.

Namun, pengujian tersebut memperlihatkan bahwa pengguna dapat berpindah dari satu jenis pekerjaan ke pekerjaan berikutnya tanpa harus terus menutup aplikasi yang sebelumnya digunakan.

AI untuk mendukung pekerjaan

Pengujian kemudian dilanjutkan dengan penggunaan AI sebagai bagian dari alur kerja yang sama.

AI tidak hanya digunakan sebagai fitur terpisah, tetapi dimanfaatkan pada tahapan pekerjaan yang memang dapat memakan waktu.

Setelah meeting, misalnya, AI dapat membantu mengolah catatan menjadi rangkuman dan action items.

Ketika pengguna mulai menyiapkan presentasi, AI juga dapat dimanfaatkan untuk brainstorming maupun membuat outline awal sebelum hasilnya dikembangkan kembali oleh pengguna.

Ilustrasi Ryzen? AI. Dok. Kompas.com Ilustrasi Ryzen? AI.

Kompas.com turut mencoba LM Studio untuk menjalankan model AI secara lokal di perangkat. Aplikasi tersebut digunakan untuk membantu brainstorming, mengembangkan ide, serta mengolah informasi.

Pemrosesan model AI lokal memberi pilihan bagi pengguna untuk menjalankan workload tertentu langsung pada perangkat tanpa selalu mengandalkan layanan AI berbasis cloud, selama model, aplikasi, dan konfigurasi perangkat mendukungnya.

NPU pada AMD Ryzen™ AI dirancang untuk menangani workload AI yang kompatibel, termasuk ketika fitur atau aplikasi AI digunakan sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari.

Manfaat AI dalam skenario itu bukan menggantikan proses berpikir ataupun pengambilan keputusan pengguna.

AI digunakan untuk membantu mempersingkat tahapan awal sehingga pengguna dapat lebih cepat masuk ke pekerjaan berikutnya.

Dari meeting ke rangkuman, dari rangkuman ke presentasi, kemudian kembali ke aplikasi kerja lainnya, semuanya tetap menjadi bagian dari satu alur kerja.

Tetap responsif saat menggunakan baterai

Kemampuan mempertahankan aktivitas kerja menjadi semakin relevan ketika pengguna tidak selalu bekerja dari satu meja.

Karena itu, pengujian mobile juga dilakukan menggunakan ASUS Zenbook S16 berbasis AMD Ryzen™ AI 9 465 tanpa terhubung ke charger.

Meeting, browsing, Microsoft Office, multitasking, hingga penggunaan AI tetap dijalankan untuk melihat pengalaman ketika pengguna berpindah lokasi dan bekerja menggunakan baterai.

Dalam pengujian tersebut, respons perangkat tetap terasa konsisten, baik ketika menggunakan baterai maupun saat terhubung ke charger.

Ilustrasi Ryzen? AI. Dok. Kompas.com Ilustrasi Ryzen? AI.

Sebagai referensi, pengujian internal AMD pada perangkat tersebut mencatat daya tahan baterai hingga sekitar 17 jam melalui PCMark Modern Office.

Hasil penggunaan aktual tentu dapat berbeda tergantung konfigurasi perangkat, pengaturan daya, tingkat kecerahan layar, aplikasi, serta workload yang dijalankan.

Bagi pengguna mobile, pengalaman seperti itu menjadi penting karena mobilitas bukan hanya soal perangkat yang mudah dibawa.

Pengguna juga perlu tetap dapat membuka aplikasi dan melanjutkan workflow yang sama ketika berpindah dari meja kerja ke ruang meeting atau lokasi lainnya.

Satu platform untuk semua

Rangkaian pengujian memperlihatkan pola yang sama meski jenis pekerjaannya terus berubah. Pengguna dapat memulai dari meeting dan Microsoft Office, membuka banyak tab browser, berpindah ke Photoshop atau Premiere Pro, melanjutkan pekerjaan melalui AutoCAD, SketchUp, atau Blender, kemudian menggunakan AI lokal melalui LM Studio.

Ilustrasi Ryzen? AI. Dok. Kompas.com Ilustrasi Ryzen? AI.

Setiap aplikasi memiliki kebutuhan komputasi yang berbeda. AMD Ryzen™ AI menggabungkan CPU, GPU, dan NPU dalam satu platform untuk menangani berbagai jenis workload tersebut sesuai kebutuhan.

Dalam pengujian ini, ASUS VM640 AIO dengan AMD Ryzen™ AI 7 350 menjadi workspace berbasis desktop, sedangkan ASUS Zenbook S16 dengan AMD Ryzen™ AI 9 465 mewakili kebutuhan kerja yang lebih mobile.

Namun, perangkat bukan menjadi fokus utama pengujian. Keduanya menjadi contoh bagaimana platform AMD Ryzen™ AI dapat digunakan dalam pola kerja yang berbeda.

Benang merahnya terletak pada kemampuan berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.

Mulai dari Office, meeting, dan browser, berlanjut ke aplikasi Adobe, software profesional, hingga AI lokal, pengguna dapat berpindah dari satu kebutuhan ke kebutuhan berikutnya tanpa harus terus menutup aplikasi yang sebelumnya digunakan.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa AMD Ryzen™ AI dapat menangani berbagai aplikasi dan jenis pekerjaan dalam satu alur kerja, sambil menjaga pengalaman penggunaan tetap responsif.

Lihat Pengujian Lengkapnya

Untuk melihat secara langsung bagaimana berbagai aplikasi tersebut dijalankan dalam satu workflow menggunakan perangkat berbasis AMD Ryzen™ AI, simak pengujian lengkap melalui video Kompas.com tentang AMD Ryzen™ AI.

Ilustrasi Ryzen? AI. Dok. Kompas.com Ilustrasi Ryzen? AI.

[

Untuk mengenal lebih jauh teknologi, fitur, dan berbagai penggunaan AMD Ryzen™ AI, kunjungi informasi AMD Ryzen™ AI di situs resmi AMD Indonesia dan temukan ASUS VM640 AIO dengan AMD Ryzen™ AI di sini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau