Mengusung tema "Redefine Your Kalcer", Yamaha mengajak kreator muda untuk mengeksplorasi Yamaha Grand Filano sebagai “kanvas” untuk menuangkan karya dan perspektif mereka.
Melalui Grand Filano Classy Artsy Challenge 2026, Yamaha menjadikan Grand Filano sebagai medium bagi kreator untuk menuangkan perspektif, cerita, dan interpretasi mereka mengenai kultur anak muda.
Manager Public Relations YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Rifki Maulana mengatakan, kreativitas anak muda terus berkembang dengan daya eksplorasi yang tinggi.
"Hal ini (kreativitas anak muda) terlihat dari beragam karya yang masuk lewat online submission Grand Filano Classy Artsy Challenge, baik dari sisi gaya maupun tema yang mereka angkat," ujar Rifki dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, Grand Filano Hybrid sebagai salah satu skutik klasik Yamaha memiliki desain yang cocok untuk dieksplorasi para kreator. Bahkan, sejumlah karya yang masuk berpotensi menjadi inspirasi modifikasi Grand Filano.
Yamaha telah memilih sejumlah kreator muda dalam ajang Grand Filano Classy Artsy Challenge 2026. Karya mereka kemudian diwujudkan pada Grand Filano edisi terbatas. Berikut adalah karya kreator muda yang terpilih.
"Black Kalcer" merupakan karya garapan Ahmad Ridwan Fitri. Melalui pendekatan Hybrid Ethnic Illustration, Ahmad memadukan elemen visual dari ukiran Dayak, motif Toraja, dan ukiran Papua ke dalam desain Grand Filano.
Tidak hanya memadukan sejumlah elemen budaya, karya Ahmad juga membawa pesan mengenai relasi manusia dengan alam. Pesan itu juga divisualisasikan melalui flora dan fauna yang ditempatkan dalam suasana kehidupan perkotaan.
Selanjutnya, ada karya "Redefire Your Kalcer" dari Feri Akbar. Karya tersebut menggabungkan visual fauna dengan bentuk yang unik. Feri juga menghadirkan nautilus, yakni moluska purba yang hidup di laut.
''Redefire Your Kalcer'' karya Feri Akbar. Dalam karyanya, nautilus menjadi simbol bahwa penyesalan merupakan bagian yang tidak terhindarkan dalam kehidupan, tetapi dapat menjadi pembelajaran di masa mendatang.
Selain nautilus, Feri juga menyertakan visual burung, bidak catur, dan stik gim. Berbagai elemen tersebut menggambarkan bahwa manusia adalah bagian kecil di dalam permainan yang besar.
"Soul In Motion” merupakan karya dari Afrizal Maulana. Melalui visual yang lembut menggambarkan sebuah perjalanan yang terus bergerak dan berkembang dalam imajinasi.
''Soul in Motion'' karya Afrizal Maulana.Bagi Afrizal, imajinasi bukan hanya tempat pelarian, melainkan proses mengenal diri, membentuk karakter, dan menemukan identitas. Di tempat yang paling tersembunyi itulah seseorang dapat memahami dirinya dalam sebuah perjalanan panjang.
Karya selanjutnya adalah "Let's Travelling" dari Raden Ardhana Rheswara Prasetya Kusuma. Melalui karyanya, Raden memaknai istilah “kalcer” sejati lebih mendalam.
Bukan lagi tentang mengejar penilaian atau validasi orang lain, melainkan keberanian untuk menulis, menghargai, dan bangga pada kisah hidup sendiri secara autentik.
''Let's Travelling'' karya Raden Ardhana Rheswara Prasetya Kusuma. Goresan visual yang dinamis dengan narasi yang emosional, Raden mengajak setiap orang untuk mengambil jeda dari kesibukan, menikmati waktu untuk diri sendiri, serta merayakan setiap pencapaian sederhana yang diraih dengan penuh usaha.
Itulah empat kreator yang karyanya diwujudkan menjadi desain Grand Filano edisi terbatas.
Bagi masyarakat yang tertarik memiliki Grand Filano edisi terbatas, silakan kunjungi akun Instagram Yamaha Jabodetabek untuk informasi selengkapnya.