KOMPAS.com – Formula E akan memasuki era baru pada musim 2026/2027 dengan mobil GEN4. Era ini juga menandai Bridgestone sebagai pemasok ban tunggal untuk seluruh tim yang berlaga di kejuaraan balap listrik tersebut.
Peran itu membawa tantangan tersendiri. GEN4 merupakan mobil tercepat dan paling bertenaga dalam sejarah Formula E dengan daya puncak 600 kilowatt (KW) atau sekitar 815 brake horsepower (bhp), kecepatan maksimum 335 kilometer per jam, serta permanent active all-wheel drive.
Kemampuan membuat persyaratan terhadap ban menjadi lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Bridgestone mengembangkan dua jenis ban, yakni POTENZA GEN4 untuk berbagai kondisi cuaca dan POTENZA GEN4 for TYPHOON TYRE untuk kondisi hujan lebat. Keduanya disiapkan untuk digunakan mulai musim Formula E 2026/2027.
Executive Officer, Chief Product Officer, dan Head of Global Motorsports Bridgestone Corporation Hiroshi Imai mengatakan, pengembangan POTENZA GEN4 dilakukan untuk mengoptimalkan performa mobil GEN4.
“Dalam mengembangkan POTENZA GEN4, kami mendorong teknologi hingga batas maksimal untuk sepenuhnya mengoptimalkan performa luar biasa GEN4,” ujar Imai dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (2/10/2026).
Ia melanjutkan, kehadiran POTENZA GEN4 for TYPHOON TYRE juga menjadi bagian dari evolusi ban pada era GEN4. Ban tersebut disiapkan agar pembalap tetap dapat mendapatkan daya cengkeram pada kondisi lintasan basah.
POTENZA GEN4, jaga grip dan daya tahan sekaligus
Pengembangan POTENZA GEN4 tidak hanya berfokus pada daya cengkeram. Ban ini juga dikembangkan dengan mempertimbangkan aturan Formula E yang secara umum tidak mengharuskan pergantian ban di tengah balapan.
Oleh karena itu, grip perlu diseimbangkan dengan ketahanan tapak dan daya tahan ban.
Untuk mencapai karakter tersebut, Bridgestone menggunakan kompon yang mengandung special polymer serta dirancang hingga tingkat molekuler dan recovered carbon black. Kombinasi tersebut dikembangkan untuk menghadapi perubahan temperatur dan beragam kondisi permukaan jalan.
Tak hanya itu, POTENZA GEN4 juga dirancang untuk memberikan daya cengkeram tinggi, kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi jalan dan cuaca, serta daya tahan untuk mempertahankan performa sejak awal hingga akhir balapan.
Sebagai informasi, FIA Formula E Musim 2026/27 akan berlangsung dalam 21 balapan di 13 kota dengan lintasan yang memiliki karakter berbeda-beda.
POTENZA GEN4 for TYPHOON TYRE, ban khusus untuk kondisi hujan lebat
Sementara itu, POTENZA GEN4 for TYPHOON TYRE disediakan untuk menghadapi kondisi basah. TYPHOON TYRE sendiri merupakan nama spesifikasi yang ditetapkan FIA untuk ban heavy wet yang digunakan dalam kejuaraan dunia ABB FIA Formula E.
Ban tersebut menggunakan silika yang berasal dari sekam padi. Bridgestone juga menerapkan teknologi miliknya untuk meningkatkan daya cengkeram dalam kondisi basah serta kemampuan membuang air.
POTENZA GEN4 for TYPHOON TYRE dirancang agar kendaraan dapat tetap melaju stabil ketika hujan lebat. Ban tersebut juga memberikan daya cengkeram dalam kondisi basah dengan genangan air yang tinggi di permukaan lintasan.
Dikembangkan lewat simulasi dan pengujian langsung
Pengembangan kedua ban tersebut bahkan dimulai ketika mobil GEN4 belum sepenuhnya selesai. Dikutip dari situs resmi Bridgestone, Rabu (30/9/2026), Imai menjelaskan bahwa pengembangan pada tahap awal dilakukan melalui simulasi karena mobil GEN4 belum tersedia untuk pengujian langsung.
Setelah GEN4 mulai diuji di lintasan, Bridgestone kemudian mengevaluasi hasil pengembangan tersebut secara langsung.
Imai menambahkan, sejak pengujian lintasan pertama, Bridgestone sudah mampu mencapai tingkat performa yang tinggi. Menurut dia, hasil tersebut menunjukkan teknologi, keahlian, dan pengalaman yang telah dibangun perusahaan selama bertahun-tahun di dunia balap motor.
Pengujian ban juga dilakukan menggunakan kendaraan GEN4 di Eropa dengan total jarak lebih dari 6.500 kilometer.
Selama pengujian, Bridgestone mengevaluasi sejumlah faktor, antara lain tyre footprint, karakter pemanasan ban, perubahan performa dalam penggunaan panjang, serta umpan balik dari pembalap. Pengujian fisik seperti pengukuran grip dengan instrumen viskoelastisitas dan verifikasi pola tapak juga dilakukan sebagai bagian dari pengembangan.
Rangkaian pengujian tersebut digunakan untuk memaksimalkan performa ban sebelum digunakan dalam balapan Formula E secara penuh.
Motorsport sebagai ruang pengembangan teknologi
Keterlibatan di Formula E juga menjadi kelanjutan dari pendekatan Bridgestone terhadap motorsport sebagai ruang pengembangan teknologi.
Bridgestone menyebut motorsport sebagai “laboratorium bergerak” yang memungkinkan perusahaan mengembangkan teknologi dalam kondisi balap yang ekstrem. Pengalaman tersebut kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan ban kendaraan penumpang ataupun komersial.
Formula E sendiri menjadi salah satu ruang terbaru bagi Bridgestone untuk menerapkan pendekatan tersebut. Terlebih, GEN4 membawa peningkatan performa serta tuntutan ban yang lebih tinggi ketimbang generasi sebelumnya.
Mulai musim 2026/2027, seluruh tim Formula E akan menggunakan ban Bridgestone. Dari tahap simulasi, pengujian lebih dari 6.500 kilometer, hingga kondisi balapan sesungguhnya, POTENZA GEN4 dan POTENZA GEN4 for TYPHOON TYRE akan menjadi bagian dari era baru kompetisi balap listrik tersebut.