Advertorial

Dorong Perubahan dari Aksi Kecil, Langkah Membumi Goes to Lima Kampus di Jabodetabek

Kompas.com - 05/10/2026, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Perubahan menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari pun dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan dampak yang lebih baik.

Semangat tersebut dibawa melalui Langkah Membumi Goes to Campus, rangkaian kegiatan menuju Langkah Membumi Market (LMM) 2026 dengan tema “Better Living Starts Here” oleh Blibli Tiket Action.

Langkah Membumi Goes to Campus hadir di lima kampus di Jabodetabek, yakni Universitas Atma Jaya Semanggi, BINUS Bekasi, BINUS Alam Sutera, Universitas Pertamina Simprug, dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gading Serpong.

Melalui gelar wicara interaktif, Waste Sorting Competition, dan Impact Creator Challenge, mahasiswa diajak tidak hanya memahami isu keberlanjutan, tetapi juga mengenali dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari dan mencoba langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Langkah tersebut sejalan dengan temuan Youth Sustainability Index (YSI) 2025 dari YouthLab Indonesia & WWF-Indonesia. Laporan itu menyebutkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara kepedulian anak muda terhadap isu lingkungan dengan penerapannya, seperti dalam praktik pemilahan sampah dan pola konsumsi.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan isu keberlanjutan dalam bentuk yang lebih sederhana, relevan, dan dekat dengan keseharian generasi muda.

Dari sustainability talk hingga aksi nyata

Keberlanjutan merupakan isu yang kompleks. Meski demikian, perubahan dapat dimulai dari pilihan sehari-hari, mulai dari cara makan, berpakaian, menggunakan barang, bepergian termasuk diskusi interaktif yang praktis.

Melalui talk show interaktif, mahasiswa diajak untuk memahami setiap pilihannya juga menentukan dampak terhadap keberlanjutan lingkungan.Dok. Blibli Tiket Action Melalui talk show interaktif, mahasiswa diajak untuk memahami setiap pilihannya juga menentukan dampak terhadap keberlanjutan lingkungan.

Misalnya praktik langsung pada kegiatan Waste Sorting Competition antarkampus dan Impact Creator Challenge. Hal ini diperkuat dengan pandangan Changemaker Partner Langkah Membumi, Cinta Laura Kiehl, yang mengingatkan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.

“Menjadi change maker tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru dari kebiasaan-kebiasaan kecil, perubahan nyata bermula,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (3/10/2026).

Pesan itu menjadi bagian dari perjalanan Langkah Membumi 2026: memahami pilihan, kemudian mulai mencoba.

Ajak kampus bergerak

Di setiap kampus, University Champions Langkah Membumi turut menjadi penggerak dengan mengajak mahasiswa berpartisipasi dan memandu mereka mengenali serta memilah sampah ke dalam kategori organik, anorganik, dan residu.

Bersama Waste4Change mahasiswa juga mendapatkan edukasi terkait pemilahan sampah sebagai langkah sederhana untuk mendukung keberlanjutan.Dok. Blibli Tiket Action Bersama Waste4Change mahasiswa juga mendapatkan edukasi terkait pemilahan sampah sebagai langkah sederhana untuk mendukung keberlanjutan.

Dikemas dalam format permainan kelompok yang interaktif, kompetisi tersebut mengajak mahasiswa belajar sekaligus mempraktikkan cara memilah sampah dengan tepat. Mahasiswa tidak sekadar menjadi audiens, tetapi turut mengambil peran dalam mencari solusi atas persoalan di sekitar mereka.

Dari aksi bersama ke Impact Creator Challenge

Perjalanan Goes to Campus kemudian dilanjutkan melalui Impact Creator Challenge, yang mengajak mahasiswa tidak hanya memahami isu, tetapi juga memikirkan solusi dan mengambil aksi di lingkungan mereka sendiri.

Pengumuman pemenang Waste Sorting Competition dijadwalkan pada Jumat (9/10/2026), sedangkan pemenang Impact Creator Challenge akan diumumkan pada Minggu (11/10/2026). Keduanya akan disertai penyerahan total hadiah senilai Rp 20 juta. Para pemenang akan diumumkan dalam rangkaian puncak acara di Fountain Atrium, Grand Indonesia West Mall Level 3A, Jakarta.

Dari kampus menuju Langkah Membumi Market 2026

Setelah membawa semangat keberlanjutan ke lima kampus di Jabodetabek, perjalanan Langkah Membumi Market 2026 akan berlanjut pada Kamis (8/10/2026) hingga Minggu (11/10/2026) di Fountain Atrium, Grand Indonesia West Mall Level 3A, Jakarta.

Memasuki tahun kelima, Langkah Membumi membawa sustainability lebih dekat dengan keseharian melalui pengalaman yang interaktif dan relevan bagi generasi muda. Sejak 2023, sekitar 90 persen audiens Langkah Membumi berasal dari gen Z dan young Millennials.

Melalui Curated Market, pengunjung dapat mengeksplorasi lima area Better Living, yaitu Look Better, Live Better, Feel Better, Eat Better, dan Do Better.

Lebih dari 70 tenan dan komunitas akan menghadirkan beragam pilihan, mulai dari fesyen dan lifestyle, home and living, wellness, makanan, hingga solusi dan inisiatif lingkungan.

Di antaranya, Pala Nusantara dan Damakara hadir di area Look Better; KARPLENTER, Uniquepot, Mortier, KALOKA Pottery, dan Dopper di Live Better; serta Sensatia, BENTALA, COTTONMOM, BARSTEN AND BONAVIE, dan Realfood di Feel Better.

Sementara itu, area Do Better menghadirkan COMPOST IT, SinkGard, YKAN, Sow & Tell, Waste4Change, Jejakin, dan Life Cycle Indonesia.

Selain itu, pengunjung dapat mengikuti 8 Inspiring Talks bersama sejumlah figur, seperti Cinta Laura Kiehl, Luna Maya, Daniel Mananta, Marianne Rumantir, dan Devy Anastasia, serta 15 Eco Workshops yang menawarkan pengalaman lebih hands-on.

Salah satunya adalah workshop “Creative Reuse of Unused Items” oleh Cinta Laura Foundation × Pomelo Indonesia bersama Seikatuju pada Jumat (9/10/2026).

Workshop tersebut mengajak pengunjung berkreasi dengan memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai.

Dengan berbagai pengalaman tersebut, Langkah Membumi Market 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk belajar tentang sustainability, tetapi juga tempat menemukan pilihan dan mencoba langkah sederhana yang sesuai dengan keseharian.

Better living tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Bisa dari memilih dengan lebih sadar, menggunakan kembali barang yang masih bisa digunakan, memilah sampah, atau mencoba kebiasaan baru.

Yuk, saatnya jadi bagian dari keberlanjutan lingkungan. Ikuti informasi terkini seputar Langkah Membumi dengan mengunjungi akun Instagram resmi @langkah_membumi dan microsite Langkah Membumi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau