KOMPAS.COM – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur bersama Virtuenet by Prasetia mendorong perusahaan manufaktur untuk memperkuat integrasi proses bisnis seiring meningkatnya kompleksitas operasional dan kebutuhan transformasi digital.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui workshop “Smarter Manufacturing Starts with Connected Operations” yang digelar di Graha KADIN Jawa Timur, Surabaya, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi pelaku usaha manufaktur, terutama pemilik, direktur, dan pengambil keputusan perusahaan anggota KADIN Jawa Timur.
Kegiatan itu juga sejalan dengan tujuan kolaborasi KADIN Jawa Timur dan PT Prasetia Dwidharma melalui Virtuenet untuk mendorong percepatan digitalisasi sektor manufaktur di Jawa Timur, sekaligus membuka ruang diskusi langsung mengenai kebutuhan teknologi dan operasional perusahaan.
Virtuenet by Prasetia sendiri merupakan divisi Information & Communication Technology (ICT) dari PT Prasetia Dwidharma yang berfokus pada solusi bisnis terintegrasi dan implementasi teknologi untuk perusahaan di Indonesia.
ERP membantu meningkatkan visibilitas bisnis
Dalam operasional manufaktur, perubahan pada satu proses dapat berdampak pada proses lainnya. Kondisi persediaan, misalnya, dapat memengaruhi perencanaan produksi, sementara aktivitas pengadaan, produksi, dan penjualan juga berkaitan dengan keuangan dan pelaporan.
Sistem ERP manufaktur yang terintegrasi membantu perusahaan menyatukan informasi dalam lingkungan data dan operasional yang lebih terstruktur, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan gambaran bisnis yang lebih menyeluruh.
Dalam kegiatan tersebut, Virtuenet memperkenalkan Oracle NetSuite Cloud ERP sebagai salah satu solusi untuk menghubungkan proses pengadaan, persediaan, produksi, penjualan, keuangan, pelaporan, perencanaan produksi, serta pengelolaan rantai pasok dalam satu sistem terintegrasi.
Menurut General Manager Virtuenet by Prasetia Reza Effendi, transformasi digital sebaiknya dimulai dari pemahaman terhadap proses dan masalah bisnis yang ingin diperbaiki.
“Transformasi digital bukan soal menambah sebanyak mungkin aplikasi. Perusahaan perlu melihat dulu di mana proses bisnisnya terhambat, data apa yang belum terhubung, dan informasi apa yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan. Dari situ baru teknologi yang tepat bisa ditentukan. Prinsip itu sejalan dengan pendekatan Oracle NetSuite Cloud ERP yang menyatukan proses pengadaan hingga keuangan dalam satu sistem, sehingga hambatan bisa terlihat lebih awal dan keputusan diambil dari data yang sama.” ujar Reza.
Peserta workshop "Smarter Manufacturing Starts with Connected Operations" berfoto bersama seusai kegiatan Virtuenet by Prasetia dan KADIN Jawa Timur di Graha KADIN Jawa Timur, Surabaya, Kamis (17/9/2026).Selain sesi workshop, kegiatan bersama KADIN Jawa Timur juga menghadirkan tanya jawab, networking, serta 1-to-1 business matching.
Melalui sesi tersebut, peserta dapat berdiskusi langsung mengenai kondisi bisnis dan kebutuhan digital masing-masing bersama tim Virtuenet.
Format tersebut menjadi penting karena kebutuhan transformasi digital setiap perusahaan dapat berbeda.
Sebagian perusahaan mungkin membutuhkan ERP untuk mengintegrasikan operasional dan keuangan, sementara perusahaan lain dapat memiliki kebutuhan pada kolaborasi kerja, keamanan, pengelolaan alur kerja, atau sistem pendukung lainnya.
Diskusi selama kegiatan juga mencakup kebutuhan di luar Oracle NetSuite, termasuk solusi, seperti Lark, SealSuite, dan Mekari.
Implementasi teknologi baru tidak selalu mengharuskan perusahaan mengganti seluruh aplikasi yang sudah digunakan.
Melalui pendekatan integrasi, sistem yang masih relevan dapat dipertahankan dan dihubungkan dengan platform baru melalui API, middleware, maupun pengembangan khusus sesuai kebutuhan.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari kapabilitas Virtuenet dalam membantu perusahaan membangun ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi dan disesuaikan dengan tahap transformasi digital masing-masing.
Virtuenet membantu perusahaan mulai dari digitalisasi, pengembangan sistem dari nol, implementasi platform, hingga integrasi teknologi baru dengan aplikasi yang sudah digunakan.
Portofolio Virtuenet mencakup Lark Suite untuk kolaborasi dan alur kerja, Oracle NetSuite Cloud ERP untuk integrasi keuangan dan operasional, SealSuite untuk keamanan berbasis Zero Trust, dan Nextura untuk solusi berbasis AI.
Kemudian, ada Qiscus untuk omnichannel customer engagement, Mekari untuk berbagai kebutuhan operasional bisnis, serta OceanBase untuk pengelolaan transaksi dan data enterprise berskala besar.
Selain solusi tersebut, Virtuenet juga memiliki kapabilitas pengembangan AI dan integrasi khusus sehingga perusahaan tidak harus mengganti seluruh sistem yang sudah berjalan. Teknologi baru dapat dihubungkan dengan aplikasi yang masih relevan sesuai kebutuhan bisnis.
Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya memulai transformasi digital dengan memahami proses bisnis yang berjalan, area yang masih manual, hambatan proses, data yang belum terhubung, serta target yang ingin dicapai. Teknologi kemudian dapat dipilih atau dikembangkan sesuai kebutuhan tersebut.
Perusahaan yang ingin mengevaluasi kebutuhan teknologi, membangun sistem dari awal, atau mengintegrasikan aplikasi yang sudah berjalan dapat berkonsultasi dengan Virtuenet by Prasetia untuk mendiskusikan kebutuhan bisnis dan solusi yang paling sesuai.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, bisa menghubungi B2B Marketing Virtuenet by Prasetia PT Prasetia Dwidharma Michelle Septiana, mengunjungi website www.virtuenet.id, akun Instagram @virtuenet.id, dan email virtuenet@prasetia.co.id.