TANGERANG, KOMPAS.com – Deretan booth dengan aksen merah di salah satu sisi Cosmobeauté Indonesia 2026 menarik perhatian pengunjung Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Jumat (2/10/2026).
Area bertanda CHINA HEALTH & BEAUTY itu diisi sejumlah perusahaan yang dibawa Zhejiang Health Products & Cosmetics Industry Association. Produk yang dipamerkan beragam, mulai dari acne patches, pewarna bibir dan aneka kosmetik, hingga botol sprayer untuk kebutuhan industri kecantikan.
Ragam produk tersebut sekaligus memperlihatkan luasnya rantai industri yang dibawa delegasi Zhejiang ke Indonesia. Mereka tidak hanya memperkenalkan produk jadi, tetapi juga menjajaki peluang pasar, mencari mitra lokal, serta mempelajari kebutuhan dan regulasi industri kecantikan Indonesia.
Kehadiran mereka merupakan bagian dari delegasi industri kesehatan dan kecantikan China yang melibatkan 18 asosiasi dari berbagai provinsi dan kota. Di bawah payung CHINA HEALTH & BEAUTY, delegasi mengikuti Cosmobeauté Indonesia 2026 yang digelar mulai Kamis (1/10/2026) hingga Sabtu (3/10/2026), sekaligus menjalani forum industri, business matchmaking, dan kunjungan ke sejumlah pelaku usaha di Indonesia.
Anggota Zhejiang Health Products & Cosmetics Industry Association.Deputy Secretary-General of the Zhejiang Health Products & Cosmetics Industry Association Kehong Hu mengatakan, Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar penting karena besarnya populasi serta kebutuhan masyarakat terhadap produk kecantikan dan kesehatan.
Dalam jangka panjang, asosiasi tersebut bahkan melihat peluang kerja sama yang mencakup riset dan pengembangan (research and development/R&D), manufaktur, bahan baku inovatif original equipment manufacturer (OEM), original design manufacturer (ODM), hingga kemungkinan pendirian fasilitas produksi di Indonesia.
“Kami ingin bekerja sama dengan Indonesia dalam jangka panjang,” ujar Kehong dalam wawancara dengan Kompas.com di sela Cosmobeauté Indonesia 2026.
Menurut dia, hubungan yang semakin erat antara pelaku usaha kedua negara juga dapat mempercepat pertukaran informasi mengenai pasar dan berbagai ketentuan yang perlu dipenuhi perusahaan China ketika masuk ke Indonesia.
Dalam kunjungan kali ini, asosiasi juga membawa gambaran menyeluruh mengenai peraturan dan ketentuan hukum China terkait kosmetik dan produk makanan kesehatan, guna membantu perusahaan Indonesia yang memiliki produk atau keunggulan khas untuk memasuki pasar China.
Tidak datang tanpa riset
Perjalanan tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sejak sebelum Cosmobeauté Indonesia 2026 digelar.
Pada Oktober 2025, Zhejiang Health Products & Cosmetics Industry Association telah melakukan kunjungan untuk mempelajari pasar Indonesia. Asosiasi juga bertemu dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membahas akses pasar, pelabelan, sertifikasi halal, dan peluang kerja sama industri.
Persoalan regulasi menjadi salah satu perhatian utama karena perusahaan yang hendak memasarkan produk di Indonesia perlu menyesuaikan diri dengan ketentuan BPOM, persyaratan bahan dan label, serta sertifikasi halal.
Kehong mengatakan, asosiasi telah memberikan informasi mengenai kebutuhan tersebut kepada para anggotanya. Mereka juga berupaya menghubungkan perusahaan dengan pihak yang dapat membantu proses pemenuhan sertifikasi halal dan perizinan BPOM. Langkah itu sejalan dengan peran asosiasi sebagai penghubung antara pelaku industri kedua negara.
Zhejiang Health Products & Cosmetics Industry Association sendiri memiliki lebih dari 700 anggota yang mencakup berbagai bagian rantai industri, mulai dari bahan baku, kemasan, OEM/ODM, pemilik merek, e-commerce, distribusi, hingga penyedia jasa profesional.
Bersama 18 asosiasi industri dari 13 provinsi di China, mereka juga membentuk HHB Health & Beauty Global Development Platform yang menghimpun lebih dari 6.000 perusahaan anggota.
Kehong mengatakan, salah satu fungsi asosiasi adalah membantu menyeleksi perusahaan yang dinilai memiliki kualitas memadai sebelum mempertemukannya dengan mitra di Indonesia. Kepercayaan, menurut dia, menjadi faktor penting ketika perusahaan dari dua negara mulai menjalin kerja sama.
Membaca kebutuhan konsumen Indonesia
Ketertarikan terhadap Indonesia juga terlihat dari pengalaman para anggota Zhejiang yang hadir dalam pameran tersebut.
Founder Yiwu Zhen Rong Cosmetics Co., Ltd. Lily, misalnya, datang ke Indonesia untuk pertama kalinya. Perusahaannya membawa produk kosmetik dengan merek Lili Orchids, terutama berbagai produk lip gloss.
Menurut Lily, pasar Indonesia memiliki karakter menarik karena konsumen menyukai beragam warna produk bibir, termasuk warna yang kuat dan tampilan berkilau. Hal itu mendorong perusahaan melakukan pengembangan formula dan bahan untuk menghasilkan karakter produk yang sesuai.
“Kali ini, kami membawa lip product dengan hasil glossy dan matte yang cocok untuk cuaca tropis Indonesia, dengan berbagai tingkat kilau dan intensitas warna,” ujarnya.
Founder Yiwu Zhen Rong Cosmetics Co., Ltd. Lily.“Ini pertama kali kami datang ke negara ini. Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang baik dan berharap dapat terus berhubungan dengan pasar Indonesia,” ujar Lily.
Bagi Lily, keberadaan asosiasi juga membantu perusahaan yang baru pertama kali menjajaki Indonesia. Melalui jaringan tersebut, perusahaan dapat diperkenalkan kepada lebih banyak calon mitra lokal selama pameran berlangsung.
Pengalaman berbeda dimiliki CEO Sakiteya, Alice. Perusahaannya telah mengenal pasar Indonesia sejak 2016 dan kali ini memperkenalkan acne patches yang menyasar konsumen muda, bersama sejumlah produk perawatan kulit lainnya.
Bagi Alice, keikutsertaan dalam Cosmobeauté Indonesia menjadi kesempatan untuk memahami perkembangan pasar sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri lokal.
CEO Sakiteya, Alice, memamerkan produk di Cosmobeaute Indonesia 2026.“Kami ingin berkumpul dengan beberapa perusahaan yang lebih besar dan saya juga ingin belajar dari mereka,” ujar Alice.
Ketertarikan tersebut juga didukung pengalaman Sakitaya di pasar lain. Alice menyebut produk perusahaannya telah sangat laris di China dan Eropa. Pengalaman itu membuat perusahaan optimistis melihat peluang pengembangan pasar di Indonesia.
Melalui pameran ini, Sakitaya juga ingin memahami kondisi pasar Indonesia saat ini sekaligus mencari pihak yang tertarik untuk membangun kerja sama lebih lanjut.
Peluang tak hanya datang dari produk jadi
Para anggota asosiasi juga menunjukkan bahwa peluang industri kecantikan Indonesia tidak hanya dibaca dari sisi produk yang langsung digunakan konsumen.
Chief Sales Officer Yuyao Dandan Sprayer Co., Ltd. Dylan He membawa produk sprayer dan komponen kemasan yang digunakan pada berbagai produk kecantikan dan perawatan tubuh.
Ini merupakan kunjungan pertama perusahaan tersebut ke pameran di Indonesia. Salah satu produk yang diperkenalkan menggunakan konstruksi plastik dan material post-consumer recycled (PCR), serta mengurangi penggunaan komponen logam atau kaca.
Chief Sales Officer Dandan Sprayer Dylan He
Dylan mengatakan bahwa perusahaan optimistis terhadap prospek perkembangan pasar kecantikan dan perawatan pribadi di Indonesia, serta memandang Indonesia sebagai salah satu pasar strategis penting di kawasan Asia Tenggara.
Melalui partisipasi di Cosmobeauté Indonesia, perusahaan tidak hanya ingin memperkenalkan produk inovatif dan kapabilitas teknologinya kepada pelanggan lokal, tetapi juga berharap dapat memperluas jaringan mitra serta memperdalam komunikasi dan kerja sama dengan pelanggan di Indonesia ataupun pasar di sekitarnya.
“Kami berharap, pameran ini dapat membawa produk inovatif berbahan plastik sepenuhnya ke pasar Indonesia, membangun koneksi dengan lebih banyak mitra industri, serta bersama-sama mengeksplorasi peluang kerja sama jangka panjang dan berkelanjutan,” katanya.
Kehadiran perusahaan dengan latar berbeda tersebut menggambarkan cakupan delegasi China dalam Cosmobeauté Indonesia. Produk yang dibawa tidak hanya berupa kosmetik jadi, tetapi juga bahan baku, formulasi, layanan OEM/ODM, kemasan, hingga layanan rantai pasok.
Membuka jalan setelah pameran
Bagi Zhejiang Health Products & Cosmetics Industry Association, Cosmobeauté Indonesia 2026 bukan menjadi akhir dari penjajakan pasar.
Selain membuka booth, asosiasi mengadakan forum untuk memperkenalkan perkembangan teknologi dan tren produk dari China. Sebelum pameran berlangsung, sekitar 20 anggota asosiasi juga diajak mengunjungi sejumlah pihak di Indonesia untuk mempelajari pasar dan proses perizinan.
Setelah kunjungan tersebut, asosiasi berencana mendampingi anggota yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia, baik melalui perdagangan maupun investasi manufaktur.
“Setelah beberapa anggota melihat langsung kondisi di sini, tentu akan ada yang ingin mulai membuka usaha di Indonesia, baik melalui trading maupun pabrik,” ujar Kehong.
Menurut dia, pendampingan asosiasi akan berlanjut pada berbagai proses yang diperlukan perusahaan untuk masuk dan beroperasi di Indonesia.
“Dari sisi asosiasi, kami berkomitmen mendampingi perusahaan sepanjang proses untuk menyelesaikan berbagai persetujuan yang diperlukan agar dapat masuk ke pasar Indonesia, termasuk BPOM, sertifikasi halal, serta urusan perpajakan dan hukum bagi perusahaan yang berencana mendirikan pabrik di Indonesia,” katanya.
Hu Kehong menambahkan bahwa saat ini, di sektor industri kesehatan dan kecantikan, hampir 20 perusahaan China telah berinvestasi dan membangun pabrik di Indonesia.
“Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut turut menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal Indonesia, dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah di masa mendatang,” ujarnya
Dalam skema yang lebih luas, kerja sama yang dijajaki mencakup perdagangan bahan baku, kontrak manufaktur, pengembangan produk bersama, distribusi, logistik, pengujian, sertifikasi, hingga pemasaran. Model tersebut membuka peluang agar semakin banyak bagian dari rantai nilai industri melibatkan mitra di Indonesia.
Selain itu, kerja sama ini tidak berjalan satu arah. Hu Kehong mengatakan bahwa pasar China juga menawarkan peluang bisnis yang besar bagi perusahaan Indonesia, termasuk perusahaan yang memiliki bahan baku lokal, produk herbal, serta produk halal.
Perusahaan Indonesia dapat memanfaatkan jaringan HHB Health & Beauty Global Development Platform (HHB???????????) untuk terhubung dan menjalin kerja sama dengan lembaga riset dan pengembangan, perusahaan manufaktur, dan pemilik merek, serta pasar di China.
Zhejiang Health Products & Cosmetics Industry Association juga akan memberikan dukungan aktif dalam proses tersebut.