KOMPAS.com – Gelaran perdana Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 yang diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026), berhasil menarik 18.315 pengunjung dari 64 negara dan wilayah.
Besarnya partisipasi internasional tersebut menjadi salah satu indikator posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam ekosistem industri otomotif global.
Adapun sepuluh negara dan wilayah dengan jumlah pengunjung asing terbanyak meliputi China, Malaysia, Singapura, Jepang, India, Thailand, Myanmar, Arab Saudi, Australia, dan Taiwan.
General Manager Messe Frankfurt (HK) Ltd Fiona Chiew mengatakan, komposisi peserta pameran juga menunjukkan keseimbangan antara pelaku industri domestik dan internasional.
“Skala partisipasi global juga menjadi indikator kuat adanya kepercayaan terhadap Indonesia dan platform ini, dengan komposisi peserta pameran yang seimbang antara pihak internasional dan domestik (50-50), serta kehadiran pengunjung yang mewakili 64 pasar global,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (8/10/2026).
Minat tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah pengunjung. Pameran ini turut menarik pembeli dari berbagai sektor, mulai dari original equipment (OE) hingga aftermarket.
Sejumlah perusahaan yang hadir, antara lain Astemo, AutoZone, BMW, Bridgestone, Denso, Daihatsu, Hino Motor, Honda, Hyundai, Nissan, Robert Bosch, Toyota, dan Valeo.
Buka akses ke jejaring bisnis global
Pertemuan antara peserta dan pembeli kemudian diperkuat melalui lebih dari 90 sesi business matching yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pihak. Sesi ini membuka ruang bagi pelaku industri untuk menjajaki kemitraan strategis hingga peluang bisnis baru.
Senior Vice President Messe Frankfurt Exhibition GmbH Stephan Kurzawski mengatakan, Automechanika Jakarta menjadi platform internasional bagi industri untuk melangkah lebih jauh.
“Ajang ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan inovasi, membangun kemitraan strategis, dan memperoleh wawasan penting mengenai perkembangan industri otomotif,” katanya.
Bagi industri otomotif Indonesia, akses terhadap jaringan global tersebut menjadi relevan di tengah perubahan kebutuhan pasar.
Transisi menuju elektrifikasi dan digitalisasi, misalnya, turut mengubah kebutuhan teknologi serta meningkatkan tuntutan terhadap kualitas dan kinerja produk.
Perubahan tersebut membuat produsen dan distributor komponen nasional perlu terus memperkuat kemampuan agar dapat mempertahankan daya saing, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor.
Industri komponen nasional hadapi perubahan besar
Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Yusak Kristian Solaeman mengatakan, industri komponen Indonesia telah berkembang sejalan dengan pertumbuhan sektor otomotif nasional.
Sejumlah produk komponen buatan Indonesia bahkan telah menembus pasar ekspor dan memperoleh kepercayaan pembeli internasional.
Gelaran perdana Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 berhasil menarik 18.315 pengunjung dari 64 negara dan wilayah. Besarnya partisipasi internasional tersebut menjadi salah satu indikator posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam ekosistem industri otomotif global.Namun, perubahan teknologi membuat industri nasional perlu terus beradaptasi. Menurutnya, industri komponen otomotif Indonesia sedang memasuki perubahan besar, mulai dari transisi menuju elektrifikasi dan digitalisasi hingga tuntutan kualitas dan kinerja yang semakin tinggi.
“Kondisi ini menuntut kami untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan memperkuat kemampuan,” ujar Yusak.
Yusak melanjutkan, penguatan industri komponen tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan pasar domestik. Pelaku usaha juga perlu meningkatkan kapasitas agar dapat menghasilkan produk yang kompetitif di pasar internasional.
Dalam konteks tersebut, ia menilai, Automechanika Jakarta dapat menjadi ruang bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan serta bertukar pengetahuan dan pengalaman.
Yusak berharap, pameran tersebut tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan produk, tetapi juga mendorong lahirnya kemitraan baru yang dapat mendukung pengembangan industri komponen nasional.
“Kami berharap, semakin banyak pelaku industri Indonesia yang dapat membangun kemitraan baru dan memperoleh wawasan berharga untuk mengembangkan produk yang semakin kompetitif,” katanya.
Kolaborasi untuk memperkuat daya saing
Selain kemampuan pelaku industri, penguatan daya saing juga membutuhkan dukungan ekosistem yang lebih luas.
Yusak menilai, Indonesia memiliki pasar otomotif yang terus berkembang dan tenaga kerja dengan kemampuan yang semakin meningkat.
Potensi tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi antara industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
GIAMM, lanjutnya, akan terus berperan sebagai penghubung antara industri dan pemerintah untuk mendukung pengembangan ekosistem komponen otomotif yang kompetitif, tangguh, dan berkelanjutan.
Sementara itu, manfaat dari pertemuan bisnis lintas negara juga dirasakan peserta internasional.
Direktur Cabang AS dan Manajer Pengembangan Bisnis Magic Engineering SRL (Magicmotorsport) Daniele Vento mengatakan, partisipasi dalam AMJKT 2026 membuka kesempatan perusahaan bertemu dengan klien dari berbagai kawasan.
“Kami juga berhasil bertemu dengan klien dari Malaysia sebagai keuntungan dari pameran regional,” ujar Daniele.