Advertorial

Perkuat Fasilitas Pendidikan, UM Bangun GKB 3 dengan 11 Lantai

Kompas.com - 14/10/2026, 15:12 WIB

KOMPAS.com – Universitas Negeri Malang (UM) memulai pembangunan Gedung Kuliah Bersama 3 (GKB 3) melalui kegiatan groundbreaking di area pembangunan Jalan Semarang, Malang, Jawa Timur, Rabu (14/10/2026). Pembangunan gedung ini merupakan upaya UM memperkuat fasilitas pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan akademik.

Gedung tersebut bakal memiliki 78 ruang kelas, 16 laboratorium, dan sebuah auditorium untuk menunjang kegiatan akademik dan nonakademik. Pembangunan GKB 3 juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Direktur Sarana Prasarana dan Aset UM sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Prof Apif Miptahul Hajji, ST, MT, MSc, PhD, menjelaskan bahwa GKB 3 dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 3.500 meter persegi dengan dimensi sekitar 70×50 meter.

Bangunan tersebut direncanakan memiliki 11 lantai, terdiri atas 10 lantai fungsional dan satu lantai dasar yang digunakan untuk area parkir serta fasilitas pendukung lainnya.

GKB 3 dirancang memiliki luas total lantai sekitar 18.077 meter persegi, dengan luas setiap lantai berkisar antara 1.500 hingga 1.900 meter persegi. Sebanyak 78 ruang kelas diperkirakan mampu menampung 3.200–3.400 mahasiswa. Selain itu, tersedia 16 laboratorium dengan kapasitas sekitar 850 mahasiswa untuk menunjang kegiatan praktikum.

Laboratorium tersebut direncanakan mendukung berbagai bidang keilmuan, khususnya program studi sosial humaniora (soshum) yang meliputi pariwisata, pendidikan dan pembelajaran, seni, kreativitas, hukum, serta bahasa dan budaya.

Sementara itu, auditorium atau ruang serbaguna di lantai sembilan memiliki kapasitas sekitar 500 orang untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan, baik akademik maupun nonakademik.

Prof Apif menegaskan bahwa pembangunan GKB 3 tidak hanya berorientasi pada penambahan infrastruktur fisik, tetapi juga pada penciptaan ekosistem akademik yang mendorong kolaborasi dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Bangunan kita nanti ini, GKB 3, selain utuh berdiri, juga harus baik, harus aman, harus andal, dan memberikan manfaat yang panjang,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (14/10/2026).

Pembangunan GKB 3 memiliki nilai kontrak sebesar Rp 187.500.621.000, dengan jangka waktu pengerjaan 330 hari kalender dan masa pemeliharaan selama enam bulan. Pekerjaan konstruksi meliputi pembangunan struktur, pekerjaan arsitektural, sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing, serta penataan lingkungan di sekitar gedung.

Pelaksanaan pembangunan melibatkan PT Sasmito sebagai kontraktor pelaksana, PT Widha Konsultan sebagai konsultan manajemen konstruksi atau pengawas, serta PT Artefak Arkindo sebagai pihak perencana.

Masing-masing pihak bertanggung jawab mendukung kelancaran pembangunan, mulai dari pelaksanaan konstruksi hingga pengawasan dan pendampingan teknis.

Prof Apif meminta seluruh pihak yang terlibat menjalankan tanggung jawab secara profesional dan memastikan setiap tahapan pembangunan memenuhi target mutu, biaya, dan waktu.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan tim teknis agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

“Mari kita kawal semua tahapan pelaksanaan pembangunan ini sesuai dengan porsi wewenang dan tugasnya masing-masing dengan cermat dan teliti untuk memastikan bahwa semua proses pelaksanaan pembangunan ini selain sesuai jadwal, tapi dia juga harus transparan dan berintegritas,” tuturnya.

Rektor UM Prof Dr Hariyono, MPd, menegaskan bahwa pembangunan GKB 3 harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Ia mengingatkan seluruh pihak agar menjalankan tugas sesuai kewenangannya serta memastikan setiap tahapan pembangunan memenuhi jadwal dan standar kualitas yang ditetapkan. Pengawasan aktif juga diperlukan agar setiap kendala dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Rektor UM Prof Dr Hariyono, M Pd, menegaskan bahwa pembangunan GKB 3 harus dilaksanakan secara profesional. Dok. Universitas Negeri Malang Rektor UM Prof Dr Hariyono, M Pd, menegaskan bahwa pembangunan GKB 3 harus dilaksanakan secara profesional.

Menurut Prof Hariyono, pembangunan fasilitas fisik merupakan bagian penting dari upaya UM meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Pengembangan kampus perlu didukung oleh ketersediaan ruang belajar dan laboratorium yang memadai bagi mahasiswa dan dosen.

“Kita sadar bahwa pembangunan memang bukan satu-satunya indikasi pembesaran kampus, tapi kalau tidak ada fasilitas berupa bangunan, mahasiswa, khususnya calon mahasiswa, umumnya juga tidak tertarik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa fasilitas fisik dan nonfisik saling melengkapi dalam mendukung layanan pendidikan yang berkualitas. Ketersediaan fasilitas belajar dan laboratorium, serta dukungan dosen dan tenaga kependidikan, menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Prof Hariyono berharap pembangunan GKB 3 dapat diselesaikan lebih cepat tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. Fasilitas tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi sivitas akademika, terutama dalam menunjang perkuliahan, kegiatan praktikum, dan pengembangan layanan pendidikan di UM.

Kehadiran GKB 3 diharapkan memperkuat kapasitas fasilitas pembelajaran sekaligus menyediakan ruang yang lebih memadai untuk kolaborasi, inovasi, kreativitas, dan pengembangan prestasi mahasiswa.

Penyediaan ruang kelas dan laboratorium yang memadai diharapkan mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia.

Infrastruktur pendidikan yang aman, andal, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang juga diharapkan menunjang keberlanjutan layanan pendidikan bagi generasi mendatang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau