KOMPAS.com – Pameran perdana Automechanika Jakarta 2026 mendapat dukungan dari berbagai asosiasi industri otomotif, baik dari dalam maupun luar negeri. Gelaran ini juga menarik perhatian pelaku usaha, pembeli, media, hingga praktisi industri yang melihat peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis di pasar otomotif Indonesia.
Dukungan dari dalam negeri datang dari sejumlah asosiasi, antara lain Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Asosiasi Aftermarket Otomotif Indonesia (GATOMI), Asosiasi Pengusaha Aksesori Mobil Indonesia (PAHAMI), Asosiasi Distributor, Importir dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI), Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO), serta Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).
Sementara itu, dukungan internasional melibatkan organisasi dari berbagai negara, seperti Belgia, Jerman, Jepang, dan Malaysia.
Beberapa di antaranya adalah International Independent Aftermarket Association (AAMPACT), European Independent Automotive Data Publishers Association (ADPA), serta Federal Association of Manufacturers and Importers of Automobile Service Equipment (ASA).
Ada pula European Garage Equipment Association (EGEA), Engineering and Motor Parts Traders’ Association of Malaysia (EMPTA), serta Federation of Automobile Workshop Owners Association of Malaysia (FAWOAM).
Dukungan lain datang dari International Federation of Automotive Aftermarket Distributors (FIGIEFA), Japan Auto Body Repair Association (JABRA), Japan Automotive Machinery and Tool Manufacturers Association (JAMTA), dan Malaysia Used Vehicle Autoparts Traders Association (MUVATA).
Pameran perdana Automechanika Jakarta 2026 mendapat dukungan dari berbagai asosiasi industri otomotif, baik dari dalam maupun luar negeri.Dari sisi publikasi, Automechanika Jakarta 2026 mendapat liputan dari media perdagangan dan media massa domestik ataupun internasional, serta para influenser.
Media internasional yang meliput pameran itu berasal dari sejumlah negara, seperti China, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Filipina, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.
Pameran tersebut juga didukung lebih dari 120 media perdagangan dan media massa lokal. Sejumlah media partner yang terlibat adalah Antara News, Tribunnews, Kompas.com, Oto.com, Kabaroto, Uzone, Katadata, Otobisnis, Otohub, Otodriver, Obsessed to Wheel, dan Lugnutz Auto Junkie.
Pelaku Industri melihat peluang bisnis dan kolaborasi
Sejumlah peserta pameran menilai, Automechanika Jakarta 2026 menjadi ruang untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, dan menjajaki peluang bisnis baru di industri otomotif.
Direktur PT Astra Otoparts Tbk T Martogi Siahaan mengatakan, keikutsertaan Astra Otoparts Group dalam edisi perdana pameran itu didorong oleh potensi besar pasar otomotif Indonesia serta kesempatan untuk berinteraksi dengan pelaku industri global.
Perusahaan tersebut menampilkan kapabilitasnya di sektor original equipment manufacturer (OEM) dan aftermarket yang mencakup kendaraan roda dua, roda empat, kendaraan komersial, serta sektor non-otomotif.
Astra Otoparts menilai, Automechanika Jakarta berhasil mempertahankan warisan dan reputasi global merek Automechanika.
“Pameran itu telah menghasilkan prospek bisnis yang berharga dan menawarkan beragam konferensi serta acara industri yang mendidik, menghubungkan, dan memberdayakan pasar lokal,” ujar Martogi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (13/10/2026).
Pengalaman positif juga dirasakan PT Timur Raya Anugerah Damai (TRAD), peserta dari kategori Parts and Components.
Sales and Marketing Manager TRAD Jessica Kwan mengatakan, keikutsertaan perusahaan tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan produk, tetapi juga memperluas basis pelanggan serta membangun hubungan bisnis dengan toko, bengkel, dan workshop.
Menurut Jessica, antusiasme pengunjung yang tinggi turut membuka peluang untuk menjajaki kerja sama dengan calon pemasok yang potensial bagi pertumbuhan perusahaan.
Automechanika Jakarta 2026 menjadi ruang bagi pengunjung dan praktisi untuk memperoleh wawasan baru tentang perkembangan industri otomotif.Sementara itu, SKF Automotive (Shanghai) Co, Ltd memanfaatkan pameran itu untuk memperluas jangkauan bisnis di Asia Tenggara.
Direktur Aftermarket Kendaraan untuk kawasan Asia Pasifik Ken Miao mengatakan, Automechanika Jakarta mempertemukan perusahaan dengan calon pelanggan kendaraan roda dua dan roda empat, kendaraan komersial, serta pengguna akhir dari Indonesia dan negara-negara lain, seperti China, Malaysia, dan Thailand.
“Acara itu menghasilkan banyak peluang dan prospek. Hal ini menegaskan bahwa produk kami memenuhi kebutuhan pasar Indonesia,” kata Ken.
Respons positif juga disampaikan Perwakilan Penjualan Divisi Luar Negeri Meiji Sangyo Company dari Jepang, S Harun Samuel.
Ia mengatakan, perusahaan menerima kunjungan calon pelanggan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Pengalaman tersebut membuat perusahaan tertarik untuk kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya.
Dari sektor audio, aksesori, dan modifikasi kendaraan, Kepala Divisi OEM PT Kramat Motor Richard Kurniawan mengatakan, perusahaan membawa produk audio dan multimedia mobil terbaru untuk menjangkau pasar bisnis atau business-to-business (B2B).
Sebelumnya, PT Kramat Motor mengikuti acara yang menyasar konsumen langsung atau business-to-consumer (B2C). Perusahaan kini berupaya memperluas jaringan dengan dealer mobil, distributor kendaraan resmi, serta pelaku industri lain.
Manfaat pameran juga dirasakan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Asisten Deputi Ekspansi Pasar untuk Usaha Menengah, Deputi Usaha Menengah, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Harun AS, menilai bahwa Automechanika Jakarta dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk ke pasar global.
“Perluasan akses ekspor melalui pameran internasional berpotensi mendorong perdagangan sekaligus meningkatkan penerimaan devisa negara,” ucap dia.
Jadi ruang belajar dan pertukaran pengetahuan
Selain membuka peluang bisnis, Automechanika Jakarta 2026 menjadi ruang bagi pengunjung dan praktisi untuk memperoleh wawasan baru tentang perkembangan industri otomotif.
Direktur JK Stoddart Investments PTY Ltd dari Australia Jason Stoddart menilai bahwa pameran itu memberikan kesempatan untuk menjajaki kemitraan dengan pemasok yang memiliki kemampuan manufaktur dan ekspor. Ia juga melihat manfaat dari program pencocokan bisnis yang mempertemukan pembeli dengan calon mitra potensial.
“Sejumlah koneksi yang diperoleh berpotensi mendukung pengembangan jaringan bisnis di Australia, termasuk melalui penyedia layanan pengujian produk di Indonesia,” tutur Jason.
General Manager PT Bank Jtrust Nulfi Chandra Herdiyopie menambahkan, pameran dagang, seperti Automechanika Jakarta, membantu pengunjung mengenal beragam pemasok dan produk yang dapat dimanfaatkan atau direkomendasikan kepada mitra bisnis.
Ia juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara membedakan produk asli dan palsu. Hal ini dinilai relevan dalam aktivitas bisnis otomotif.
Perkembangan kendaraan listrik turut menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam konferensi pameran tersebut.
Country Manager TotalEnergies Renewables Distributed Generation, Binu George, menyoroti urgensi pengembangan ekosistem daur ulang baterai yang berkelanjutan seiring peningkatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
“Dengan hampir satu juta baterai bekas pakai yang diperkirakan akan tersedia secara global dalam tiga tahun ke depan, kebijakan pemerintah yang jelas dan diskusi platform seperti ini dapat mendorong kolaborasi lintas batas dan membangun ekosistem yang berkelanjutan seiring dengan perluasan kehadiran pemain internasional di seluruh Asia Tenggara,” ujar Binu.
Automechanika Jakarta 2026 menjadi ruang bagi pengunjung dan praktisi untuk memperoleh wawasan baru tentang perkembangan industri otomotif.Aspek peningkatan keterampilan juga menjadi perhatian melalui Workshop SkillHub Automechanika Jakarta 2026.
Peserta dari divisi operasional perusahaan pengadaan komponen truk, Achmad Ridho, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk mempelajari perkembangan di luar bidang mekanis yang selama ini menjadi fokus pekerjaannya.
Ia menyebut, sejumlah topik yang menarik perhatiannya, mulai dari kendaraan listrik, sistem transmisi otomatis terbaru, serta perawatan kendaraan secara lebih luas.
“Semoga pameran tersebut dapat diselenggarakan setiap tahun,” ucap Achmad.
Wawasan mengenai kebutuhan pasar lokal juga diperoleh peserta konferensi. Chief Operating Officer Dielektrik UAB Darius Labutis mengatakan, sesi mengenai telematika memberikan informasi berharga bagi perusahaan yang tengah mengembangkan solusi baru untuk pasar Indonesia.
Menurut Darius, pemahaman terhadap karakteristik pasar setempat diperlukan agar perusahaan dapat menyesuaikan layanan yang sebelumnya telah diluncurkan di Eropa dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia.
Beragam tanggapan tersebut menunjukkan bahwa Automechanika Jakarta 2026 tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan produk, tetapi juga membuka ruang untuk membangun kemitraan, memperluas pasar, dan bertukar pengetahuan di tengah perkembangan industri otomotif.