Advertorial

Kota Baru Parahyangan Stage Hadirkan Kolaborasi Musisi Lintas Generasi di TPJF 2026

Kompas.com - 15/10/2026, 11:44 WIB

KOMPAS.com – Kolaborasi Kota Baru Parahyangan (KBP) dan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 menghadirkan sejumlah pertunjukan musik di Kota Baru Parahyangan Stage.

Panggung yang berlokasi di Suagi Ballroom The Papandayan Hotel Bandung tersebut menampilkan sejumlah musisi dari berbagai generasi dan latar musik selama dua hari penyelenggaraan festival.

Program yang dihadirkan mencakup pertunjukan musik lintas genre dan kolaborasi antarmusisi, mulai dari penghormatan terhadap legenda musik dunia hingga interpretasi baru terhadap karya musisi Indonesia.

Salah satu pertunjukan yang dihadirkan adalah “A Night of Frank Sinatra” yang dipimpin Dwiki Dharmawan bersama Dira Sugandi, Dirly Dave, dan Bandung Jazz Orchestra.

Melalui format big band, para musisi membawakan interpretasi karya-karya Frank Sinatra serta menghidupkan kembali musik dari salah satu ikon musik dunia tersebut dalam pertunjukan yang melibatkan musisi lintas generasi.

Pertunjukan lainnya adalah Diskoria feat Andien yang memadukan musik disko dengan karakter vokal Andien. Kolaborasi tersebut menghadirkan nuansa musik populer dengan sentuhan nostalgia.

Sementara itu, Freedom Jazz Society feat Rinni menjadi salah satu program yang secara khusus dibentuk untuk TPJF 2026. Formasi tersebut terdiri dari Greybox, Jevin Julian, Kenny Gabriel, dan Winky Wiryawan bersama Rinni.

Proyek tersebut menggabungkan elemen jazz, elektronik, soul, dan groove modern. Penampilan di TPJF 2026 menjadi pertunjukan perdana Freedom Jazz Society dalam format tersebut.

Kota Baru Parahyangan Stage juga menghadirkan dua penyanyi dari generasi berbeda, yakni Ruth Sahanaya dan Mahalini.

Ruth Sahanaya tampil dengan membawakan sejumlah lagu dengan karakter vokal dan musikalitas yang telah dikenal selama lebih dari tiga dekade. Sementara itu, Mahalini menghadirkan repertoar dari generasi baru yang dikenal melalui lagu-lagu dengan muatan emosional.

Pertunjukan lainnya datang dari The Gentlemen's Club yang terdiri dari Adikara, Bilal Indrajaya, dan Teza Sumendra. Ketiganya membawakan program spesial “Tribute to Koes Plus” dengan interpretasi baru terhadap lagu-lagu Koes Plus.

Menurut Event Director The Papandayan Jazz Fest 2026 Tyagita R Hermawan, sekitar 60 persen program TPJF 2026 dikemas dalam format kolaborasi. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menghadirkan pengalaman yang berkualitas secara artistik sekaligus eksklusif.

Ia mengatakan, sejumlah pertunjukan di Kota Baru Parahyangan Stage dikembangkan secara khusus untuk festival tersebut sehingga tidak ditemukan di panggung lain.

“Kota Baru Parahyangan Stage menjadi salah satu representasi paling kuat dari semangat tersebut, mulai dari A Night of Frank Sinatra, Freedom Jazz Society, hingga Tribute to Koes Plus yang dikembangkan secara khusus untuk festival ini," ujar Tyagita dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (15/10/2026).

Tyagita mengatakan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya TPJF untuk mendorong lahirnya gagasan kreatif sekaligus mempertemukan musisi lintas generasi dalam satu ruang apresiasi.

Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan visi Kota Baru Parahyangan dalam menghadirkan ruang yang mendukung pengembangan seni, budaya, dan kreativitas.

Marketing Manager Kota Baru Parahyangan Joseph Ijong Dachlan mengatakan, Kota Baru Parahyangan memandang kota yang baik perlu menyediakan ruang fisik untuk tinggal dan beraktivitas sekaligus ruang bertumbuh bagi pribadi dan komunitas secara berbudaya, adaptif, dan kreatif.

“Melalui kolaborasi dengan The Papandayan Jazz Fest, kami ingin menghadirkan sebuah panggung yang mempertemukan karya-karya terbaik musisi Indonesia sekaligus memberikan pengalaman berbudaya yang menyenangkan bagi masyarakat," ujar Joseph.

Sebagai kawasan yang dibangun dengan filosofi Mandiri, Madani, dan Alami, Kota Baru Parahyangan mendukung berbagai inisiatif yang berkaitan dengan kreativitas, pendidikan, seni, dan budaya.

Kehadiran Kota Baru Parahyangan Stage di TPJF 2026 menjadi salah satu bentuk kolaborasi tersebut melalui rangkaian pertunjukan yang mempertemukan musisi dari berbagai generasi dan genre.

Rangkaian penampilan mulai dari “A Night of Frank Sinatra”, Freedom Jazz Society, hingga “Tribute to Koes Plus” menjadi bagian dari program Kota Baru Parahyangan Stage dalam penyelenggaraan TPJF 2026.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau