Advertorial

Dorong Mindful Beauty, ParagonCorp Ajak Konsumen Kelola Kemasan Kosong lewat Paragon Empties Station

Kompas.com - 15/10/2026, 13:22 WIB

KOMPAS.com – Prinsip keberlanjutan dalam industri kecantikan dapat diterapkan sejak tahap pengembangan produk hingga pengelolaan kemasan setelah digunakan konsumen.

Pendekatan tersebut diperkenalkan ParagonCorp dalam Langkah Membumi Market 2026 by Blibli Tiket Action yang digelar di Grand Indonesia, Jakarta, dari Kamis (8/10/2026) hingga Sabtu (11/10/2026).

Melalui pilar People, Planet, dan Product, ParagonCorp membawa perspektif mengenai bagaimana aspek keberlanjutan dapat dipertimbangkan dalam perjalanan sebuah produk kecantikan. Prosesnya dimulai dari riset untuk memahami kebutuhan konsumen Indonesia hingga pemilihan bahan, formula, dan kemasan.

Dalam aspek kemasan, misalnya, perusahaan menerapkan sejumlah pendekatan seperti lightweighting, pilihan refill, penggunaan karton bersertifikasi FSC, serta material post-consumer recycled (PCR).

Berbagai pendekatan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan konsumen dan karakteristik masing-masing produk.

Mendorong konsumen lebih sadar memilih produk kecantikan

Bagi ParagonCorp, keberlanjutan juga berkaitan dengan cara konsumen memahami kebutuhannya sebelum memilih produk.

Perspektif ini dibawa melalui sejumlah workshop dan brand experience yang mengajak pengunjung mengenali diri serta memahami kebutuhan masing-masing.

Dalam konteks kecantikan, memahami kebutuhan personal dapat menjadi langkah untuk membuat pilihan yang lebih sadar, alih-alih sekadar mengikuti tren.

Gagasan tersebut diperdalam melalui sesi Grounding Day bertajuk “Cantik Itu Harus Seperti Apa, Sih?” yang menyasar generasi Z dan milenial.

Sesi itu mengajak peserta melihat kecantikan sebagai bentuk ekspresi diri sekaligus memahami pentingnya mengenali kebutuhan personal. Konsep mindful beauty ini juga berkaitan dengan peran produsen dalam memahami kebutuhan konsumen melalui proses riset dan pengembangan produk.

R&D Senior Scientist ParagonCorp Sheila Windy Komara mengatakan, memahami konsumen menjadi salah satu titik awal dalam proses tersebut.

“Melalui riset, kami berupaya memahami karakteristik dan kebutuhan yang beragam agar inovasi yang dihadirkan semakin relevan. Kami juga ingin mengajak konsumen mengenali kebutuhannya sendiri, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya mengikuti tren, tetapi lebih sesuai dengan apa yang benar-benar mereka butuhkan,” ujar Sheila dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (14/10/2026).

Pengunjung memasukkan kemasan produk kecantikan kosong ke fasilitas Paragon Empties Station (PES) dalam gelaran Langkah Membumi Market 2026 di Grand Indonesia.Dok. ParagonCorp Pengunjung memasukkan kemasan produk kecantikan kosong ke fasilitas Paragon Empties Station (PES) dalam gelaran Langkah Membumi Market 2026 di Grand Indonesia.

Mengelola kemasan setelah produk digunakan

Perhatian terhadap keberlanjutan tidak berhenti ketika produk sampai ke tangan konsumen. 

Melalui Paragon Empties Station (PES), pengunjung Langkah Membumi Market 2026 dapat mengembalikan kemasan produk kecantikan kosong dari berbagai merek.

PES merupakan fasilitas pengumpulan kemasan pascakonsumsi produk kecantikan dari berbagai merek yang dihadirkan ParagonCorp. Kemasan yang masuk ke fasilitas tersebut kemudian dipilah dan diarahkan ke proses lanjutan bersama mitra. 

Dengan hadirnya PES, konsumen menjadi tahu cara mengelola kemasan setelah produk selesai digunakan.

Sepanjang rangkaian Langkah Membumi Market 2026, PES mencatat partisipasi sekitar 500 orang dengan lebih dari 3.280 kemasan produk kecantikan kosong yang terkumpul.

Partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan konsumen dalam praktik keberlanjutan, khususnya pada tahap pascakonsumsi.

Membawa edukasi keberlanjutan lebih dekat ke generasi muda

Langkah Membumi Market 2026 mengusung tema “Better Living Starts Here” dengan membawa pesan bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari keputusan sederhana dalam keseharian.

Rangkaian program tahun ini lebih dahulu dimulai melalui university roadshow di lima kampus di Jabodetabek.

Melalui talkshow yang menghadirkan perspektif dari ParagonCorp, Waste4Change, Blibli.com, Kompas Gramedia, serta Cinta Laura Kiehl, mahasiswa diajak melihat isu keberlanjutan dari peran individu dan industri hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Perjalanan tersebut kemudian dilanjutkan melalui Langkah Membumi Market di Grand Indonesia dengan sejumlah kegiatan, mulai dari inspiring talks, eco workshops, sustainability showcases, hingga tenant pilihan.

Melalui rangkaian tersebut, praktik keberlanjutan diperkenalkan lewat pengalaman yang dekat dengan keseharian. 

Dalam industri kecantikan, pendekatan itu mencakup proses sejak memahami kebutuhan konsumen dan mengembangkan produk hingga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut mengelola kemasan setelah digunakan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau