Advertorial

Mengenal VinFast EVO, Motor Listrik yang Menawarkan Biaya Kepemilikan Efisien dan Kenyamanan Berkendara

Kompas.com - 15/10/2026, 14:10 WIB

KOMPAS.com – Berbeda dengan mobil listrik, peralihan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin ke listrik masih cenderung stagnan.

Data penjualan yang dihimpun dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (23/9/2026), memperlihatkan hal tersebut. Penjualan motor listrik sempat mengalami lonjakan drastis dari 15.000 unit pada 2023 menjadi 77.000 unit pada 2024.

Angka tersebut kemudian turun menjadi 70.000 unit pada 2025 dan 18.900 unit hingga Agustus 2026.

Salah satu penyebabnya adalah sikap wait and see dari pengguna. Pengguna masih menimbang-nimbang soal kepraktisan, infrastruktur, kualitas produk, daya tahan baterai, pengalaman berkendara, biaya kepemilikan, dan harga jual kembali.

Apalagi, bagi banyak orang, motor adalah alat kerja serta kendaraan untuk kebutuhan sehari-hari seperti antar-jemput sekolah atau belanja mingguan.

Biaya kepemilikan motor listrik lebih rendah

Dilansir dari berbagai sumber, biaya total kepemilikan motor listrik sebenarnya terhitung lebih rendah dari motor berbahan bensin.

Untuk biaya operasional, misalnya, Data Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) yang dipaparkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) dalam Aismoli Annual Meeting 2026 menyebut biaya operasional sepeda motor listrik 74 hingga 83 persen lebih murah daripada motor bensin, seperti diberitakan Kompas.com, Senin (31/8/2026)

Ilustrasi VinFast Evo. Dok. VinFast Ilustrasi VinFast Evo.

Sebagai ilustrasi, apabila seorang pengguna mengeluarkan Rp 30.000 per hari untuk operasional motor bensin, penghematan 74 hingga 83 persen secara teoritis membuat biaya tersebut turun menjadi sekitar Rp 5.100 hingga Rp 7.800 per hari.

Dengan demikian, ada potensi penghematan sekitar Rp 22.200 hingga Rp 24.900 per hari. Jika pengemudi bekerja selama 26 hari dalam sebulan, penghematannya secara teoritis bisa mencapai sekitar Rp 577.000 hingga Rp 647.400 per bulan.

Sebagai catatan, kondisi setiap pengguna tentu berbeda sehingga angka penghematan riil tidak otomatis sama.

Itu baru biaya operasional. Jika dilihat secara total biaya kepemilikan yang meliputi biaya energi, biaya perawatan, pajak, dan depresiasi, hasil riset yang dilakukan Yones Ramanugraha dari Institut Teknologi PLN pada 2026 menyebutkan bahwa motor listrik memberikan penghematan Rp 134,498 per km dari motor berbahan bakar Pertalite dan Rp 115,498 per km dari motor berbahan bakar Pertamax.

VinFast EVO, pilihan untuk beralih ke motor listrik

Total biaya kepemilikan motor listrik yang lebih murah juga bisa dirasakan oleh pemilik VinFast EVO.

Dari harga awal, diberitakan Kompas.com, Senin (20/7/2026), VinFast membanderol motor listriknya mulai dari Rp 17,5 juta untuk model Evo dengan status on the road (OTR) Jakarta melalui skema berlangganan baterai. Kemudian, Rp 21,165 juta untuk kepemilikan 1 baterai dan Rp 24,805 juta untuk 2 baterai.

Biaya energi VinFast EVO juga lebih murah dari motor bensin, yakni hanya Rp 48 per km. Dengan asumsi harian 14.400 km per tahun, biaya energinya sekitar Rp 690.000 per tahun. Kemudian, biaya perawatannya juga terjangkau, yakni sekitar Rp 150.000 tahun.

Jika dibandingkan motor bensin, total biaya energi dan perawatan VinFast EVO sekitar Rp 3,36 juta lebih rendah.

Lantas, bagaimana dengan daya jelajahnya? Untuk pemakaian harian, daya jelajah VinFast EVO terbilang jauh. Untuk konfigurasi 1 baterai, daya jelajahnya mencapai 85 km dengan kecepatan maksimalnya hingga 70 km per jam.

Adapun waktu estimasi pengisian dayanya dari 0-100 persen lebih kurang 4,5 jam. Pengisian daya juga dapat dilakukan di rumah menggunakan VinFast Home Charger. Dengan demikian, pengguna memiliki opsi lain untuk mengisi ulang baterai selain menukar atau menggantinya.

Sementara, VinFast EVO dengan dua baterai bisa digunakan hingga 150 km dengan estimasi pengisian daya dari 0-100 persen lebih kurang 9 jam. Kecepatan maksimalnya mencapai 80 km per jam.

Daya jelajah tersebut sudah bisa untuk mendukung mobilitas sehari-hari, misalnya pulang-pergi kantor, mengantar anak sekolah, lalu singgah belanja sebelum pulang.

Terlebih, VinFast EVO juga terbilang nyaman dikendarai. Berdasarkan test drive yang dilakukan tim Kompas.com, di Hanoi, Vietnam, Selasa (28/4/2026), posisi duduk VinFast EVO tergolong relaks dengan ruang kaki pada dek tengah terasa cukup panjang untuk pengemudi dengan tinggi badan 172 cm.

Akselerasinya pun halus dan responsif. Tarikan gasnya memberikan sensasi torsi instan khas motor listrik. Ditambah, handing ringan dan lincah serta suspensi yang cukup memadai pada jalan raya rata.

Bagi pengguna motor konvensional, peralihan terasa lebih ringan kalau kendaraannya tetap familiar. Karakter VinFast EVO yang praktis dan fungsional dirancang agar pengguna baru bisa beradaptasi tanpa mengubah rutinitas hariannya secara drastis.

VinFast juga sudah menyediakan infrastruktur pendukung agar pengguna tenang. Jaringan penukaran baterai VinFast disebut saat ini telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Chief Executive Officer VinFast E-Motorcycle Indonesia Yordan Satriadi menuturkan, VinFast tidak hanya menjual sepeda motor, tetapi menawarkan ekosistem di mana memudahkan pengguna hanya dengan mengganti baterai saja.

Dari sisi teknologi, VinFast EVO memakai baterai lithium ferro phosphate (LFP) yang dipilih untuk mendukung keamanan dan daya tahan pemakaian sehari-hari.

Ada pula perlindungan IP67, standar ketahanan terhadap debu dan air, sehingga pengguna lebih tenang saat cuaca di jalan sulit ditebak.

Untuk layanan purnajual, VinFast memberikan garansi kendaraan dan baterai hingga 4 tahun atau 60.000 km dengan perpanjangan 2 tahun atau 12.000 km sesuai syarat dan ketentuan berlaku. Totalnya mencapai 6 tahun atau 72.000 km, seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

Tertarik beralih ke VinFast EVO? Silakan kunjungi jaringan resmi VinFast untuk berkonsultasi, mencoba lewat test ride, dan memperoleh informasi layanan purnajual. Mencoba langsung di jalan sering kali menjadi cara paling jujur untuk menjawab apakah motor listrik cocok dengan rutinitasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau