KOMPAS.com – SMA Kolese Gonzaga selesai menyelenggarakan Gonzaga Festival 2026 mulai Sabtu (19/9/2026) hingga Sabtu (26/9/2026) di SMA Kolese Gonzaga, Jakarta Selatan.
Mengusung tema “Menembus Rintangan, Mengejar Harapan”, festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan dan penampilan dari siswa SMA Kolese Gonzaga, serta bintang tamu Yura Yunita dan Sal Priadi.
Tema tersebut mengajak seluruh komunitas SMA Kolese Gonzaga untuk terus maju menghadapi berbagai rintangan dan menemukan harapan di setiap langkah yang ditempuh.
Melalui beragam rangkaian kegiatan, Gonzaga Festival menjadi wadah bagi para murid untuk berekspresi, mengembangkan potensi, dan melatih kerja sama sebagai sebuah komunitas.
Bersama dalam badai, meniup harapan
Rangkaian acara dimulai dengan meriah melalui pembukaan yang disertai penampilan ekstrakurikuler dari komunitas SMA Kolese Gonzaga. Budaya serta minat dan bakat setiap siswa ditunjukkan melalui penampilan berbagai ekstrakurikuler, yang diakhiri dengan penuh semangat oleh komunitas suporter kebanggaan SMA Kolese Gonzaga, yaitu Laskar Gonzaga.
Selama sepekan, bakat siswa-siswi dari berbagai sekolah tersalurkan melalui tiga cabang lomba, mulai dari lomba akademik, seni, hingga olahraga. Semua pelajar memiliki kesempatan untuk berlomba melalui Gonzaga Festival, yang juga merangkul kehadiran komunitas eksternal.
Tahun ini, Gonzaga Festival menghadirkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai tenant. SMA Kolese Gonzaga merangkul seluruh komponen masyarakat.
Rintangan jadi bagian dari perjalanan
Tema “Menembus Rintangan, Mengejar Harapan” berangkat dari gagasan bahwa perjalanan menuju sesuatu yang diharapkan tidak selalu berjalan lurus. Ada tantangan, keraguan, kegagalan, maupun perubahan yang harus dihadapi. Namun, justru melalui proses tersebut seseorang dapat menemukan keberanian untuk terus bergerak.
Suasana riuh penonton yang antusias menyaksikan bintang tamu yang tampil di atas panggung. Rintangan yang dihadapi setiap orang dapat hadir dalam berbagai bentuk. Terkadang, rintangan berasal dari dalam diri sendiri, seperti rasa takut dan keraguan.
Di sisi lain, rintangan juga dapat muncul dari keadaan, hubungan dengan orang lain, maupun berbagai perubahan dalam kehidupan. Meskipun tidak selalu mudah, setiap pengalaman dapat menjadi bagian dari proses untuk belajar dan berkembang.
Lewat tema tersebut, Gonsaga Festival 2026 ingin mengajak setiap orang untuk berani menghadapi rintangan, tetap memiliki harapan, dan terus melangkah dalam perjalanan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
Bersama dalam karya, bertumbuh dalam perjalanan
Gonzaga Festival 2026 menjadi wadah bagi siswa SMA Kolese Gonzaga untuk berpartisipasi aktif melalui berbagai penampilan dan karya seni, seperti tari kreasi, anthem, performing arts, musik, dan pertunjukan lainnya. Siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut memeriahkan acara sekaligus menyalurkan kreativitas, mengembangkan kemampuan, dan bekerja sama dalam mempersiapkan pertunjukan.
Keberagaman penampilan tersebut mencerminkan semangat komunitas Gonzaga yang menjunjung kreativitas, kebersamaan, dan keberanian untuk berkarya.
Keterlibatan siswa juga terlihat sejak tahap persiapan, mulai dari merancang konsep, membagi tugas, melakukan koordinasi antarbidang, mempersiapkan kebutuhan teknis, hingga mempersiapkan berbagai penampilan. Saat acara berlangsung, siswa turut bertanggung jawab memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai rencana.
Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya menjadi penikmat acara, tetapi juga menjadi bagian dari terciptanya Gonzaga Festival.
Dalam prosesnya, berbagai tantangan tentu muncul dan membutuhkan kemampuan memecahkan masalah, komunikasi, kerja sama, serta adaptasi. Siswa belajar bahwa bekerja dalam tim bukan hanya tentang menyelesaikan tugas pribadi, tetapi juga memahami peran dan tugas orang lain.
Dari pengalaman tersebut, siswa belajar untuk saling membantu, menghargai perbedaan cara bekerja, dan bersama-sama mencari solusi ketika menghadapi kendala.
Keterlibatan tersebut sejalan dengan tema Gonzaga Festival 2026, yaitu “Menembus Rintangan, Mengejar Harapan”. Berbagai tantangan selama persiapan hingga pelaksanaan menjadi bagian dari perjalanan siswa dalam mewujudkan sebuah acara bersama.
Merayakan proses, menyalakan harapan
Melalui semangat “Menembus Rintangan, Mengejar Harapan”, para siswa hadir dengan berbagai karya yang ditampilkan pada acara penutupan Gonzaga Festival 2026. Berbagai penampilan tersebut meliputi tari kreasi daerah maupun tim Ratoh Jaroe yang menjadi wadah untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus melestarikan keberagaman budaya.
Keragaman tersebut disatukan dalam satu penampilan yang dibalut dengan gerakan yang variatif dan dinamis. Tak hanya itu, beberapa siswa juga hadir melalui penampilan medley yang membawakan sejumlah lagu dalam satu rangkaian.
Semangat dan kreativitas siswa turut diperlihatkan melalui penampilan band siswa, Paraduta, yang membawakan Anthem Gonzaga Festival 2026 dengan memadukan musikalitas dan energi para siswa dalam sebuah karya yang menghidupkan semangat Gonzaga Festival.
Salah satu band yang menjadi penampil di acara Gonzaga Festival 2026 di SMA Kolese Gonzaga, Jakarta Selatan. Seluruh rangkaian acara hingga penutupan Gonzaga Festival 2026 menunjukkan bahwa kreativitas tidak lahir tanpa proses. Di balik setiap karya yang ditampilkan, terdapat latihan, kegagalan, perbaikan, kerja sama, serta keberanian untuk kembali mencoba.
Berbagai proses tersebut akhirnya membawa para siswa untuk memberikan penampilan terbaik mereka sebagai cerminan dari perjuangan dan perjalanan yang telah dilalui selama Gonzaga Festival 2026.
Bintang tamu yang melengkapi Gonzaga Festival 2026
Setelah berlangsung selama sepekan, rangkaian acara Gonzaga Festival 2026 ditutup dan dirayakan dengan acara closing yang terdiri dari rangkaian penampilan para siswa SMA Kolese Gonzaga dan dua bintang tamu.
Yura Yunita dan Sal Priadi hadir memeriahkan penutupan Gonzaga Festival. Kehadiran Yura Yunita dan Sal Priadi sebagai guest star dalam closing Gonzaga Festival diharapkan dapat memeriahkan acara dan memberikan semangat bagi komunitas.
Tema “Menembus Rintangan, Mengejar Harapan” mencerminkan perjalanan hidup yang penuh tantangan dan menuntut keberanian untuk terus melangkah. Semangat tersebut melatarbelakangi kehadiran Yura Yunita dan Sal Priadi di Gonzaga Festival 2026.
Yura Yunita merepresentasikan keberanian menghadapi rintangan dari dalam diri melalui tema penerimaan diri dan proses bertumbuh, sedangkan Sal Priadi menghadirkan perspektif tentang hubungan antarmanusia, kehilangan, serta harapan dalam memaknai peristiwa hidup.
Meski membawa warna yang berbeda, karya kedua musisi ini bertemu pada satu pesan utama: walau perjalanan menuju harapan tidak pernah mudah, selalu ada alasan untuk terus bergerak maju.