Advertorial

TDA Dorong Penguasa Daerah Naik Kelas melalui Penguatan Kapasitas dan Akses Pasar

Kompas.com - 15/10/2026, 16:04 WIB

KOMPAS.com – Pertumbuhan ekonomi dan meluasnya penggunaan teknologi digital membuka peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang.

Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan pengusaha dalam mengelola bisnis, memperkuat produktivitas, dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) mendorong penguatan kapasitas pengusaha dan kolaborasi lintas daerah melalui Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) TDA 9.0 yang berlangsung di Surabaya mulai Selasa (13/10/2026) hingga Rabu (15/10/2026).

Forum tersebut menghimpun sekitar 500 pengurus dari 119 daerah untuk membahas pengembangan bisnis, pemanfaatan teknologi, perluasan akses pasar, dan kemitraan usaha.

Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, mengatakan pertumbuhan ekonomi perlu menjadi momentum bagi pengusaha untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat fondasi bisnis.

“Pertumbuhan ekonomi harus semakin mampu melahirkan pengusaha yang ikut tumbuh. Tantangannya bukan hanya mendapatkan modal, tetapi juga memperkuat kapasitas, produktivitas, akses pasar, teknologi, konektivitas, serta kemitraan,” ucap Ferdian dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Sementara itu, pertumbuhan sepanjang semester I 2026 mencapai 5,45 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penguatan kemampuan pengusaha jadi prioritas

TDA menilai peningkatan kapasitas menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu memanfaatkan peluang ekonomi.

Chief Entrepreneur Development TDA 9.0, Dedy Syandera Putera, menegaskan bahwa peluang pasar dan pertumbuhan ekonomi tidak secara otomatis membuat sebuah usaha berkembang.

Melalui TDA Academy, komunitas tersebut mendorong pengembangan kemampuan pengusaha secara lebih terstruktur dan aplikatif.

Penguatan tersebut meliputi pengelolaan keuangan, manajemen usaha, pemasaran, kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, sistem bisnis, pemanfaatan teknologi, hingga kesiapan untuk meningkatkan skala usaha.

Di tingkat daerah, TDA juga mendorong pengurus untuk berperan sebagai penghubung antara kebutuhan pengusaha lokal dan jaringan bisnis, pengetahuan, dan peluang kemitraan yang lebih luas.

Digitalisasi harus memberikan manfaat bagi bisnis

Selain penguatan kemampuan pengusaha, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu perhatian dalam MUKERNAS TDA 9.0.

Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa hingga Juni 2026, QRIS telah menjangkau 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen merchant merupakan UMKM.

Meluasnya penggunaan pembayaran digital menjadi salah satu indikator transformasi ekonomi digital. Namun, adopsi teknologi perlu diikuti oleh kemampuan pelaku usaha untuk memanfaatkannya guna meningkatkan kinerja bisnis.

Chief Marketing, Media and Technology TDA 9.0, Arif Wicaksono Pramunagoro, mengatakan bahwa penggunaan teknologi tidak seharusnya berhenti pada perubahan cara bertransaksi.

“Go Digital bukan tujuan akhir. Teknologi harus menghasilkan produktivitas, membuka pasar dan menciptakan peluang. Pengusaha perlu bergerak dari Go Digital menuju Go Produktif dan Go Kompetitif,” ucap Arif.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, TDA juga mengembangkan TDA One, platform yang diarahkan untuk menghubungkan pengusaha dengan pengetahuan, kebutuhan bisnis, pasar, serta potensi kolaborasi.

Perluas kolaborasi lintas daerah

Ketua Pelaksana MUKERNAS TDA 9.0 sekaligus Chief Ecosystem Development, Ichlasul Amal Rangga Winata, mengatakan pengembangan usaha membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, korporasi, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan penyedia teknologi.

“Pengusaha tidak tumbuh sendirian. Ekosistem harus mampu mempertemukan kebutuhan, potensi, dan peluang. Dari pertemuan menjadi peluang, dari peluang menjadi kolaborasi dan dampak,” ucap Amal.

MUKERNAS TDA 9.0 mengusung tema “Memperluas Dampak Wirausaha bagi Ekonomi Nasional melalui Penguatan Bisnis dan Kemitraan Usaha Berbasis Teknologi”.

Selain konsolidasi organisasi, forum tersebut menghadirkan rangkaian kegiatan pengembangan kepemimpinan, peningkatan kapasitas bisnis, dan penguatan jejaring kemitraan.

Melalui TDA Academy, TDA One, dan penguatan peran pengurus daerah, TDA berharap jaringan komunitas dapat memberikan manfaat yang semakin nyata bagi pertumbuhan bisnis anggota.

“Kami ingin pengusaha saling terkoneksi, kapasitasnya meningkat, pasarnya semakin luas, dan semakin banyak kolaborasi yang lahir. Ekonomi tumbuh, pengusaha juga harus ikut tumbuh,” tutur Ferdian.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau