Advertorial

Blibli Perkuat Strategi Omnichannel, Integrasikan Pengalaman Belanja Online dan Offline

Kompas.com - 15/10/2026, 21:28 WIB

KOMPAS.com – PT Global Digital Niaga TBK (IDX: BELI) atau Blibli mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 55 persen menjadi Rp 14,8 triliun pada semester I 2026.

Capaian tersebut disampaikan dalam Paparan Publik Tahunan 2026 Blibli yang digelar secara daring pada Rabu (14/10/2026), bersama dengan perkembangan bisnis perusahaan selama sembilan bulan pertama.

Chief Executive Officer (CEO) Blibli Kusumo Martanto mengatakan, kinerja perusahaan pada semester I 2026 melampaui target yang ditetapkan pada awal tahun.

“Pencapaian di semester pertama 2026 itu memang melampaui target yang kami set pada awal tahun,” ujar Kusumo dalam Paparan Publik Tahunan 2026, Rabu (14/10/2026).

Menurut Kusumo, capaian tersebut juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen ritel dan institusi, pemilik merek (brand principal), serta penjual (seller) terhadap Blibli.

Di sisi bisnis, Blibli menambah 102 toko sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Per akhir September 2026, perusahaan mengoperasikan 347 toko elektronik konsumen, 24 toko elektronik rumah tangga.

Selain itu, Blibli juga mengoperasikan satu toko fesyen dan olahraga. Perusahaan turut mengelola 60 gerai supermarket premium dan 39 home and living experience centers.

Ekspansi tersebut menjadi bagian dari pengembangan strategi omnichannel yang mengintegrasikan bisnis online dan offline.

Mengembangkan ekosistem omnichannel

Blibli mengintegrasikan platform online dan jaringan toko fisik melalui ekosistem yang mencakup Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma.

Integrasi tersebut menghubungkan berbagai tahapan transaksi, mulai dari pembelian hingga pengiriman dan program loyalitas.

Co-Founder Blibli sekaligus Chief Commercial Officer (CCO) Hendry mengatakan, perusahaan memandang kanal online dan offline sebagai saluran yang saling melengkapi.

“Kami tidak melihat keduanya (toko online dan offline) sebagai pilihan yang saling menggantikan, tetapi sebagai channel yang saling melengkapi,” ujar Hendry.

Layanan Blibli InStore memungkinkan pelanggan melihat produk dan promo secara digital saat berbelanja di toko fisik.Dok. Blibli Layanan Blibli InStore memungkinkan pelanggan melihat produk dan promo secara digital saat berbelanja di toko fisik.

Penerapan strategi tersebut didukung Blibli InStore di lebih dari 6.600 lokasi dan Click and Collect di lebih dari 7.000 lokasi. Blibli juga mencatat kenaikan jumlah pengguna yang bertransaksi di segmen ritel sebesar 5 persen, dari 3,3 juta menjadi 3,5 juta pengguna.

FAS sebagai infrastruktur di balik omnichannel

Ekosistem omnichannel Blibli didukung infrastruktur operasional yang mencakup 15 gudang dengan total luas 200.000 meter persegi dan 19 pusat distribusi. Salah satunya Gudang Marunda dengan luas sekitar 100.000 meter persegi.

Di sisi lain, Blibli mengembangkan layanan Fulfillment at Speed (FAS) untuk membantu brand dan mitra bisnis.

Seiring perkembangannya, kapabilitas FAS kini mencakup berbagai kebutuhan bisnis mitra, mulai dari pemenuhan pesanan hingga dukungan operasional dan pemasaran digital. Layanan tersebut dikembangkan untuk membantu mitra merek memperluas jangkauan bisnisnya.

FAS memiliki tujuh pilar layanan, yakni FAS fulfillment, FAS care, FAS enabler, FAS distribution, FAS solutions, FAS studio, dan FAS affiliate.

Layanan tersebut meliputi pergudangan dan pengiriman, layanan pelanggan, pengelolaan bisnis e-commerce, distribusi offline, solusi operasional, produksi konten pemasaran, hingga dukungan pemasaran melalui afiliasi.

Chief Operating Officer (COO) Blibli Lisa Widodo mengatakan, fokus utama FAS adalah memastikan brand dan mitra yang dilayani dapat berkembang sesuai ambisi mereka.

“Ke depan, peluang FAS menjadi sumber pertumbuhan tambahan di dalam sinergi ekosistem kami. Kami melihat potensi meningkatkan utilization dari infrastruktur yang sudah kami bangun sejak awal,” ujar Lisa.

Menurutnya, FAS juga diharapkan dapat memperkuat efisiensi rantai pasok serta membuka peluang pendapatan dari berbagai layanan bernilai tambah.

Pendapatan dan efisiensi biaya meningkat

Chief Financial Officer (CFO) Blibli Ronald Winardi mengatakan, kinerja keuangan perusahaan membaik secara konsisten pada semester I 2026 di tengah kondisi pasar yang menantang.

Menurutnya, perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga kualitas pertumbuhan melalui peningkatan take rate dan efisiensi biaya.

Blibli mencatatkan nilai pemrosesan transaksi (total processing value/TPV) Rp 45,1 triliun, tumbuh 12 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pendapatan neto konsolidasian juga naik 55 persen menjadi Rp 14,8 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto sebelum diskon (gross profit before discount/GPBD) tumbuh 17 persen menjadi Rp 4,1 triliun, dengan take rate meningkat dari 8,6 persen menjadi 9 persen. Laba bruto konsolidasian naik 31 persen menjadi Rp 2,3 triliun.

Efisiensi biaya turut mendukung perbaikan kinerja. Rasio total beban operasional terhadap TPV turun menjadi 6,3 persen, sementara rasio EBITDA terhadap TPV membaik 170 basis poin.

Meski demikian, EBITDA masih mencatatkan kerugian, yang menyempit dari Rp 997 miliar menjadi Rp 349 miliar.

Menatap peluang pertumbuhan berikutnya

Kusumo menjelaskan, capaian pada semester I 2026 belum menjadi dasar bagi perusahaan untuk merevisi target pada semester II 2026. Menurutnya, Blibli akan terus memantau kinerja dan prospek bisnis dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan peluang pada semester II

“Kami akan memanfaatkan semua momentum yang ada di semester kedua. Contohnya seperti pre-order dengan iPhone 18 dan liburan akhir tahun. Kami percaya, momentum itu akan memberikan dampak positif,” ujar Kusumo.

Blibli juga berharap, jaringan toko fisik yang semakin luas dapat memberikan kontribusi lebih besar seiring peningkatan produktivitas dan pertumbuhan penjualan di toko yang sudah beroperasi.

Blibli akan tetap memperkuat integrasi kanal online dan offline serta mendorong loyalitas konsumen melalui program loyalitas yang terintegrasi dalam ekosistemnya.

Melalui strategi tersebut, Blibli berharap dapat mempertahankan tren kinerja positif hingga akhir tahun sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis.

Informasi lebih lanjut mengenai Blibli serta materi paparan publik dapat diakses dan diunduh melalui situs about.blibli.com. Adapun pertanyaan lebih lanjut dapat disampaikan kepada Corporate Secretary melalui email corp.sec@gdn-commerce.com.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau