KOMPAS.com – PT Global Digital Niaga TBK (IDX: BELI) atau Blibli mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 55 persen menjadi Rp 14,8 triliun pada semester I 2026.
Capaian tersebut disampaikan dalam Paparan Publik Tahunan 2026 Blibli yang digelar secara daring pada Rabu (14/10/2026), bersama dengan perkembangan bisnis perusahaan selama sembilan bulan pertama.
Chief Executive Officer (CEO) Blibli Kusumo Martanto mengatakan, kinerja perusahaan pada semester I 2026 melampaui target yang ditetapkan pada awal tahun.
“Pencapaian di semester pertama 2026 itu memang melampaui target yang kami set pada awal tahun,” ujar Kusumo dalam Paparan Publik Tahunan 2026, Rabu (14/10/2026).
Menurut Kusumo, capaian tersebut juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen ritel dan institusi, pemilik merek (brand principal), serta penjual (seller) terhadap Blibli.
Di sisi bisnis, Blibli menambah 102 toko sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Per akhir September 2026, perusahaan mengoperasikan 347 toko elektronik konsumen, 24 toko elektronik rumah tangga.
Selain itu, Blibli juga mengoperasikan satu toko fesyen dan olahraga. Perusahaan turut mengelola 60 gerai supermarket premium dan 39 home and living experience centers.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari pengembangan strategi omnichannel yang mengintegrasikan bisnis online dan offline.
Mengembangkan ekosistem omnichannel
Blibli mengintegrasikan platform online dan jaringan toko fisik melalui ekosistem yang mencakup Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma.
Integrasi tersebut menghubungkan berbagai tahapan transaksi, mulai dari pembelian hingga pengiriman dan program loyalitas.
Co-Founder Blibli sekaligus Chief Commercial Officer (CCO) Hendry mengatakan, perusahaan memandang kanal online dan offline sebagai saluran yang saling melengkapi.
“Kami tidak melihat keduanya (toko online dan offline) sebagai pilihan yang saling menggantikan, tetapi sebagai channel yang saling melengkapi,” ujar Hendry.
Layanan Blibli InStore memungkinkan pelanggan melihat produk dan promo secara digital saat berbelanja di toko fisik.Penerapan strategi tersebut didukung Blibli InStore di lebih dari 6.600 lokasi dan Click and Collect di lebih dari 7.000 lokasi. Blibli juga mencatat kenaikan jumlah pengguna yang bertransaksi di segmen ritel sebesar 5 persen, dari 3,3 juta menjadi 3,5 juta pengguna.
FAS sebagai infrastruktur di balik omnichannel
Ekosistem omnichannel Blibli didukung infrastruktur operasional yang mencakup 15 gudang dengan total luas 200.000 meter persegi dan 19 pusat distribusi. Salah satunya Gudang Marunda dengan luas sekitar 100.000 meter persegi.
Di sisi lain, Blibli mengembangkan layanan Fulfillment at Speed (FAS) untuk membantu brand dan mitra bisnis.
Seiring perkembangannya, kapabilitas FAS kini mencakup berbagai kebutuhan bisnis mitra, mulai dari pemenuhan pesanan hingga dukungan operasional dan pemasaran digital. Layanan tersebut dikembangkan untuk membantu mitra merek memperluas jangkauan bisnisnya.
FAS memiliki tujuh pilar layanan, yakni FAS fulfillment, FAS care, FAS enabler, FAS distribution, FAS solutions, FAS studio, dan FAS affiliate.
Layanan tersebut meliputi pergudangan dan pengiriman, layanan pelanggan, pengelolaan bisnis e-commerce, distribusi offline, solusi operasional, produksi konten pemasaran, hingga dukungan pemasaran melalui afiliasi.
Chief Operating Officer (COO) Blibli Lisa Widodo mengatakan, fokus utama FAS adalah memastikan brand dan mitra yang dilayani dapat berkembang sesuai ambisi mereka.
“Ke depan, peluang FAS menjadi sumber pertumbuhan tambahan di dalam sinergi ekosistem kami. Kami melihat potensi meningkatkan utilization dari infrastruktur yang sudah kami bangun sejak awal,” ujar Lisa.
Menurutnya, FAS juga diharapkan dapat memperkuat efisiensi rantai pasok serta membuka peluang pendapatan dari berbagai layanan bernilai tambah.
Pendapatan dan efisiensi biaya meningkat
Chief Financial Officer (CFO) Blibli Ronald Winardi mengatakan, kinerja keuangan perusahaan membaik secara konsisten pada semester I 2026 di tengah kondisi pasar yang menantang.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga kualitas pertumbuhan melalui peningkatan take rate dan efisiensi biaya.
Blibli mencatatkan nilai pemrosesan transaksi (total processing value/TPV) Rp 45,1 triliun, tumbuh 12 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pendapatan neto konsolidasian juga naik 55 persen menjadi Rp 14,8 triliun.
Dari sisi profitabilitas, laba bruto sebelum diskon (gross profit before discount/GPBD) tumbuh 17 persen menjadi Rp 4,1 triliun, dengan take rate meningkat dari 8,6 persen menjadi 9 persen. Laba bruto konsolidasian naik 31 persen menjadi Rp 2,3 triliun.
Efisiensi biaya turut mendukung perbaikan kinerja. Rasio total beban operasional terhadap TPV turun menjadi 6,3 persen, sementara rasio EBITDA terhadap TPV membaik 170 basis poin.
Meski demikian, EBITDA masih mencatatkan kerugian, yang menyempit dari Rp 997 miliar menjadi Rp 349 miliar.
Menatap peluang pertumbuhan berikutnya
Kusumo menjelaskan, capaian pada semester I 2026 belum menjadi dasar bagi perusahaan untuk merevisi target pada semester II 2026. Menurutnya, Blibli akan terus memantau kinerja dan prospek bisnis dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan peluang pada semester II
“Kami akan memanfaatkan semua momentum yang ada di semester kedua. Contohnya seperti pre-order dengan iPhone 18 dan liburan akhir tahun. Kami percaya, momentum itu akan memberikan dampak positif,” ujar Kusumo.
Blibli juga berharap, jaringan toko fisik yang semakin luas dapat memberikan kontribusi lebih besar seiring peningkatan produktivitas dan pertumbuhan penjualan di toko yang sudah beroperasi.
Blibli akan tetap memperkuat integrasi kanal online dan offline serta mendorong loyalitas konsumen melalui program loyalitas yang terintegrasi dalam ekosistemnya.
Melalui strategi tersebut, Blibli berharap dapat mempertahankan tren kinerja positif hingga akhir tahun sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis.
Informasi lebih lanjut mengenai Blibli serta materi paparan publik dapat diakses dan diunduh melalui situs about.blibli.com. Adapun pertanyaan lebih lanjut dapat disampaikan kepada Corporate Secretary melalui email corp.sec@gdn-commerce.com.