KOMPAS.com – Bagi pengusaha, tambahan modal bisa berarti banyak hal. Stok dagangan dapat kembali penuh, bahan baku bisa segera dibeli tanpa menunggu uang berputar, atau usaha jadi punya ruang untuk tumbuh.
Sebenarnya, manfaat tambahan modal bisa meluas hingga ke aspek lain dalam kehidupan.
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melihat, manfaat pembiayaan tidak hanya terlihat dari perkembangan warung, lapak, atau usaha rumahan.
Dari pembiayaan, kemampuan nasabah dapat semakin terasah, kepercayaan diri tumbuh, hingga keyakinan bahwa usaha masih memiliki peluang untuk berkembang pada masa depan.
Gambaran tersebut tecermin dari hasil penghitungan Social Return on Investment (SROI) Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) periode 2022–2024.
Setiap Rp 1 yang diinvestasikan dalam program menghasilkan manfaat sebesar Rp 1,81. Artinya, nilai manfaat yang tercipta mencapai 181 persen dari nilai investasi program.
Peningkatan pendapatan usaha menjadi sumber manfaat terbesar dengan porsi 33,87 persen. Meski demikian, dampak program juga terlihat di luar aspek penghasilan.
Pembukaan lapangan kerja menjadi salah satu manfaat yang turut tercipta. Sementara itu, peningkatan optimisme terhadap masa depan menunjukkan bahwa program juga menyentuh sisi yang lebih personal dalam kehidupan nasabah.
Direktur Utama PNM Kindaris meyakini bahwa pertumbuhan usaha dapat mendorong perubahan positif di sekitarnya.
“Kemampuan yang bertambah dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan optimisme, lalu ikut memengaruhi cara mereka menjalankan usaha, mengelola kehidupan keluarga, dan berinteraksi dengan lingkungan,” ujar Kindaris dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Jumat (16/10/2026).
Salah satu aktivitas pemberdayaan yang mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kemampuan nasabah PNM Mekaar.Perubahan tersebut juga terlihat dari peningkatan kemampuan nasabah secara keseluruhan sebesar 36 persen. Peningkatan terbesar terjadi pada kemampuan kognitif yang mencakup pengetahuan mengenai keuangan, pinjaman, dan pengelolaan keuangan, sebesar 53,18 persen. Sementara itu, rasa percaya diri nasabah meningkat lebih dari 40 persen.
Bagi pengusaha ultramikro, kemampuan tersebut menjadi modal yang tidak kalah penting. Usaha yang bertumbuh memerlukan lebih dari sekadar tambahan barang dagangan.
Pengusaha juga perlu memiliki kemampuan untuk mengelola usaha, keberanian mengambil keputusan, dan keyakinan untuk melihat peluang berikutnya.
Sebagai perusahaan yang menjalankan pemberdayaan melalui pembiayaan dan pendampingan, PNM memandang bahwa perubahan pada nasabah dapat membawa manfaat yang lebih luas.
Kemampuan mengelola usaha dan keuangan yang semakin baik dapat memberi pengusaha ruang lebih besar untuk berkontribusi terhadap kebutuhan keluarga.
Adapun kepercayaan diri dan optimisme dapat tecermin dalam cara pelaku usaha ultramikro dalam mengambil keputusan dan membangun hubungan dengan lingkungan sekitar.
Hasil penghitungan dampak program juga menunjukkan bahwa manfaat Mekaar tidak hanya berada pada aspek ekonomi. Nilai dampak turut tercipta pada aspek kesejahteraan dan sosial.
Hal ini menunjukkan bahwa manfaat program melampaui aktivitas usaha yang dijalankan nasabah.
Manfaat pembiayaan tidak hanya terlihat ketika modal digunakan untuk membeli barang dagangan atau menambah modal usaha. Sebagian manfaatnya justru tumbuh perlahan dalam keseharian nasabah, mulai dari kemampuan yang semakin kuat, keputusan yang semakin mantap, hingga pandangan terhadap masa depan yang semakin optimistis.
Oleh karena itu, pertumbuhan tidak selalu diukur dari seberapa besar sebuah usaha berkembang. Pertumbuhan juga dapat terlihat dari sejauh mana seseorang mulai percaya bahwa ia mampu melangkah lebih jauh.