KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) meraih peringkat terbaik sebagai Provinsi Ramah Wisata Muslim dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menerima langsung penghargaan itu dari Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (16/10/2026).
"Alhamdulillah, sebuah kebanggaan Pemprov Jabar menerima penghargaan tertinggi sebagai Provinsi Terbaik Peringkat 1 di Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Pariwisata Ibu Widiyanti Putri Wardhana, pada ajang bergengsi ISEF 2026," ujar Erwan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (18/10/2026).
Penghargaan serupa juga diraih Jawa Barat pada 2025. Selain peringkat satu Provinsi Terbaik IMTI 2026, Jawa Barat menerima Special Recognition IMTI untuk kategori Best IMTI Performance of the Year.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan (tengah) menerima penghargaan IMTI 2026 dari Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam ISEF 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Menurut Erwan, prestasi itu merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam industri pariwisata di Jawa Barat. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas layanan pariwisata ramah Muslim di Provinsi Jawa Barat.
"Prestasi membanggakan ini adalah buah dari kerja keras, muhasabah, dan kolaborasi erat dari seluruh pihak. Target kami untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pariwisata ramah muslim di Jawa Barat akhirnya terwujud nyata," tuturnya.
Penghargaan tersebut, lanjut dia, juga merupakan buah kolaborasi nyata antara Pemprov Jabar, pelaku pariwisata, dan Bank Indonesia.
"Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Barat. Mari terus kita (Jabar) tunjukkan keramahan, keindahan alam, dan kelengkapan fasilitas pariwisata kita kepada dunia," tutur Erwan.
ISEF ke-13 digelar di JICC mulai Rabu (14/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026). Rangkaian acara melibatkan mitra ekonomi dan keuangan syariah dari dalam maupun luar negeri, serta lebih dari 1.000 pelaku industri halal.
Festival itu menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring, mulai dari business matching perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, hingga forum nasional dan internasional di bidang halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan pariwisata ramah Muslim.
UMKM unggulan Jabar
ISEF 2026 juga menjadi panggung bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan Jawa Barat untuk menembus pasar halal nasional.
Sebanyak 30 UMKM dan pesantren binaan Bank Indonesia Jawa Barat terlibat dalam berbagai rangkaian acara, mulai dari pameran, fashion show, business matching, Halal Mart, hingga Jawara Ekspor.
Kehadiran mereka menjadi momentum untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, pelaku usaha, dan calon mitra.
Di Modest Fashion Exhibition, 14 UMKM wastra dan fesyen Jawa Barat membuka booth di area Lobby dan Cenderawasih JICC.
Enam di antaranya, yakni Jofan Design, Artikala, Klambikoe, Bellahasura, Fustan by Dots Indonesia, dan Boolao, tampil di panggung fashion show IN2MOTIONFEST x JMFW 2026. Mom Aiko Store turut mengikuti business matching modest fashion.
Di sektor makanan dan minuman halal, Ciomy, D'Mamam, Imago, Sila Tea, dan Yammy Babeh hadir di area Halal Food B2B, sementara Alamme dan Madu NP hadir di area Halal Food B2C, Hall B JICC. Sejumlah produk UMKM Jawa Barat juga tersedia di Halal Mart pada area Gema Halal.
Di area Jawara Ekspor, Imago, Sarkara Madu, dan Sila Tea mewakili kategori makanan halal, sedangkan Dama Kara, Kirapassa, dan Neu Men mewakili kategori modest fashion.
Dua pesantren binaan Bank Indonesia Jawa Barat, yakni Gerbang Santri (Air Berkah) dan Pondok Pesantren Darussyifa Al Fitra, turut ambil bagian dalam ISEF 2026.
Keterlibatan UMKM dan pesantren tersebut merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan dan berjenjang, mulai dari penguatan kapasitas usaha, kurasi produk, perluasan akses pasar, hingga perluasan akses pembiayaan syariah.
Di tengah ekosistem ekonomi syariah nasional, mereka tidak hanya memamerkan produk unggulan, tetapi juga membangun jejaring dan menjajaki peluang pasar serta kemitraan yang lebih luas.
Lewat pembinaan dari tingkat daerah hingga nasional, UMKM Jabar diharapkan naik kelas dan menjadi bagian penting dari rantai nilai halal nasional.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat "Kebaikan untuk Semua".