Advertorial

Pemprov Jabar Buka 62 Lowongan Kerja di Indramayu, Ada Posisi Perawat untuk Penempatan di Jerman

Kompas.com - 18/10/2026, 20:57 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (jabar) memfasilitasi 62 lowongan kerja dari 23 perusahaan melalui bursa kerja daring yang disiarkan langsung dari PT Food Packaging Jaya, Kawasan Industri Losarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (16/10/2026).

Bursa kerja yang disiarkan melalui akun TikTok Gubernur Jawa Barat @dedimulyadiofficial tersebut menawarkan berbagai peluang pekerjaan di dalam dan luar negeri. Pencari kerja dapat mengakses dan melamar posisi yang tersedia melalui aplikasi Nyari Gawe.

Dedi mengatakan, salah satu lowongan yang ditawarkan adalah tenaga perawat untuk ditempatkan di Jerman melalui PT Assalam Karya Manunggal.

Calon pekerja yang diterima akan mendapatkan sejumlah fasilitas, mulai dari pelatihan bahasa asing hingga tiket penerbangan ke Jerman.

Selain tenaga perawat, tersedia pula lowongan pekerjaan di sektor konstruksi untuk penempatan di Malaysia melalui PT Prigel Antar Sukses.

Pekerjaan tersebut terbuka bagi pelamar dengan pendidikan minimal sekolah dasar (SD), dengan tawaran gaji Rp 7 juta per bulan.

Penghasilan pekerja berpotensi melebihi jumlah tersebut apabila ditambah upah lembur. Perusahaan juga menyediakan fasilitas tempat tinggal berupa mes.

Industri Indramayu prioritaskan tenaga kerja lokal

Dalam bursa kerja tersebut, PT Food Packaging Jaya turut membuka lowongan untuk tujuh posisi, di antaranya penerjemah bahasa Mandarin dan staf pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Perusahaan asal Tiongkok itu memprioritaskan warga Indramayu dalam perekrutan. Saat ini, sekitar 90 persen pekerjanya merupakan penduduk setempat.

Melihat perkembangan kawasan industri di Indramayu, Dedi menilai perlu adanya kerja sama antara sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan perusahaan.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Penyiapan orang Indramayu untuk kerja di industri harus dilakukan karena mereka tadinya kerja di sektor pertanian dan kelautan. Pola hidup akan berubah," ujar Dedi yang akrab disapa KDM dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (18/10/2026).

Pemkab siapkan 14.000 hektare kawasan industri

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, saat ini masih terdapat sekitar 63.000 warga Indramayu yang menganggur. Namun, ia optimistis angka pengangguran tersebut dapat berkurang seiring pembangunan sejumlah pabrik di wilayahnya.

Untuk mendukung perkembangan sektor industri, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menyiapkan lahan seluas 14.000 hektare sebagai kawasan industri.

"Bahkan warga dari kabupaten lain di Jabar bisa kerja di sini karena banyak pabrik sedang dibangun," kata Lucky.

Menurut Lucky, pertumbuhan kawasan industri juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di luar sektor pekerjaan formal.

Ia mendorong warga Indramayu memanfaatkan meningkatnya aktivitas industri untuk mengembangkan usaha, seperti rumah makan dan penyediaan tempat tinggal bagi pekerja.

Dengan bertambahnya jumlah pabrik dan tenaga kerja, sektor usaha pendukung tersebut diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat sekitar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau