TOKYO, KOMPAS.com – Paviliun Indonesia di ajang SCAJ World Specialty Coffee Conference and Exhibition 2026, di Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang, Rabu (14/10/2026), dipenuhi pengunjung.
Saat itu, Nizam Pasha Lolowang, juara UAE National Roasting Championship 2026, sedang meracik kopi untuk pengunjung SCAJ World Specialty Coffee Conference and Exhibition 2026.
Para pengunjung yang sebagian besar warga Jepang tersebut antusias menyaksikan proses dan mencicipi kopi Indonesia.
SCAJ World Specialty Coffee Conference and Exhibition merupakan pameran kopi internasional tahunan terbesar di Asia yang diselenggarakan Specialty Coffee Association of Japan (SCAJ).
Ajang tersebut menjadi wadah para profesional kopi, mulai dari petani kopi dari berbagai negara, importir, roaster, barista, hingga produsen mesin. Tujuan pameran ini, mempromosikan budaya, standar kualitas, pengetahuan soal kopi dari hulu ke hilir, hingga konsumsi specialty coffee di Jepang.
Bagi Nizam, ikut hadir di pameran tersebut merupakan pengalaman baru. Coffee roaster asal Indonesia yang bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), itu mengaku baru kali pertama mengikuti pameran SCAJ World Specialty Coffee Conference and Exhibition dan mengunjungi Jepang.
Ia senang melihat pengunjung Jepang antusias mencoba kopi Indonesia. Mereka tertarik mencicipi berbagai varietas, pengolahan, serta tiga varietas kopi yang dibawa ke pameran.
Nizam Pasha Lolowang, juara UAE National Roasting Championship 2026, sedang meracik kopi untuk pengunjung SCAJ World Specialty Coffee Conference and Exhibition 2026.“Enggak nyangka banget ternyata warga-warga Jepang tuh senang banget dan apresiasi banget sama kopi-kopi Indonesia kita,” kata Nizam kepada awak media, termasuk Kompas.com, Rabu.
Nizam menilai, kopi Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Agar lebih mendunia, kopi Indonesia perlu diperkenalkan secara luas kepada konsumen dan pelaku industri internasional.
Perkenalkan kopi Indonesia ke pasar Jepang
Paviliun Indonesia sendiri menjadi bagian dari partisipasi Indonesia dalam SCAJ 2026 yang berlangsung mulai Rabu (14/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026).
Bank Indonesia (BI) membawa 20 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan untuk memperkenalkan produk kopi dan cokelat. Selain kopi, cokelat Indonesia juga turut diperkenalkan kepada pasar Jepang.
Jumlah tersebut meningkat dari 11 UMKM pada penyelenggaraan SCAJ 2025.
Adapun UMKM binaan BI yang dibawa pada penyelenggaraan 2026 antara lain Wanojo Cofee (Jawa Barat), Punjer’E Kopi (Jawa Timur), CV Poki Cahaya Abadi (Sulawesi Barat), Koperasi Produsen Emas Hijau Papua (Papua), Melayu Coffee (Aceh).
Kemudian, Poktan Sumber Duren Ngawi (Jawa Timur), Arbjest Cofee (Jawa Timur), Kelompok Tani Maju Mekar (Jawa Barat), Bedhag Kopi (Jember), Asa Coffee Gayo (Aceh), Argopuro Walida (Jawa Timur).
Selanjutnya, Kaghomasa (Nusa Tenggara Timur), Posong Coffee Sindoro (Jawa Tengah), Kikova Coffee (Bali), Koperi Keitara (Aceh), Robusta Gunung Ambang (Sulawesi Utara), Delicious Coffee (Gorontalo), dan Java Halu Coffee (Jawa Barat).
Peluang kopi Indonesia di pasar Jepang sendiri masih terbuka lebar. BI mencatat, pangsa kopi Indonesia dalam impor kopi Jepang pada 2025 baru sebesar 2,6 persen. Artinya, masih banyak ruang yang bisa dieksplorasi.
Deputi Gubernur BI Ricky P Gozali mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor kopi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkenalkan kopi Indonesia secara langsung kepada konsumen dan calon pembeli, termasuk di Jepang.
“Kita (Indonesia) harus perkenalkan kopi Indonesia secara baik kepada dunia sehingga dunia tahu. Seperti sekarang kita mengikuti pameran, itu salah satu cara untuk memperkenalkan kopi kita kepada dunia,” ujar Ricky.
Di Paviliun Indonesia, pengunjung dapat mencicipi beragam kopi dan menyaksikan demonstrasi penyeduhan. Sejumlah produk juga tersedia untuk dibeli.
Pengalaman mencicipi langsung itu memberi kesempatan kepada calon pembeli untuk mengenal karakter kopi Indonesia.
Bagi UMKM, interaksi dengan pengunjung dan pelaku industri juga menjadi ruang untuk menerima respons pasar dan menjajaki peluang bisnis.
Proses kurasi
Sebagai informasi, produk dan UMKM yang dibawa ke SCAJ 2026 telah melalui proses kurasi untuk menilai kualitas dan kesesuaian dengan pasar yang dituju.
Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI Kurniawan Agung mengatakan, penilaian mencakup aspek kelembagaan, konsistensi mutu, dan hasil evaluasi cupping. Adapun UMKM yang dibawa ke SCAJ 2026 umumnya memiliki skor cupping 80 ke atas.
BI juga melibatkan mitra di Jepang, seperti Kurasu, untuk menilai produk yang sesuai dengan preferensi pasar setempat. Langkah ini dilakukan agar kopi yang diperkenalkan tidak hanya memiliki kualitas baik, tetapi juga berpeluang diterima oleh segmen pembeli yang dituju.
Kurasu sendiri telah mendukung kopi Indonesia melalui proses roasting dan merencanakan pembelian lanjutan dari UMKM.
Perwakilan Bank Indonesia dan Kurasu menunjukkan dokumen kerja sama di Paviliun Indonesia dalam ajang SCAJ 2026 di Tokyo Big Sight, Jepang, Rabu (14/10/2026), sebagai upaya memperluas akses pasar kopi Indonesia di Jepang. Menurut Kurniawan, kopi Indonesia memiliki karakteristik berbeda-beda sesuai daerah asal, seperti Aceh, Jawa Barat, Sulawesi, Bali, Flores, hingga Papua. Keberagaman ini menjadi modal untuk menjangkau segmen pasar yang berbeda.
Ia menambahkan, konsistensi mutu perlu dijaga setelah produk menarik perhatian calon pembeli. Kualitas sampel yang dicicipi saat pameran harus sama dengan produk yang dikirim setelah transaksi.
“Jangan sampai buyer kecewa. Saat pengujian, sampel yang diterima memiliki kualitas grade A, tetapi produk yang datang justru bukan grade A. Ini yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Pameran internasional dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan produk, tetapi peluang bisnis perlu ditindaklanjuti agar berkembang menjadi transaksi.
Ricky mengatakan, dukungan BI kepada UMKM mencakup manajemen usaha, produksi, pemasaran, dan akses pasar.
BI juga memfasilitasi pertemuan penjual dengan calon pembeli melalui kegiatan business matching.
“Kami membantu dari sisi petani, manajemen, produksi, pemasaran, hingga penjualan. Kami juga mempertemukan penjual dengan pembeli melalui business matching,” kata Ricky.
Sebagai informasi, dalam rangkaian pembukaan Paviliun Indonesia di SCAJ World Specialty Coffee Conference and Exhibition 2026, BI turut meluncurkan situs Indonesia House of Beans (IHoB).
Platform tersebut membantu pembeli di Jepang menemukan produk kopi Indonesia, mengenal produsennya, dan menjajaki peluang kerja sama.
Untuk gerai fisik, IHoB sudah bisa ditemui di Tokyo dan Osaka. Keberadaan marketplace digital dan gerai fisik IHoB diharapkan menjaga kesinambungan hubungan bisnis setelah pameran berakhir.