Advertorial

Perdana Sambangi Indonesia, Founder Technogym Bawa Visi Masa Depan Wellness

Kompas.com - 19/10/2026, 11:14 WIB

KOMPAS.com – Empat dekade lalu, Nerio Alessandri memulai Technogym dari garasi keluarganya di Cesena, Italia.

Kini, Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Technogym itu datang untuk pertama kalinya ke Indonesia dengan membawa pandangan tentang perubahan industri wellness di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), data, dan kebutuhan hidup sehat yang semakin personal.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam Technogym Innovation Outlook Indonesia 2026 di Technogym Jakarta. Acara ini mempertemukan pemimpin industri, pemangku kepentingan institusional, pelaku industri kesehatan dan kebugaran, serta media.

Bagi Alessandri, perubahan yang tengah terjadi bukan sekadar soal teknologi baru dalam aktivitas olahraga. Ia melihat wellness bergerak semakin dekat dengan kesehatan preventif dan longevity, dengan latihan yang disesuaikan berdasarkan data dan karakteristik setiap individu.

“40 tahun lalu, kami memperkenalkan konsep wellness ketika fitness masih berfokus pada penampilan fisik. Saat ini, kami memanfaatkan data, riset ilmiah, dan kecerdasan buatan untuk menghadirkan Precision Training yang disesuaikan dengan karakteristik biologis dan tujuan setiap individu,” ujar Alessandri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (13/10/2026).

Dari garasi lahir gagasan wellness

Gagasan tentang wellness yang dibawa Alessandri ke Jakarta tidak muncul dalam waktu singkat. Konsep tersebut berkembang seiring perjalanannya membangun Technogym sejak 1983.

Bermula dari garasi keluarga di Cesena, perusahaan yang awalnya bergerak sebagai pelopor peralatan fitness itu kemudian berkembang dengan mengintegrasikan perangkat berbasis biomekanika, perangkat lunak pintar, layanan cloud, konten latihan on-demand, dan berbagai aplikasi.

Pada awal 1990-an, Alessandri mulai memperkenalkan konsep wellness sebagai gaya hidup yang menggabungkan aktivitas fisik rutin, pola makan sehat, serta pendekatan mental yang positif.

Gagasan tersebut ia hadirkan sebagai alternatif terhadap konsep fitness yang ketika itu lebih banyak berorientasi pada penampilan fisik.

Perkembangan teknologi kemudian membawa visi itu ke tahapan yang disebut Technogym sebagai “Healthness”. Melalui AI dan data biometrik, kesehatan preventif serta longevity diarahkan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari yang lebih nyata dan terukur.

Perjalanan tersebut membawa Technogym digunakan oleh lebih dari 70 juta orang di lebih dari 100 negara.

Jaringannya mencakup lebih dari 100.000 fasilitas wellness dan 500.000 hunian pribadi, sementara pendapatan konsolidasi perusahaan pada 2025 mencapai 1,02 miliar euro.

Suasana gelaran Technogym Innovation Outlook Indonesia 2026 di Technogym Jakarta yang mempertemukan para pemimpin industri, pelaku kesehatan, dan media.
Dok. Technogym Suasana gelaran Technogym Innovation Outlook Indonesia 2026 di Technogym Jakarta yang mempertemukan para pemimpin industri, pelaku kesehatan, dan media.

Visi Alessandri diterjemahkan lewat data

Perubahan dari wellness menuju Healthness kemudian diterjemahkan Alessandri ke dalam pendekatan latihan yang semakin berbasis data dan kebutuhan personal.

Salah satu fondasinya adalah Technogym Ecosystem, platform terbuka yang menghubungkan peralatan pintar, aplikasi khusus, dan perangkat wearable.

Melalui ekosistem tersebut, pengguna dapat memperoleh pengalaman latihan yang dipersonalisasi di pusat kebugaran, rumah, hotel, ataupun ketika bepergian melalui konsep “Wellness on the Go”.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam Technogym Innovation Outlook Indonesia 2026 adalah Technogym Checkup.

Stasiun penilaian berbasis AI tersebut mengukur parameter fisik dan performa kognitif, menghitung wellness age seseorang, kemudian secara otomatis memberikan rekomendasi program latihan yang disesuaikan.

Technogym juga menghadirkan Technogym App yang berfungsi sebagai pelatih digital dengan dukungan Technogym AI Coach.

Aplikasi tersebut menyediakan rutinitas latihan harian yang dipersonalisasi sekaligus analisis performa pengguna di berbagai lokasi.

Pendekatan teknologi itu tetap dipadukan dengan biomekanika dan desain Italia. Technogym telah meraih lebih dari 50 penghargaan desain internasional, termasuk Compasso d’Oro dan Red Dot Design Awards.

Bukan hanya perangkat kebugaran

Pendekatan yang dikembangkan Alessandri juga diperluas untuk kebutuhan operator, pengembang, dan institusi melalui Technogym Solutions.

Layanannya meliputi perancangan arsitektur dan tata ruang interior, pelatihan staf melalui Technogym Wellness Institute, layanan finansial, integrasi ekosistem digital, serta strategi keterlibatan anggota.

Dengan pendekatan tersebut, ekosistem Technogym tidak hanya bertumpu pada perangkat keras, tetapi juga menghubungkan teknologi, data, layanan, dan pengalaman pengguna.

Model inilah yang kemudian dibawa Alessandri dalam melihat peluang pengembangan wellness di Indonesia.

Indonesia masuk radar pengembangan wellness

Technogym menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam pertumbuhan ekonomi dan demografi Asia Tenggara.

Mengacu pada data Global Wellness Institute (GWI), nilai ekonomi wellness Indonesia mencapai 55,77 miliar dollar AS dan menempatkannya di antara 20 pasar wellness terbesar di dunia.

Perhatian masyarakat terhadap kesehatan preventif, active aging, dan corporate wellbeing juga dinilai membuka peluang bagi pengembangan ekosistem wellness yang lebih terintegrasi.

“Indonesia merupakan negara dengan dinamika, energi, dan visi yang luar biasa terhadap masa depan. Kami antusias untuk bekerja sama dengan institusi lokal, pemimpin di sektor hospitality, dan para pelaku industri wellness untuk membangun budaya wellness yang kuat dan membantu jutaan orang menjalani hidup yang lebih panjang dan sehat,” kata Alessandri.

Sebagai informasi, Technogym Innovation Outlook Indonesia 2026 turut menghadirkan CEO Technogym Indonesia Ardi Setiadarma serta sambutan dari mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno.

Setelah sesi pleno, peserta mengikuti Technogym Experience Journey untuk merasakan langsung penerapan AI dan biomekanika berbasis data dalam pengalaman latihan.

Bagi Alessandri, kunjungan pertamanya ke Indonesia turut menjadi bagian dari misi Technogym untuk melibatkan 100 juta orang di seluruh dunia dalam aktivitas wellness secara rutin, sekaligus melanjutkan visi yang ia bangun sejak lebih dari empat dekade lalu untuk memanfaatkan teknologi dan data dalam mendukung latihan yang semakin personal, kesehatan preventif, dan longevity.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau