Advertorial

SDN Semolowaru IV Kekurangan Ruang Kelas, DPRD Surabaya Desak Pemkot Segera Bertindak

Kompas.com - 19/10/2026, 20:03 WIB

KOMPAS.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Bahtiyar Rifai mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat pendataan dan pembenahan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah negeri.

Hal tersebut ia sampaikan menyusul temuan keterbatasan ruang kelas di SDN Semolowaru IV, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sekolah ini memiliki 12 rombongan belajar (rombel), tetapi hanya tersedia delapan ruang kelas.

Akibatnya, empat rombel harus mengikuti kegiatan belajar mengajar pada siang hari. Bahkan, sebagian siswa terpaksa belajar di perpustakaan dengan duduk lesehan karena ruangan tersebut tidak dilengkapi bangku.

Berdasarkan kondisi tersebut, ia pun mendorong Pemkot untuk melakukan pemetaan sarpras sekolah negeri secara menyeluruh serta evaluasi koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

 “Ini menjadi potret buruk koordinasi antar-OPD yang perlu diperbaiki. Kalau sudah diajukan sejak Maret 2026, seharusnya ada tindak lanjut. Apalagi sekarang sudah mendekati pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, usulan perbaikan SDN Semolowaru IV telah disampaikan sejak Maret 2026. Namun, hingga September atau Oktober 2026, tindak lanjut terhadap usulan tersebut dinilai belum memadai.

Oleh karena itu, Bahtiyar meminta Pemkot Surabaya mendata kondisi seluruh SD dan SMP negeri di Kota Surabaya untuk mengidentifikasi sekolah yang membutuhkan tambahan ruang kelas, perbaikan bangunan, ataupun pengadaan sarana belajar.

Ia menegaskan, alokasi anggaran tidak harus diberikan dalam besaran yang sama kepada setiap sekolah. Penentuan anggaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat urgensi masing-masing sekolah.

“Setiap sekolah tentu memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang kekurangan ruang kelas, ada yang bangkunya sudah tidak layak. Semuanya perlu dicek terlebih dahulu, kemudian ditentukan mana yang paling mendesak,” katanya.

Selain melakukan pemetaan kebutuhan, Bahtiyar juga mendorong Dinas Pendidikan Surabaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari daerah pemilihan Surabaya untuk mengupayakan dukungan anggaran.

Ia turut mengusulkan pembentukan tim koordinasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pendidikan, perangkat daerah terkait, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan DPRD.

Wali Kota Surabaya targetkan pembenahan sekolah pada 2027

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah meninjau SDN Semolowaru IV pada Rabu (7/10/2026) setelah menerima laporan warga terkait keterbatasan fasilitas sekolah.

Dalam peninjauan tersebut, Eri menemukan bahwa sekolah memiliki 12 rombel, tetapi hanya ditunjang delapan ruang kelas. Kondisi ini menyebabkan empat rombel harus mengikuti kegiatan belajar mengajar pada siang hari.

Selain itu, perpustakaan sekolah juga digunakan sebagai ruang belajar, meskipun tidak dilengkapi bangku sehingga siswa harus duduk lesehan.

Menanggapi kondisi tersebut, Eri meminta Dinas Pendidikan Surabaya mengevaluasi kebutuhan sarpras sekolah negeri dan memprioritaskan anggaran untuk pemenuhan fasilitas dasar, seperti ruang kelas dan kamar mandi.

“Saya minta maaf karena masih ada gedung pendidikan negeri di Kota Surabaya yang kondisinya seperti ini,” kata Eri.

Eri pun menargetkan seluruh SD dan SMP negeri di Kota Surabaya dapat dibenahi pada 2027. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat belajar lebih nyaman serta memperoleh fasilitas yang menunjang peningkatan prestasi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau