Advertorial

ParagonCorp Raih Silver Award di Pentawards 2026, 3 Karya Tampil di Belanda

Kompas.com - 23/10/2026, 10:23 WIB

KOMPAS.com – Perusahaan teknologi kecantikan asal Indonesia, ParagonCorp, meraih Silver Award dalam ajang desain kemasan internasional Pentawards 2026 melalui Y.Lab. Konsep kemasan parfum ini mengeksplorasi penggunaan material ramah lingkungan.

Selain penghargaan tersebut, tiga karya inovasi ParagonCorp, yakni Y.Lab, SUKLA, dan Complexion, terpilih untuk ditampilkan dalam Dutch Design Week (DDW) 2026 di Eindhoven, Belanda, pada Sabtu (17/10/2026) hingga Minggu (25/10/2026).

Pencapaian tersebut menjadi kesempatan bagi ParagonCorp untuk memperkenalkan gagasan inovasi desain dari Indonesia kepada komunitas internasional.

Creative Experience Innovation Lead ParagonCorp Aldin Meidani Algatia mengatakan, penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kolaborasi dan kreativitas tim dalam mengembangkan desain yang mempertimbangkan nilai lebih dari sekadar tampilan produk.

“Bagi kami, desain bukan hanya tentang menciptakan produk yang baik, melainkan juga memikirkan apa yang terjadi setelah produk digunakan,” ujar Aldin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (22/10/2026).

Sebagai informasi, Pentawards merupakan ajang internasional yang memberikan penghargaan bagi karya desain kemasan dari berbagai industri.

Pada 2026, kompetisi itu diikuti lebih dari 2.000 karya. Sekitar 400 karya memperoleh penghargaan melalui proses penjurian yang melibatkan lebih dari 50 praktisi desain dari berbagai negara.

Silver Award yang diraih Y.Lab mengapresiasi pendekatan desain yang tidak hanya memperhatikan tampilan visual dan pengalaman pengguna, tetapi juga mempertimbangkan potensi material setelah kemasan tidak lagi digunakan.

Terinspirasi dari kekayaan ekosistem laut Indonesia, Y.Lab mengeksplorasi kemungkinan agar komponen kemasan parfum memiliki fungsi lanjutan. 

Dok. ParagonCorp Terinspirasi dari kekayaan ekosistem laut Indonesia, Y.Lab mengeksplorasi kemungkinan agar komponen kemasan parfum memiliki fungsi lanjutan.

Terinspirasi dari kekayaan ekosistem laut Indonesia, Y.Lab mengeksplorasi kemungkinan agar komponen kemasan parfum memiliki fungsi lanjutan. Salah satunya, melalui tutup parfum berbasis kalsium karbonat yang dirancang untuk disusun menjadi struktur modular menyerupai terumbu karang.

Struktur tersebut berpotensi dikembangkan sebagai media pendukung pertumbuhan karang pada masa mendatang. Adapun kemasan luarnya menggunakan C-FOAM, material berbasis residu kopi dan bio-resin yang dirancang agar dapat dikomposkan dan kembali ke tanah setelah digunakan.

Eksplorasi desain untuk masa depan material

Dutch Design Week merupakan ajang desain yang mempertemukan desainer, inovator, pelaku industri, akademisi, dan komunitas kreatif dari berbagai negara.

Melalui pameran itu, ketiga karya ParagonCorp memperkenalkan pendekatan berbeda dalam mengeksplorasi material, fungsi, dan potensi pemanfaatannya kembali lewat tema “Reimagine The After”.

“Ketiganya mengangkat pendekatan desain yang menggabungkan kreativitas, fungsi, kebutuhan manusia, serta pertimbangan terhadap lingkungan,” ucap Aldin.

Melalui eksplorasi tersebut, lanjut dia, ParagonCorp berupaya memperluas cara pandang terhadap material yang selama ini berpotensi dianggap tidak lagi memiliki nilai setelah fungsi utamanya selesai.

SUKLA mengeksplorasi pemanfaatan hasil samping pertanian. 

Dok. ParagonCorp SUKLA mengeksplorasi pemanfaatan hasil samping pertanian.

SUKLA sendiri mengangkat konsep produk perawatan diri yang terinspirasi dari kekayaan agrikultur Indonesia. Karya ini mengeksplorasi pemanfaatan hasil samping pertanian, seperti ampas kopi, kulit jeruk, serat kelapa, kulit kakao, dan kulit pisang.

Salah satu gagasannya berupa sampo padat atau shampoo bar berbentuk bulir padi yang dipadukan dengan kemasan berbasis sekam padi. Kemasan tersebut dirancang agar dapat dikomposkan setelah digunakan.

Sementara itu, Complexion mengeksplorasi pemanfaatan limbah dari proses produksi kosmetik ParagonCorp. Melalui kolaborasi dengan Bell Living Lab, lumpur limbah kosmetik diolah menjadi material komposit yang dapat digunakan untuk membuat furnitur dan berbagai benda interior.

Eksplorasi Complexion memperlihatkan kemungkinan pemanfaatan material sisa industri kecantikan untuk kebutuhan lain di luar industri asalnya.

Complexion memanfaatkan limbah produksi kosmetik menjadi furnitur dan berbagai benda interior. 

Dok. ParagonCorp Complexion memanfaatkan limbah produksi kosmetik menjadi furnitur dan berbagai benda interior.

Baik Y.Lab, SUKLA, maupun Complexion merupakan karya desain konseptual dan pengembangan prototipe, bukan produk komersial yang telah dipasarkan.

Menurut Aldin, kehadiran ParagonCorp di Pentawards dan Dutch Design Week 2026 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan gagasan desain yang berkembang di Indonesia kepada pelaku industri kreatif internasional.

“Kami mengajak desainer dan inovator untuk mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan desain sejak awal proses penciptaan, termasuk bagaimana sebuah material dapat dimanfaatkan setelah produk selesai digunakan,” imbuh dia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau