KOMPAS.com – Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Imam Jazuli mengapresiasi kontribusi 10 tokoh santri inspiratif yang dinilai telah berperan dalam pembangunan Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara 1000 Tokoh Inspiratif Jawa Barat yang digelar Imam Jazuli Foundation dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan itu mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari unsur birokrasi, organisasi kemasyarakatan, perwakilan pemerintah, hingga profesional.
Imam Jazuli mengatakan, penganugerahan kepada 10 tokoh santri tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi kalangan pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Meski demikian, pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia itu menilai, keterlibatan santri dalam pembangunan nasional masih perlu diperluas, terutama pada posisi yang berperan langsung dalam pelaksanaan kebijakan strategis.
"Dari 10 tokoh inspiratif yang terpilih, terbukti ada santri yang telah memiliki peranan sentral dalam pembangunan Indonesia, tapi jumlahnya masih kurang banyak. Di sinilah pentingnya kesadaran bersama yang harus muncul dari pertemuan," katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (23/10/2026).
Kondisi tersebut, imbuhnya, menunjukkan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pesantren. Dengan begitu, semakin banyak santri yang mampu mengambil peran dalam menentukan arah pembangunan nasional.
Oleh karena itu, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan agama, tetapi juga mampu menyiapkan generasi yang dapat berkontribusi di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial.
Imam Jazuli dorong santri isi posisi strategis pembangunan
Imam Jazuli menegaskan, ketersediaan SDM yang kompeten dan berakhlak menjadi salah satu kunci untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan Indonesia.
Menurutnya, kalangan santri, khususnya Nahdliyin, sebenarnya telah memperoleh kesempatan menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari presiden, wakil presiden, menteri, hingga komisaris.
Namun, keterlibatan santri pada posisi yang berperan langsung dalam pelaksanaan kebijakan strategis, termasuk jabatan eselon I, dinilai masih perlu ditingkatkan.
"Kaum santri, khususnya dari Nahdliyyin kerap mendapatkan kesempatan untuk menduduki jabatan strategis pembangunan. Mulai dari presiden, wapres, menteri, sampai komisaris, tetapi para eksekutor agenda strategisnya, mulai dari eselon satu, masih belum banyak dari santri, boleh dibilang sangat minim. Alhasil, kualitas dan dampaknya bagi posisi pesantren masih belum optimal," ujarnya.
Oleh karena itu, Imam Jazuli mengajak kalangan pesantren untuk mengubah pendekatan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Ia menjelaskan, pesantren tidak cukup hanya menyampaikan kritik terhadap persoalan yang terjadi, tetapi juga perlu mengambil peran aktif dalam menyiapkan SDM yang mampu menawarkan solusi.
Dalam konteks tersebut, Kiai mam Jazuli turut menyoroti persoalan korupsi yang dinilainya dapat merusak kualitas dan dampak pembangunan.
Ia menekankan bahwa penguatan integritas harus menjadi bagian penting dalam pendidikan dan kaderisasi santri.
Dengan demikian, pendidikan pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kapasitas profesional, kemampuan kepemimpinan, serta akhlak yang kuat.
Imam Jazuli Foundation siapkan SDM pesantren
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM pesantren, Imam Jazuli Foundation mengundang lebih dari 5.000 pengasuh pesantren transformatif dan 3.600 pesantren rintisan yang memenuhi syarat dari berbagai provinsi di Indonesia untuk mengikuti lokakarya sepanjang Juni hingga Oktober 2026.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapan SDM pesantren agar mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.
"Agenda utamanya adalah bagaimana kita menyiapkan SDM yang siap untuk memainkan peranan strategis pembangunan dan memiliki akhlak sesuai pendidikan pesantren," lanjutnya.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kiai Imam Jazuli berharap, penganugerahan kepada 10 tokoh santri inspiratif dapat menjadi motivasi bagi masyarakat pesantren untuk memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah dalam pembangunan Indonesia.
Ia juga menjelaskan, penggunaan namanya dalam penghargaan Imam Jazuli Award dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi pribadi terhadap kontribusi para tokoh santri yang menerima penghargaan.
Daftar 10 penerima Imam Jazuli Award
Pada kegiatan tersebut, Imam Jazuli Foundation memberikan penghargaan kepada 10 tokoh santri inspiratif dari berbagai bidang.
Berikut adalah daftar penerima Imam Jazuli Award beserta kategorinya.
Melalui penganugerahan tersebut, Imam Jazuli Foundation berharap, kontribusi para tokoh santri semakin dikenal masyarakat serta menjadi inspirasi bagi generasi muda di lingkungan pesantren.
Penghargaan tersebut juga diharapkan dapat mendorong pesantren untuk terus melahirkan generasi yang memiliki kemampuan dan kesempatan berkiprah dalam berbagai sektor kehidupan.
Bagi Imam Jazuli, penguatan kualitas SDM menjadi langkah penting agar pesantren tidak hanya berperan sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mampu berpartisipasi aktif dalam menentukan masa depan Indonesia.