KOMPAS.com – PT Daikin Airconditioning Indonesia memperkuat edukasi tentang efisiensi energi dan pembangunan berkelanjutan melalui sosialisasi sistem tata udara VRV 6X dan VRV 6A.
Upaya tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap penerapan bangunan hijau di Indonesia, termasuk peluncuran roadmap Nasional Implementasi Bangunan Gedung Hijau yang mendorong pembangunan gedung hemat energi dan rendah karbon.
Kedua sistem tata udara tersebut, baru-baru ini meraih sertifikasi Green Label Indonesia dengan predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Predikat itu merupakan tingkat tertinggi dalam skema sertifikasi tersebut.
Efisiensi energi di sektor bangunan kian disorot karena perannya dalam pengurangan emisi. Berdasarkan roadmap pengembangan bangunan hijau pemerintah, sektor bangunan menyumbang sekitar 33 persen emisi gas rumah kaca Indonesia pada 2011 sampai 2021.
Pemerintah juga menargetkan penurunan emisi sebesar 1,91 juta ton setara karbon dioksida (CO2e) pada subsektor bangunan komersial lewat berbagai upaya efisiensi energi hingga 2030.
Assistant General Manager Consulting Sales PT Daikin Airconditioning Indonesia Meli Nuraeni mengatakan bahwa penerapan prinsip bangunan hijau membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk dalam pemilihan sistem tata udara yang dapat mendukung efisiensi energi dan kinerja bangunan.
"Karena itu, sosialisasi VRV 6X dan VRV 6A tidak hanya berfokus pada pengenalan produk, tetapi juga memberikan wawasan mengenai pemilihan sistem tata udara yang sesuai dengan kebutuhan bangunan dan prinsip keberlanjutan," ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (26/10/2026).
Seminar di berbagai kota
Lewat rangkaian seminar di berbagai kota, Daikin mengajak konsultan, kontraktor, pengembang, pemilik gedung, hingga pengelola bangunan untuk memahami faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih sistem tata udara.
Pembahasan seminar itu mencakup kebutuhan pendinginan, efisiensi energi, fleksibilitas desain, hingga aspek operasional bangunan.
Menurut Meli, setiap bangunan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga pemilihan sistem tata udara perlu didasarkan pada kebutuhan spesifik proyek agar kinerjanya optimal dalam jangka panjang.
Seminar tersebut juga menjadi wadah diskusi tentang tantangan penerapan sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) pada bangunan komersial, khususnya terkait efisiensi energi dan keberlanjutan.
Sertifikasi Green Label pertama untuk kategori AC VRV
VRV 6X dan VRV 6A dirancang untuk berbagai bangunan komersial, termasuk perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, dan fasilitas komersial lainnya. Keduanya menggunakan teknologi Variable Refrigerant Volume (VRV) yang memungkinkan kapasitas pendinginan disesuaikan dengan kebutuhan tiap area.
Kemampuan menyesuaikan kapasitas dengan beban pendinginan itu menjadi salah satu faktor yang membantu penggunaan energi mengikuti kebutuhan operasional bangunan.
Selain menjadi produk AC VRV pertama yang meraih sertifikasi Green Label Indonesia, keduanya memperoleh nilai penuh dalam penilaian yang mencakup aspek material, kualitas produk, proses manufaktur, pengelolaan lingkungan dan limbah, serta Extended Producer Responsibility (EPR).
"Sertifikasi menjadi salah satu referensi yang dapat membantu para pemangku kepentingan dalam mempertimbangkan aspek lingkungan suatu produk. Di sisi lain, edukasi diperlukan agar pemahaman mengenai penerapannya dalam proyek dapat semakin berkembang," tutur Meli.
Daikin memandang perkembangan bangunan hijau sebagai upaya kolaborasi yang membutuhkan kontribusi berbagai pihak.
Menurut Meli, perkembangan bangunan hijau membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui kegiatan tersebut, kami berharap dapat memperluas pemahaman mengenai peran sistem tata udara dalam mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan bangunan di Indonesia," ujarnya.